Update Daftar Harga Senjata Api Perbakin (Legal)

Meski tidak dijual secara bebas, namun sipil di Indonesia bisa saja memiliki api. Tetapi, untuk memiliki atau membeli api tersebut, Indonesia harus menjadi kesatuan tentara atau polisi, atau mengantongi izin resmi dari Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin). Jika opsi kedua yang dipilih, maka senjata api dijual di kisaran harga yang bisa menembus angka puluhan juta rupiah.

Senjata api anggota Perbakin (sumber: wartabromo.com)

Senjata api anggota Perbakin (sumber: wartabromo.com)

Menurut penjelasan Polda Metro Jaya, selain anggota instansi tertentu seperti kepolisian dan Perbakin, masyarakat awam memang tidak berhak mempergunakan senjata api laras panjang maupun laras pendek. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat sipil untuk memiliki senjata api tersebut.

Nah, -syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang ingin memiliki senjata api adalah harus sudah terdaftar menjadi anggota Perbakin, kemudian mengajukan rekomendasi di Kepolisian Daerah (Polda). Setelah mendapatkan rekomendasi dari Polda, surat rekomendasi tersebut dibawa ke Mabes Polri guna memperoleh surat izin kepemilikan senjata api.

Khusus untuk senjata api laras pendek, proses perizinan kepemilikan cenderung lebih sulit daripada senjata api laras panjang. Pasalnya, senjata api laras pendek ini bisa dibawa kemana-mana dan karenanya lebih berbahaya dibandingkan senjata api laras panjang. Sebelum memperoleh surat rekomendasi dari kepolisian, seseorang yang ingin memiliki senjata api laras pendek juga harus lolos tes psikologi, tes , tes kesehatan, dan tes lainnya yang diadakan di Polda. Jika diangggap layak, Polda pun akan mengeluarkan surat rekomendasi yang nantinya diajukan ke Mabes Polri.

Untuk mengurus izin rekomendasi kepemilikan senjata api juga akan dikenakan sejumlah biaya. Izin kepemilikan tersebut biasanya berlaku selama lima tahun, tergantung peruntukan senjata api yang akan dibeli. Sekadar contoh, izin penggunaan untuk , reaksi, target, atau berburu dikenai tarif sekitar Rp5 jutaan per surat izin. Jika keperluannya hanya sebagai koleksi buku pas serta mengantongi izin untuk menyimpan, biaya yang dikenakan lebih murah, sekitar Rp3 jutaan.

Di pasaran sendiri, sudah ada beberapa senjata yang diperjualbelikan secara legal karena telah mengantongi izin resmi dari Perbakin. Pistol G2 Premium buatan PT Pindad misalnya, ditawarkan dengan harga sekitar Rp35 jutaan per pucuk. Ini adalah pengembangan dari sebelumnya, yaitu G2 Combat dan Elit yang biasa dipakai oleh personel militer organik.

Di samping itu, perusahaan yang berbasis di Turen, Kabupaten Malang tersebut juga memiliki senjata api jenis SS3, SS2 Subsonic, dan PM3. Di pasaran, harga senjata tersebut ditawarkan di kisaran Rp35 jutaan, bahkan bisa lebih. Sementara, model lainnya, seperti Smith & Wesson S&W MP Shield 9 mm ditawarkan dengan harga Rp14 jutaan, pistol Ruger GP100 yang dijual USD769 atau sekitar Rp10 jutaan, dan Browning Cynergy 20ga 26 dilepas di kisaran harga USD1679-1719 atau sekitar Rp23,5 jutaan hingga Rp24 jutaan dan merupakan senjata laras panjang untuk berburu.

Apabila ditotal, untuk membeli senjata api peluru tajam maka harga senjata plus perizinannya bisa mencapai Rp150-175 jutaan, peluru karet Rp35 jutaan, dan peluru gas Rp20 jutaan.

[Update: Dian]

Baca juga  Harga Pianika Marvel di Pasaran (Biru dan Pink)
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Daftar Harga Senjata Api Perbakin (Legal)"