Info Terkini Kisaran Harga Kakao di Bursa Global

Kakao atau yang memiliki nama Latin Theobroma cacao L. adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, tetapi saat ini telah ditanam di berbagai kawasan tropis, termasuk negara Indonesia. Dari biji tumbuhan kakao, akan dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat (sering pula ditulis coklat). Di pasaran global, layaknya komoditas lainnya, harga kakao pun cenderung bervariasi, tergantung banyak faktor.

informasi, info, daftar, harga, kakao, dunia, prediksi, 2018, hari ini, medan, grafik, makassar, fluktuasi, penyebab, turun, naik, mei, desember, berapa, tanaman, tumbuhan, tropis, petani, di, tingkat, domestik, indonesia, global, bursa, ice

Buah kakao usai dipanen (sumber: caffarel.com)

Manfaat Kakao

Umumnya, kakao memang diolah menjadi cokelat batangan, walaupun bisa pula diperoleh produk bernama cocoa powder atau bubuk kakao. Dilansir dari Wikipedia, cokelat kabarnya pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai , walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan. Seiring waktu, produk ini kerap diberikan sebagai hadiah atau bingkisan pada hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian, bahkan sebagai pernyataan cinta.

Di pasaran sendiri, ada sejumlah produk cokelat, seperti cokelat pahit (bitter chocolate), cokelat susu (milk chocolate), hingga cokelat putih (white chocolate).[1] Cokelat pahit terbuat dari pasta kakao dengan penambahan sedikit gula, sedangkan cokelat susu terbuat dari campuran pasta kakao, lemak kakao, gula, serta susu bubuk dalam yang substansial. Sementara itu, cokelat putih diolah dari campuran lemak kakao, gula, dan susu bubuk.

Baca juga  Cara Menanam dan Harga Cabe Carolina Reaper Terbaru

Selain diolah menjadi cokelat batangan, kakao dapat pula dibuat menjadi bubuk. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan campuran adonan kue atau diolah sebagai minuman cokelat instan. Walau bentuknya sama-sama bubuk, sebenarnya cocoa powder memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan proses pembuatan bubuk cokelatnya, yakni alami dan dutch.

Seperti halnya olahan kakao lainnya, cocoa powder juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bubuk kakao dikatakan dapat meningkatkan nitrit oksida di dalam darah yang bisa meningkatkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, produk ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan mood karena mengandung phenethylamine (neurotransmitter yang ditemukan di otak), serta bertindak sebagai anti-depresan.

Manfaat lainnya kakao berasal dari serasah daun kakao yang diklaim mengandung hara mineral, khususnya nitrogen, kalium, serta, lemak, dan sejumlah asam organik yang bisa digunakan untuk pakan ternak maupun pupuk kompos. Serasah dikatakan dapat menjaga keseimbangan suhu tanah dengan lapisan udara dekat tanah, menjaga tanah agar tetap remah dan tidak cepat padat, mencegah timbulnya penyakit tanaman akibat percikan tanah oleh air hujan, serta menjadi sumber humus.[2]

Buah kakao (sumber: pics.ru)

Buah kakao (sumber: pics.ru)

Produksi Kakao di Indonesia

Di dalam negeri, berdasarkan data Kementerian Pertanian, seperti dikutip Kompas, pada tahun 2019 lalu, kegiatan pengembangan kakao dialokasikan seluas 7.730 hektar melalui kegiatan peremajaan dan perluasan lahan kakao. Dari luas tanah tersebut, versi produksi Ditjen Perkebunan dapat mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.

Baca juga  Harga Terkini Pisang Nangka (1 Sisir & 1 Tandan)

Ada dua versi mengenai produksi kakao di Indonesia. Versi lainnya adalah dari Organisasi Internasional Kakao (ICCO), yang hanya sekitar 200 ribu ton. Perbedaan angka tersebut akibat pengambilan sampel data yang berbeda. Pendekatan datanya ICCO cenderung memakai data di Kementerian Perdagangan, sehingga jumlah datanya yang diekspor atau diperdagangkan. Sementara itu, di Kementerian Pertanian, data diperoleh dari rakyat atau di daerah-daerah.

Setidaknya, ada lima sentra wilayah penghasil kakao terbesar di Tanah Air, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sumatera Barat. Dari lima wilayah penghasil terbanyak tersebut, produk kakao di Indonesia sebagian besar memiliki lemak dengan titik leleh yang tinggi. Kakao Indonesia diperlukan untuk mencampur biji kakao dari negara lain. Kekurangannya, cita rasa dan aroma yang kalah dari produk lain.

Harga Kakao

Layaknya komoditas pada umumnya, harga kakao pun cenderung fluktuatif. Pada awal Desember 2018 lalu misalnya, menurut data di bursa London Intercontinental Exchange (ICE), harga menguat 26,5 poin atau 1,26 persen atau berada di angka USD 2.136,5 per ton setelah dibuka di angka USD 2.118 per ton. Sepanjang hari, harga kakao telah bergerak pada rentang angka USD 2.112,50 hingga USD 2.142,00 per ton.

Baca juga  Update Info Harga Burung Srigunting (Semua Jenis)

Kemudian, pada 13 Maret 2021, harga kakao di bursa ICE New York terpantau berada di angka USD 2.581,50 per ton, sedikit turun dari sehari sebelumnya yang berkisar 2.593 per ton. Sementara itu, harga kakao Mei di ICE London naik 0,97 persen. Kenaikan harga kakao ini dipengaruhi permintaan cokelat yang cenderung meningkat karena penularan COVID-19 relatif menurun imbas program vaksinasi Covid-19, membuat kurs USD menurun.

Selain permintaan yang meningkat, angka produksi kakao pun mengalami kenaikan. Pada 26 Februari 2021, ICCO sempat membuat perkiraan bahwa produksi kakao global pada tahun 2020/2021 naik 2,5 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 4,8 MMT. Persediaan kakao yang diawasi ICE kembali naik menjadi 3.909 juta kantong.

[Update: Panca]

[1] Rizza, R. A, et al. 2000. Encyclopedia of Foods: A Guide to Healthy Nutrition. London: Academic Press, hlm. 403.-406.

[2] Timor, Bella Agusta, Setyono Yudo Tyasmoro, Husni Thamrin Sebayang. 2016. Respon Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) pada Berbagai Jenis Media Tanam. Jurnal Produksi Tanaman, Vol. 4(4): 276-282.

author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Terkini Kisaran Harga Kakao di Bursa Global"