Update Harga Virtako (Sachet 10 ml, 50 ml, 100 ml)

Untuk mereka yang memiliki lahan pertanian atau gemar bercocok tanam, salah satu masalah yang sering dialami adalah hama, yang bisa menggagalkan panen. Untungnya, saat ini sudah beredar banyak insektisida untuk membasmi hama-hama tersebut, salah satunya Virtako. Produk ini sendiri tersedia dalam beragam , dan dijual di kisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Petani basmi hama (sumber: mongabay.co.id)

basmi hama (sumber: mongabay.co.id)

Dilansir dari Wikipedia, hama bisa dikatakan sebagai organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik, istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria.

Sementara, dari beberapa sumber yang lain, hama disebut sebagai segala jenis hewan atau binatang yang berpotensi merusak serta merugikan manusia dari segi ekonomi. Hama juga dapat dikatakan sebagai binatang pengganggu, dengan seluruh bagian yang diganggu. Pengertian lain, hama adalah serangga, nematoda, tikus, gulma, atau bentuk lain dari kehidupan terrestrial atau air yang berbahaya bagi kesehatan manusia atau hewan ternak, atau mengganggu kegiatan ekonomi seperti pertanian.

Jenis Hama yang Menyerang

  • Tikus, menyerang tanaman padi dari mulai masih menjadi bibit hingga tanaman memasuki masa pengisian bulir. Tikus aktif menyerang padi pada malam hari, sedangkan siang hari tikus bersembunyi di lubang pada tanggul irigasi, pematang sawah, pekarangan, semak, atau gulma. Dengan perkembangbiakannya yang sangat cepat, kerusakan yang ditimbulkan tikus akan sangat merugikan. Pada kondisi terparah, serangan hama tikus bisa mengakibatkan tanaman padi gagal panen.
  • Penggerek batang, juga dikenal dengan nama sundep, adalah hama yang menyerang pada fase vegetatif dengan ditandai daun tengah atau pucuk tanaman akan mati karena titik tumbuh dimakan larva penggerek batang. Kehadiran hama tersebut dengan ditandai oleh kehadiran ngengat dan kematian pada tunas padi. Untuk pengendalian, bisa menggunakan cara mekanik, pengendalian dengan menggunakan cara hayati, dan menggunakan insektisida.
  • Keong mas, menyerang tanaman padi pada masa vegetatif dan itu dimulai dari masa pembibitan. Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya sehingga menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman. Untuk pengendalian, bisa menggunakan cara mekanik yang dimulai dengan mengambil telur dan keong mas pada area budidaya. Selain itu, bisa dengan membuat parit kecil yang ukurannya lebih dalam, kemudian diberi daun pisang atau daun pepaya sebelum area budidaya padi dikeringkan.
Hama wereng padi (sumber: 8villages.com)

Hama wereng padi (sumber: 8villages.com)

  • Wereng, memiliki beragam jenis, di antaranya wereng cokelat, wereng putih, dan wereng hijau. Wereng menyerang dengan cara mengisap cairan yang ada pada tanaman padi dan dapat menularkan virus pada tanaman. Serangan ini dapat menyebabkan padi menjadi kering seperti terbakar atau pertumbuhannya menjadi kerdil. Untuk pengendalian, bisa menggunakan musuh alami seperti Beauveria bassiana.
  • Walang sangit, akan menyerang pada waktu tanaman padi sudah memasuki fase masak susu. Hama ini akan menyerang pada bulir padi dengan mengisap cairan sehingga bisa mengakibatkan padi yang dihasilkan hampa, berkerut, berwarna cokelat, dan rasanya kurang enak. Dengan serangan parah, hasil panen padi akan menjadi jelek dan menurunkan produktivitas hasil panen. Pengendalian bisa dilakukan dengan mengumpulkan dan memusnahkan telur walang sangit serta dengan melepas musuh alami, seperti jangkrik dan laba-laba.
  • Burung, menyerang tanaman pada fase masak susu sampai padi panen. Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Selain itu burung juga mengakibatkan patahnya malai padi.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengusir atau menumpas hama yang menyerang tanaman. Cara alami adalah memanfaatkan para predator, seperti ular, jangkrik, hingga laba-laba, tergantung jenis hama. Selain itu, Anda pun bisa memakai cara mekanik, seperti memanfaatkan cairan kimia insektisida.

Ada banyak produk insektisida yang sudah dirilis ke , salah satunya Virtako 300 SC. Ini adalah pestisida buatan PT Syngenta Indonesia yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 lalu. Berdasarkan keterangan yang tercantum pada kemasannya, insektisida Virtako 300 SC dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama utama pada tanaman padi, yaitu hama pelipat daun, hama penggerek batang (sundep), hama wereng, hingga hama putih palsu.

Meskipun hanya ditujukan untuk mengendalikan hama utama pada tanaman padi, ternyata Virtako 300 SC ini juga diklaim efektif mengendalikan berbagai jenis hama dan hama lainnya pada berbagai jenis tanaman. Insektisida ini sendiri berbentuk pekatan berwarna putih kecoklatan dengan formulasi SC (Selluloid Concentrate) yang mudah larut dalam air. Beberapa kelebihan Virtako 300 SC sebagai berikut.

Virtako

Virtako 300SC kemasan sachet (sumber: bukalapak)

Virtako 300SC kemasan sachet (sumber: bukalapak)

  • Insektisida dapat digunakan pada jenis tanaman budidaya, seperti tanaman padi, tanaman sayuran, palawija, dan tanaman perkebunan.
  • Memiliki dua jenis bahan aktif, yaitu bahan aktif klorantraniliprol dan tiametoksam.
  • Sifat racun di dalamnya bersifat kontak dan sistemik dengan berbentuk pekatan.
  • Mampu tahan jika disimpan dalam waktu yang lama.

Seperti diketahui, insektisida adalah bahan-bahan kimia bersifat racun yang biasanya digunakan untuk membunuh serangga. Insektisida ini dikatakan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem hormon, sistem pencernaan, serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung pada kematian serangga pengganggu tanaman.

Harga Virtako

Kemasan VirtakoHarga
Virtako 300 SC 10 ml (sachet)Rp32.000 – Rp45.000
Virtako 300 SC 50 ml (botol)Rp130.000
Virtako 300 SC 100 ml (botol)Rp350.000

Jika dibandingkan dengan penjualan tahun lalu, harga Virtako mengalami kenaikan. Seperti varian Virtako 300 SC 50 ml (botol) dari harga Rp110 ribu kini menjadi Rp130 ribu. Varian lainnya dengan ukuran 100 ml yang sebelumnya dijual seharga Rp305 ribu sekarang juga melonjak naik sekitar Rp350 ribu.

Harga insektisida Virtako 300 SC di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko perlengkapan pertanian dan situs jual beli online. Harga insektisida Virtako 300 SC tersebut tidak mengikat dan dapat berbeda-beda di masing-masing tempat. Untuk informasi lebih detail, Anda bisa langsung menuju toko peralatan pertanian terdekat di kota Anda.

[Update: Ditta]

Baca juga  Harga Bibit (Benih) Lele Terbaru di Pasaran
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Virtako (Sachet 10 ml, 50 ml, 100 ml)"