
Apa Itu Cikua?
Selain nama-nama yang telah disebutkan di atas, ada lagi makanan Jepang yang wajib Anda cicipi, yakni cikua. Bernama asli chikuwa, cikua adalah makanan khas Jepang yang berbentuk tabung berukuran sekitar 12 cm dengan diameter 2,5 cm dan ditandai dengan lubang di tengahnya, Kata chikuwa (cincin bambu) sendiri berasal dari bentuk ketika diiris. Mengutip sejumlah sumber, cikua terbuat dari daging ikan giling yang dibumbui, dililitkan pada tusuk bambu dan dimasak. Setelah matang, tusuknya dibuang dan lubangnya dibiarkan terbuka. Saat ini, tusuk bambu telah digantikan oleh logam dan chikuwa diputar dengan mesin saat dimasak. Cikua yang sudah matang lantas didinginkan, dibungkus, dan dikirim. Makanan ini biasanya tidak disantap saat dimasak, melainkan lebih enak disajikan ketika dingin. Di negara asalnya, cikua sering disantap sebagai camilan dengan bir atau sake Jepang yang dicelupkan ke dalam kecap tanpa persiapan tambahan. Kabarnya, chikuwa terasa paling enak jika disantap dengan cara ini. Selain itu, cikua juga cocok dipadukan dengan keju atau mentimun. Cikua dipotong miring dan dimakan dengan keju atau mentimun yang dimasukkan ke dalam lubangnya, dan nantinya seperti canape. Selain menjadi camilan yang enak, chikuwa juga sering muncul di meja makan orang Jepang. Untuk sarapan, makan siang, atau makan malam, cikua bisa menjadi lauk lezat untuk hidangan apa pun. Namun tentunya tidak dimakan berlebihan, karena chikuwa biasanya tidak dimakan tiga kali sehari. Di Toyohashi, orang sering menyajikan chikuwa satu atau dua kali seminggu. Jika masih tersisa, biasanya chikuwa akan disimpan di lemari es selama sekitar satu minggu dan dapat dimakan tanpa persiapan apa pun. Namun beberapa hari setelahnya, chikuwa masih terasa lezat jika direbus dengan kecap dan kaldu. Makanan ini disebutkan dalam sebuah buku dari Era Muromachi (sekitar tahun 1523). Dikatakan bahwa chikuwa berasal dari daging ikan giling yang dilapisi ujung tombak, dimasak dan dimakan. Pada zaman dahulu, pendiri Yamasa Chikuwa, Zensaku Sato, seorang pedagang grosir ikan di Yoshida berkunjung ke Kuil Konpira Sama di Shikoku. Makanan yang terkenal dari daerah itu adalah chikuwa. Cukup unik dan setelah dicicipi, lumayan enak. Karena Toyohashi kaya akan hasil laut, ikan yang dibutuhkan sebagai bahan mentah pun berlimpah.
Harga Cikua
| Varian Cikua | Harga |
| Cedea Cikua Mini 250 gr | Rp18.000 – Rp23.000 |
| Cikua Curah 1 kg | Rp25.000 |
| Sifudo Cikua Mini 500 gr | Rp29.000 |
| Sunfish Cikua Mini 500 gr | Rp30.385 |
| Seafood King Cikua Mini 500 gr | Rp35.000 |
| Cedea Cikua Long 250 gr | Rp31.000 |
| Cedea Cikua Long 1 kg | Rp59.000 |
Kategori: Kuliner
Tag: daging, harga, ikan, jepang, kemasan, kuliner, makanan, ramen, sushi, varian