Penyebab dan Cara Mengatasi IUD Bergeser

IUD atau Intrauterine Devices merupakan metode kontrasepsi favorit banyak wanita lantaran keamanan dan diklaim sangat efektif mencegah kehamilan.[1] Meski bertahan lama, sayangnya IUD juga bisa bergeser dari rahim, bahkan jatuh, meningkatkan peluang untuk hamil. Lalu, apa penyebab IUD bergeser dan bagaimana cara mengatasinya?

Seperti disampaikan di atas, IUD adalah alat kontrasepsi yang disukai banyak wanita, terbuat dari bahan polietilen atau tanpa metal untuk steroid. Umumya berbentuk kecil, lentur, dan terbuat dari plastik, IUD diklaim sangat efektif untuk menjarangkan kehamilan dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti implan, tubektomi, dan vasektomi. Berikut kelebihan IUD seperti dikutip dari website Puskesmas Padureso.

Bacaan Lainnya
Kelebihan IUD (credit: Honestdoc)
Kelebihan IUD (credit: Honestdoc)

Kelebihan IUD

  • Diklaim dapat mencegah kehamilan hingga 99%. Pemakaian IUD yang benar dikatakan mampu mencegah kehamilan dengan sangat efektif. Kemungkinan hamil setelah pemakaian IUD dengan benar adalah kurang dari 1%.
  • Lebih praktis. Kontrasepsi IUD terbilang lebih praktis, sebab dalam sekali , dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang cukup lama. Penggunaan IUD dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun. Selain itu, IUD bisa dilepas kapan saja ketika Anda sudah ingin merencanakan kehamilan.
  • Harga yang relatif terjangkau. Dari segi harga, kontrasepsi IUD juga sebenarnya lebih murah, karena Anda hanya perlu mengeluarkan biaya pada awal pemasangan.
  • Aman untuk ibu menyusui. Seperti diketahui, ibu menyusui harus jeli untuk memilih kontrasepsi agar produksi dan kualitas air susu ibu (ASI) tetap terjaga. Kontrasepsi IUD non-hormonal menjadi salah satu alat kontrasepsi yang disarankan untuk ibu menyusui.
  • Direkomendasikan untuk kondisi tertentu. Kontrasepsi IUD direkomendasikan untuk Anda yang tidak bisa mengonsumsi pil KB ataupun menderita penyakit tertentu, seperti penyakit darah tinggi.
  • Tidak meningkatkan berat badan. Kenaikan berat badan menjadi salah satu isu yang tidak bisa dilepaskan dari pemakaian alat kontrasepsi. Dengan menggunakan IUD, Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena tidak ada bukti bahwa IUD akan menyebabkan peningkatan berat badan.

Menurut penjelasan dr. Putri Kumala Sari di forum Alomedika, IUD bisa dipasang kapan saja selama siklus menstruasi. Nanun, lebih disarankan pemasangan dalam 5-7 hari pertama siklus menstruasi untuk memastikan tidak sedang hamil. IUD dapat dipasang sesaat setelah persalinan, dalam 10 menit setelah melahirkan plasenta, atau 4-8 minggu postpartum. IUD juga dapat dipasang dalam 7 hari post-abortus.

Meskipun aman dan efektif dalam mencegah kehamilan, pada yang jarang terjadi, IUD bisa saja bergeser dari rahim, dan bahkan jatuh. Apabila IUD sudah tidak berada di tempat yang tepat, maka wanita yang bersangkutan berpeluang besar untuk hamil. Ada banyak penyebab yang membuat IUD bergeser dari tempatnya.

Penyebab IUD Bergeser (www.wfdd.org)
Penyebab IUD Bergeser (www.wfdd.org)

Penyebab IUD Bergeser

  • Mengalami kontraksi rahim yang sangat kuat selama periode menstruasi.
  • Memiliki rongga rahim yang kecil.
  • Rahim miring.
  • IUD dipasang oleh dokter yang tidak berpengalaman dalam melakukan prosedur ini.
  • IUD juga lebih mungkin bergeser jika penggunanya berusia di bawah 20 tahun, penggunanya sedang menyusui, atau dipasang segera setelah melahirkan.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan IUD telah bergeser. Apabila saat melakukan pemeriksaan dan tidak dapat menemukan tali IUD, kemungkinan besar alat tersebut telah bergeser. Tali IUD yang terasa lebih pendek atau lebih panjang dari biasanya juga menjadi tanda alat itu bergeser. Tanda lainnya adalah Anda dapat merasakan IUD, bahkan pasangan juga bisa merasakannya ketika berhubungan badan, terdapat rasa nyeri yang luar selama 3-6 bulan, perdarahan hebat atau tidak normal, dan kram parah.

Cara Mengatasi IUD Bergeser

Apabila Anda kebetulan merasakan tanda-tanda tersebut, maka jangan coba-coba untuk memasangnya kembali sendiri. Anda disarankan untuk segera menghubungi atau penyedia layanan kesehatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes untuk melihat apakah alat kontrasepsi sudah bergeser. Jika memang bergeser, dokter akan berbicara dengan Anda tentang pilihan untuk mengatasinya.

Untuk menentukan apakah IUD bergeser atau tidak, dokter akan menggunakan sikat kecil untuk mencoba menemukan senar di dalam serviks. Jika mereka dapat menemukan senarnya, kemungkinan IUD tidak akan bergerak. Sebaliknya, apabila mereka tidak dapat menemukan benangnya, mereka akan melakukan tes kehamilan. Jika perlu, dokter dapat memberikan kontrasepsi darurat dan metode KB cadangan.

[1] Rangkuti, Nur Aliyah dan Elinda Tarigan. 2021. Faktor Penyebab Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterin Device (IUD) pada Pasangan Usia Subur di Desa Gunung Hasahatan Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Padangsidimpuan Tahun 2020. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Vol. 9(2): 684-690.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *