
Jenis Susu
- Susu segar, merupakan susu yang langsung diambil dari hewan (sekitar 2 minggu sebelum dan setelah hewan itu melahirkan anaknya). Mengonsumsi susu segar sangat menguntungkan, sebab selain segar, susu jenis ini secara alami mengandung nutrisi tinggi dan lengkap (karena tidak melalui proses apa-apa, tidak terjadi kerusakan kadar nutrisi). Umumnya harganya pun lebih murah dibanding susu jenis lain. Sayangnya, karena tidak melalui proses apa-apa, susu segar mudah rusak. Makanya kalau ingin mengonsumsi susu segar dianjurkan agar selekas mungkin dipanaskan dan diminum.
- Susu pasteurisasi, adalah susu segar yang dipanaskan beberapa waktu lamanya dengan tujuan membunuh kuman penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, atau jenis-jenis jamur. Susu yang melalui proses pasteurisasi menjadi relatif lebih awet ketimbang susu segar dengan kadar nutrisi yang relatif sama dengan susu segar.
- Susu UHT (Ultra High Temperature), yakni metode pengawetan minuman yang kebanyakan dilakukan pada susu. Proses awalnya dipanaskan dengan suhu tinggi selama beberapa saat (mencapai 150 derajat C) kemudian segera didinginkan hingga suhu sekitar 5 derajat C. Singkatnya waktu pemanasan ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan pada nutrisi yang terkandung di dalamnya. Rasa, aroma, serta warna susu UHT relatif sama dengan susu segar. Susu UHT dapat disimpan beberapa minggu.
- Susu evaporasi, juga dibuat melalui proses pemanasan dengan menggunakan pompa vakum untuk menghilangkan kira-kira 60% kadar airnya. Dalam proses pembuatannya kemudian, susu disuplementasikan lagi dengan nutrisi penting seperti penambahan vitamin D dan lainnya. Selanjutnya susu ini disterilisasi melalui proses pemanasan. Susu evaporated berstruktur lebih pekat dibanding susu murni.
- Susu bubuk, merupakan susu segar yang dipanaskan hingga kering, menggunakan spray dryer atau roller dryer. Pada proses perubahan susu cair menjadi bubuk ini, kerusakan nutrisi seperti protein, vitamin, serta mineral bisa terjadi hingga 30%. Itu sebabnya susu bubuk sering disuplementasikan lagi dengan nutrisi penting sesuai kebutuhan. Susu bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama dibanding susu cair. Selain itu susu bubuk tidak perlu disimpan di lemari pendingin karena kandungan uap airnya sangat rendah.[1]
Harga Fresh Milk Diamond

| Varian Fresh Milk Diamond | Harga |
| Diamond Fresh Milk 350 ml | Rp8.400 |
| Diamond Fresh Milk Non Fat 946 ml | Rp25.500 |
| Diamond Fresh Milk Plain 946 ml | Rp28.600 |
| Diamond Fresh Milk Pasteurized Chocolate 946 ml | Rp28.600 |
| Diamond Fresh Milk Pasteurized Strawberry 946 ml | Rp28.600 |
| Diamond Fresh Milk Cappuccino 946 ml | Rp28.600 |
| Diamond Fresh Milk Plain 946 ml 1 karton (isi 12 pcs) | Rp330.000 |
Harga Fresh Milk Greenfields

| Varian Fresh Milk Greenfields | Harga |
| Greenfields Fresh Milk 200 ml | Rp10.000 |
| Greenfields Fresh Milk 500 ml | Rp18.425 |
| Greenfields Fresh Milk 1 liter | Rp26.900 |
| Greenfields Fresh Milk 1,89 liter | Rp54.225 |
| Greenfields Fresh Milk 200 ml isi 24 pcs | Rp143.190 |
| Greenfields Fresh Milk 500 ml 1 karton isi 12 pcs | Rp229.000 |
| Greenfields Fresh Milk 1 liter 1 karton isi 12 pcs | Rp336.000 |
[Update: Ditta]
[1] Ide Sehat. 2004. Menu Susu & Olahannya Bayi & Balita (Ed. Intarina H., dkk). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm. 8-9.Kategori: Susu
Tag: belanja, bubuk, cair, kemasan, minimarket, pasar, sapi, susu bubuk, susu segar