Update Perkiraan Harga Kelapa Sawit Terbaru

No comment10320 views

termasuk salah satu yang menjadi komoditas cukup penting di Indonesia. Selain menjadi konsumsi dalam negeri, sawit yang diproduksi oleh Indonesia juga banyak diekspor ke berbagai negara. tandan buah segar (TBS) sawit sendiri beragam, tergantung usia dan daerah penanamannya.

Biji kelapa sawit (sumber: sawitplus.co)

Biji (sumber: sawitplus.co)

Di tahun 2019 ini sawit mentah atau yang lebih dikenal dengan sebutan crude palm oil (CPO) tetap bergerak pada kisaran rendah. Hal ini dikarenakan ketidakpastian dalam dinamika nabati dunia. Tentunya hal ini membuat resah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). 

"Sementara itu, pertumbuhan daya serap pasar minyak sawit di dalam negeri juga tidak terlalu besar," ujar Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono, dilansir CNBCIndonesia. 

Menurut Mukti, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia tidak tumbuh maksimal karena ada beberapa dinamika di pasar global khususnya di negara tujuan utama ekspor Indonesia seperti India, Uni Eropa, China dan Amerika Serikat (AS).

Di India, Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia khususnya untuk refined products (( olahan pabrik seperti gula, tepung, dan margarin) di mana bea masuk tersebut dari Indonesia lebih tinggi daripada Malaysia dengan selisih 9% (tarif bea refined products dari Malaysia adalah 45% dari tarif berlaku 54%).

Sementara itu di Uni Eropa, kawasan ini masih menggaungkan isu RED II ILUC (aturan pelaksanaan Arahan Energi Terbarukan II atau Renewable Energy Directive) dan tuduhan subsidi biodiesel ke Indonesia sedikit banyak juga telah mempengaruhi ekspor Indonesia ke Uni Eropa. Sementara itu, perang dagang China-AS juga telah mempengaruhi pasar minyak nabati dunia.

Berdasarkan data GAPKI, semester pertama 2019 Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya, biodiesel dan oleochemical) membukukan kenaikan hanya 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu atau dari 15,30 juta ton pada Januari - Juni 2018 naik menjadi 16,84 juta ton pada periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu, volume ekspor khusus CPO dan turunannya saja (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) semester I 2019 hanya naik 7,6% menjadi 15,24 juta ton dari 14,16 juta ton pada periode yang sama 2018.

Harga Kelapa Sawit - www.wwf.or.id

Harga Kelapa Sawit - www.wwf.or.id

Volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 mengalami penurunan hampir di semua negara tujuan utama ekspor Indonesia kecuali China.

Semester I 2019, ekspor CPO dan turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) ke China naik 39% menjadi 2,54 juta ton dari 1,82 juta ton pada 2018.

Peningkatan permintaan dari China merupakan salah satu dampak dari perang dagang di mana China mengurangi pembelian kedelai secara signifikan dari AS dan menggantikan beberapa kebutuhan dengan minyak sawit.

Sementara volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 ke Uni Eropa mengalami stagnasi dengan kenaikan yang hanya mampu mencapai 0,7% saja atau dari 2,39 juta periode Januari - Juni 2018 naik tipis menjadi 2,41 juta ton periode yang sama 2019.

Selanjutnya volume ekspor CPO dan turunannya ke India pada periode yang sama anjlok 17% menjadi 2,1 juta ton dari 2,5 juta ton. Penurunan ekspor juga diikuti Amerika Serikat 12%, Pakistan 10% dan Bangladesh 19%.

Sementara itu, dari dalam negeri, penyerapan untuk biodiesel sangat impresif. Sepanjang Januari - Juni 2019 penyerapan biodiesel telah mencapai 3,29 juta ton atau naik 144% dibandingkan periode yang sama 2018 yang hanya mampu menyerap sebesar 1,35 juta ton.

Secara umum, faktor internal penurunan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data. Sedangkan untuk faktor eksternal, harga minyak sawit mentah atau CPO masih terus menurun. Selain itu, harga TBS juga menurun akibat berkurangnya tingkat permintaan dari negara-negara pengimpor serta kekhawatiran seputar perang dagang yang akan turut memangkas permintaan China.

Sebagai , berikut ini daftar harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau untuk periode 11 September - 17 September 2019. 

Daftar Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit

Tandan segar kelapa sawit (sumber: gapki.id)

Tandan segar kelapa sawit (sumber: gapki.id)

Usia Tanam Harga TBS per Kilogram 
3 tahun Rp1.099 per kg
4 tahun Rp1.190 per kg
5 tahun Rp1.301 per kg
6 tahun Rp1.332 per kg 
7 tahun Rp1.384 per kg 
8 tahun Rp1.422 per kg
9 tahun Rp1.456 per kg 
10 - 20 tahun Rp1.490 per kg
21 tahun Rp1.427 per kg 
22 tahun Rp1.419 per kg 
23 tahun Rp1.413 per kg 
24 tahun Rp1.354 per kg 
25 tahun Rp1.321 per kg 

Harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 6.922,14/Kg dan harga Kernel Rp 3.795,62/Kg dengan indeks K 86,29%. (T2). 

Namun, daftar harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, prediksi harga kelapa sawit yang telah dijabarkan sebelumnya bisa saja berbeda dengan kondisi yang sebenarnya di pasaran. Perbedaan prediksi dan harga aktual kelapa sawit di pasaran bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jumlah produksi, faktor cuaca, hingga kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

[Update: Galih Conainthata]

Baca juga  Terbaru, Harga Pakan Konsentrat 511 untuk Ayam Ternak
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Perkiraan Harga Kelapa Sawit Terbaru"