Keuntungan dan Gaji TKI di Belanda

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk bekerja di luar negeri. Pasalnya, dengan menjadi TKI, menjanjikan gaji yang lebih menggiurkan dibandingkan harus bekerja di dalam negeri. Negara tujuan untuk bekerja pun semakin beragam, bukan cuma di wilayah seperti Malaysia, Hong Kong, atau Timur Tengah, tetapi juga kawasan Eropa seperti Belanda, Jerman, hingga Prancis.

Gaji Tenaga Kerja Indonesia di Belanda - (tukangbersih.com)
Gaji Tenaga Kerja Indonesia di Belanda – (tukangbersih.com)

Apa Itu TKI?

Mungkin Anda sering dan sudah sangat familiar dengan TKI. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya TKI tersebut? Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penilaian dan Penetapan Mitra Usaha dan Pengguna Perseorangan, TKI atau Tenaga Kerja Indonesia adalah setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.

Bacaan Lainnya

Masih menurut peraturan yang sama, penempatan TKI adalah kegiatan pelayanan untuk mempertemukan TKI sesuai bakat, minat, dan kemampuannya dengan pemberi kerja di luar negeri yang meliputi keseluruhan proses perekrutan, pengurusan dokumen, pendidikan dan pelatihan, penampungan, persiapan pemberangkatan, pemberangkatan sampai ke negara tujuan, dan pemulangan dari negara tujuan.

Setidaknya, ada dua cara bagi TKI untuk dapat bekerja di luar negeri, yakni melalui jalur formal yang lazimnya dikelola oleh biro-biro penyalur tenaga kerja dan memiliki izin resmi dari pemerintah dan melalui jalur ilegal, yakni TKI diselundupkan oleh oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan biro-biro penyalur tenaga kerja.[1] Jalur ilegal memang sangat tidak disarankan karena selain melanggar hukum, keamanan dan keselamatan TKI selama proses pemberangkatan, sampai di tempat tujuan, hingga bekerja tidak terjamin dengan utuh.

Idealnya, menjadi TKI akan memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Sebagian besar motif warga Indonesia untuk memilih menjadi TKI memang tidak jauh-jauh dari meningkatkan kondisi ekonomi, berharap mereka memperoleh penghasilan yang lebih baik.[2] Sementara itu, untuk pemerintah, dengan mengirimkan TKI, maka akan mendapatkan devisa negara yang cukup signifikan.[3]

Seiring waktu, muncul istilah PMI alias Pekerja Migran Indonesia. Apa bedanya dengan TKI? Sebenarnya, secara substansi, perbedaan antara TKI dan PMI nyaris tidak ada. PMI adalah istilah pengganti TKI yang resmi digunakan pemerintah Indonesia setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dalam aturan baru, dijelaskan bahwa calon PMI adalah setiap tenaga kerja Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan. Dijelaskan lebih lanjut bahwa PMI merupakan setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia.

Keuntungan Bekerja di Belanda

Sudah banyak negara yang menjadi tujuan TKI untuk bekerja. Di kawasan Asia, beberapa tujuan populer sebut saja Malaysia, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab dan Qatar. Selain itu, sejumlah TKI juga menentukan pilihan mereka ke kawasan Eropa, salah satunya Belanda.

Dilansir dari NN Road, Belanda telah lama dikenal karena pendekatannya yang dan berpusat pada pekerja. Undang-undang ketenagakerjaan di negara ini dirancang untuk melindungi hak dan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Masyarakat Belanda sangat menekankan kesejahteraan pekerja, dan hal ini tampak dalam kerangka hukum yang mengatur hubungan pemberi kerja dan pekerja.

Keuntungan Jadi Tenaga Kerja Indonesia di Belanda - (economy.okezone.com)
Keuntungan Jadi Tenaga Kerja Indonesia di Belanda – (economy.okezone.com)

Belanda memiliki sistem tunjangan kerja wajib yang memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerjanya. Tunjangan liburan dan hari raya, cuti sakit dengan tunjangan sakit, cuti melahirkan dan cuti ayah, serta sistem pensiun tiga pilar merupakan integral dari undang-undang ketenagakerjaan Belanda yang dirancang untuk mendukung dalam berbagai situasi kehidupan. Komitmen Belanda terhadap kebijakan yang berpusat pada karyawan mencerminkan dedikasi negara tersebut dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan keseimbangan kehidupan kerja.

Selain itu, faktor menarik lainnya bekerja di Belanda adalah menawarkan gaji yang besar. Bahkan, Belanda termasuk salah satu negara dengan pembayaran gaji tertinggi di dunia. Meski demikian, besaran upah yang diterima juga tergantung dari profesi masing-masing pekerja, pengalaman kerja, juga upah minimum masing-masing kota.

Seorang YouTuber pernah membagikan pengalamannya saat menjadi pegawai catering di Belanda. Ia membocorkan bahwa gaji untuk mereka yang masih pelajar dan bekerja paruh waktu sekitar 3 sampai 5 euro per jam atau mulai Rp50 ribuan per jam. Biasanya, mereka bekerja di supermarket, restoran, dan mencuci piring. Sementara itu, untuk yang sudah berusia di atas 21 tahun, akan mendapatkan gaji 9 sampai 11 euro atau mulai Rp150 ribuan per jam, sehingga total Rp33 juta dalam sebulan.

Gaji TKI di Belanda

Jenis ProfesiGaji dalam EuroGaji dalam Rupiah
Bookkeeper2.290 euro per bulanRp38,2 juta per bulan
Guru Sekolah Dasar3.280 euro per bulanRp54.7 juta per bulan
Guru Sekolah Menengah3.900 euro per bulanRp65 juta per bulan
Pelayan Restoran1.680 euro per bulanRp28 juta per bulan
Pengasuh2.010 euro per bulanRp33,5 juta per bulan
Perawat3.920 euro per bulanRp65,4 juta per bulan
Teller Bank1.910 euro per bulanRp31,8 juta per bulan

Daftar besaran gaji TKI di Belanda tersebut kami rangkum dari berbagai sumber. Saat artikel ini ditayangkan, kurs 1 euro setara dengan Rp16.700. Perlu Anda catat bahwa besaran gaji tersebut merupakan gambaran umum, tidak mengikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Informasi tambahan, gaji di negara-negara Eropa umumnya juga dihitung per jam.

[1] Baharudin, Erwan. 2007. Perlindungan Hukum terhadap TKI di Luar Negeri Pra Pemberangkatan, Penempatan, dan Purna Penempatan. Lex Jurnalica, Vol. 4(3): 168-176.

[2] Karinina, Nina. 2008. Pekerja Migran Lintas Negara: Studi Kasus Permasalahan Pekerja Migran Perempuan di Pulau Batam. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol. 13(2): 15-31.

[3] Citraresmana, Elvi, et al. . Representasi TKI di Surat Kabar Indonesia: Kajian Wacana dan Kognisi Melalui Studi Korpus. Metalingua, Vol. 16(1): 1-6.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *