Update Biaya Ziarah ke Betlehem (Bethlehem)

No comment1943 views

Betlehem, atau Bethlehem, merupakan salah satu kota yang memiliki nilai historis dan dianggap suci di kalangan umat Kristiani. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak umat Kristiani yang kerap melakukan ziarah ke kota kelahiran Yesus Kristus tersebut ketika sedang melakukan ke wilayah Timur Tengah, meski yang dikeluarkan tidak bisa dikatakan sedikit.

Sekilas Tentang Betlehem

Pemandangan cantik Kota Betlehem di Palestina (sumber: newsbook.com.mt)

Pemandangan cantik Kota Betlehem di Palestina (sumber: newsbook.com.mt)

Dikutip dari Wikipedia, Betlehem adalah sebuah kota di Tepi Barat dan merupakan sebuah pusat budaya Palestina dan industri . Kota ini memiliki arti penting bagi umat Kristiani karena dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus dari Nazareth. Betlehem juga merupakan tempat komunitas Palestina terbesar di kawasan Timur Tengah.

Menurut Nicholas Blionce, penulis buku berjudul ‘Bethlehem: Biography of a Town’, kota ini sudah didatangi peziarah sekitar 100 tahun sejak kelahiran Yesus. Saat peziarah mengunjungi Bethlehem dan penduduk Roma banyak yang menganut Kristiani, mereka mengunjungi sebuah palungan yang dipercaya tempat lahirnya Kristus. Palungan sendiri adalah tempat makan ternak.

Namun, Betlehem sebagai kota ziarah ternyata bukan dibangun oleh para gerejawan, melainkan oleh seorang wanita Romawi bernama Santa Helena. Ia merupakan ibu Kaisar Konstantin, menjadi wanita kaya raya dan seorang perempuan Kristen yang sangat berpengaruh. Sekadar , wanita kaya raya zaman dulu tidak bisa menggunakan kekuatan mereka untuk politik, sehingga banyak dari mereka yang memilih menyebarkan agama.

Saat Santa Helena berkuasa, dia melakukan ziarah melalui Turki dan Timur Tengah sebelum tiba di Yerusalem dan Betlehem. Dalam perjalanan tersebut, dirinya pun membangun gereja. Gereja di Betlehem sendiri berbeda dari yang lain. Santa Helena menggali gua kecil yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus, membuka bagian atasnya, memasang atap, dan mendirikan bangunan bulat dengan balkon. Dengan gereja ini, Santa Helena secara tidak langsung menempatkan Betlehem sebagai pusat sejarah di dalam peta.

Masih menurut sumber yang sama, sejak zaman dulu, Betlehem dikenal sebagai kota subur yang melimpah dengan almond dan zaitun. Kota ini juga menjadi kota yang memiliki sumber air besar dan dapat menyuplai Yerusalem sejak tahun 200 SM. Tentang sumber airnya yang melimpah, 2.300 tahun yang lalu masyarakat Betlehem sudah membangun waduk, dengan tiga waduk raksasa yang dikenal sebagai Kolam Salomo yang masih ada hingga sekarang.

Biaya Ziarah ke Betlehem

Untuk bisa melakukan perjalanan atau rohani ke Betlehem, Anda bisa berangkat sendiri atau bersama rombongan melalui agen travel. Namun, umumnya para peziarah memilih melakukan perjalanan menggunakan agen travel karena dengan membayar sejumlah biaya paket, segala keperluan sudah diurus oleh agen travel yang bersangkutan.

Bethlehem - www.thoughtco.com

Bethlehem - www.thoughtco.com

Di Indonesia sendiri, sudah banyak agen travel yang menawarkan perjalanan ziarah ke Betlehem. Biasanya, perjalanan ke kota suci ini digabung dengan perjalanan ke daerah Timur Tengah lainnya, seperti Yerusalem, Tiberias, Sinai, hingga Kairo di Mesir. Biaya perjalanan bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing agen travel.

Nazaret Holyland Travel Agent misalnya, menawarkan paket perjalanan ke kawasan Timur Tengah dengan biaya sekitar 3.190 dolar AS atau setara Rp46,3 jutaan. Biaya tersebut sudah termasuk pesawat kelas ekonomi Jakarta-Kairo/Amman PP, local guide, porter, waiter, driver, akses Wi-Fi selama di dalam bus, akomodasi hotel bintang 5, tour dan makan, bagasi gratis 23 kg, travel bag, air mineral dua botol per hari, hingga pelayanan keimigrasian.

Dalam paket tersebut, peziarah akan berangkat dari Jakarta dan mendarat di Kairo. Setibanya di ibukota Mesir, mereka akan diajak ke Bukit Muqatam, Papyrus, dan Perfume Institute, serta tidak ketinggalan mengarungi Sungai Nil dengan kapal pesiar. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Gereja Gantung, Piramid dan Sphinx, serta St. Catherine.

Di hari berikutnya, peziarah akan dibawa menuju Taba Border dengan melewati tepi Laut Merah, lalu menuju Yerusalem dan Betlehem. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Tiberias, dengan melewati Caesarea untuk melihat Aquaduct dan menuju Haifa, kota indah di Israel. Wisata di hari terakhir dilakukan di Amman, sebelum kembali ke Jakarta menggunakan pesawat terbang.

Paket wisata Holyland lainnya ditawarkan oleh Golden Rama Tours & Travel dengan biaya mulai Rp28,2 juta sampai dengan Rp44,8 jutaan, tergantung -lokasi yang akan dituju serta durasi kunjungan. Untuk paket paling murah, perjalanan dilakukan selama sembilan hari, dengan rute wisata dari Jakarta, Amman, Petra, Tiberias, dan Yerusalem. Namun, tersebut belum termasuk biaya airport tax dan fuel sebesar Rp8 juta dan visa.

Sementara, untuk paket paling mahal, ditawarkan dengan mulai Rp37,8 jutaan (twin sharing) hingga Rp44,8 jutaan (single). Paket ziarah selama 14 hari ini berangkat dari Jakarta dan menuju tempat-tempat seperti Istanbul, Amman, Tiberias, Yerusalem, Tel Aviv, Roma, Pisa, Monte Carlo, Nice, Lourdes, Zaragoza, dan Barcelona. Namun, biaya tersebut belum termasuk airport tax dan fuel sebesar Rp8 juta dan visa.

Jasa agen travel lainnya, Stella Kwarta Tour & Travel, juga menawarkan paket ziarah Stella Cairo Holyland plus Petra dengan biaya mulai 2.150 dolar AS per orang atau sekitar Rp31,2 jutaan (minimal 30 peserta). Paket ziarah ini akan mengunjungi beberapa lokasi seperti Kairo, St. Catherine, Nuweiba, Taba, Qumran, Jericho, Laut Mati, Betlehem, Tembok Ratapan, Kolam Betesda, Bukit Zaitun, Via Dolorosa, Golgota, Bukit Zion, Gunung Karmel, Gunung Tabor, Nazareth, Kana, Tiberias, Sungai Jordan, Danau Galilea, Bukit Sabda Bahagia, Petra, Gunung Nebo, dan Amman.

[Update: Dian]

Baca juga  Update Pengertian dan Contoh Biaya Langsung (Direct Cost)
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Biaya Ziarah ke Betlehem (Bethlehem)"