Update Harga CPO (Crude Palm Oil) di Bursa Malaysia Minggu Ini

CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah mengalami penurunan harga pada awal pembukaan pasar minggu ini. Menguatnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dollar serta sentimen negatif dari prospek produksi minyak sawit Malaysia yang meningkat pada tahun ini menjadi salah satu faktor pemicunya. Harga minyak sawit mentah (CPO) turun 1,10% menjadi Rs 413,60 per 10 kg di perdagangan berjangka hari Jumat, (23/10) disebabkan lemahnya permintaan di pasar spot.

Pada Multi Commodity Exchange, harga CPO untuk bulan November 2015 ini turun Rs 4,60, atau 1,10% menjadi Rs 413,60 per 10 kg dari omset bisnis 246 lot. Begitu juga dengan harga CPO untuk pengiriman Oktober turun oleh Rs 4,10, atau 0,99% menjadi Rs 411 per 10 kg dari 65 lot. Analis pasar mengatakan pembongkaran posisi oleh pedagang di tengah melemahnya permintaan di pasar spot terhadap posisi stok yang memadai menekan harga CPO diperdagangan berjangka.

Bacaan Lainnya

cpo-minyaksawit

Seperti dilaporkan pada penutupan perdagangan hari ini sampai pukul 15:38 WIB, Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan sebesar 1,48% menjadi 2.294 RM per ton. Sedangkan di pasar domestik harga minyak sawit mentah di Bursa dan Derevatif Indonesia (BKDI) turun 0,9% menjadi Rp 7.745 per Kg.

Analis Philips Futures Sdn. Bhd. Malaysia David Ang menjelaskan bahwa tren penguatan Ringgit Malaysia terhadap Dollar beberapa minggu terakhir ini membuat performa harga CPO mengalami penurunan. “Dalam beberapa perdagangan terakhir, korelasi antara harga CPO terhadap ringgit begitu kuat dan hal ini berpotensi berlanjut dalam jangka pendek”, tuturnya yang terkutip dalam riset Philips Futures, Senin (26/10).

Tekanan harga CPO juga didapat dari proyeksi produksi CPO Malaysia pada tahun ini yang mengalami peningkatan. Malaysia Economic Report 2015-2016 menjelaskan, produksi CPO berpotensi meningkat sebesar 2,4% menjadi 19,9 juta ton dibandingkan pada tahun lalu sebesar 19,7 juta ton.

Harga minyak sawit mentah di Bursa Malaysia untuk kontrak Januari  2015 siang ini melemah. Crude palm oil (CPO), dari data Bloomberg, pada pk. 10:25 WIB melemah 0,82% ke 2.309 ringgit/metrik ton. Pada Jumat CPO melemah 1,81% ke 2.328 ringgit/metrik ton. CPO tidak kunjung terangkat harganya di saat ringgit Malaysia sudah cenderung tertekan dalam 10 hari terakhir. Sementara itu bank sentral China (PBoC) kembali memangkas suku bunganya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *