Update Harga Monyet Capuchin Jantan dan Betina

Anda pernah mendengar sosok monyet capuchin? Binatang satu ini tergolong kelompok primata eksotis. Hewan yang berasal dari keluarga Cedia ini hidup di seluruh wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Beberapa juga bisa Anda temukan di kawasan utara Argentina. Terlepas dari harga jualnya yang cukup mahal, tetap saja ada beberapa orang yang mendambakan untuk memiliki monyet capuchin sebagai binatang peliharaan.

Monyet capuchin (sumber: britannica.com)
Monyet capuchin (sumber: britannica.com)

Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk hidup secara berkelompok yang terdiri dari 10 hingga lebih dari 30 kelompok, baik jenis jantan, betina, dan juga monyet capuchin yang masih muda. Bahkan, untuk mencari pun biasa dilakukan secara berkelompok. Monyet capuchin hanya tinggal di pepohonan dan hanya aktif pada siang hari. Saat malam hari, biasanya digunakan oleh monyet capuchin untuk bersembunyi dengan baik dari para hewan predator sembari beristirahat sebanyak-banyaknya.

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu kera yang cerdas, rupanya Capuchin juga sangat menjaga daerah kekuasaan mereka. Salah satu hal unik yang dilakukan oleh monyet capuchin adalah menandai wilayah mereka dengan cara buang air kecil. Bahkan, kabarnya monyet imut nan lucu ini senang melumuri tubuhnya dengan air seninya sendiri. Cara unik ini memang sengaja dilakukan oleh monyet capuchin jantan untuk menarik perhatian sang capuchin betina. Metode ini dilakukan dengan cara kencing di tangan, kemudian digosokkan ke sekujur tubuh.

Baca juga  Update Harga Ikan Palmas Orna (Berbagai Ukuran)

Fakta Monyet Capuchin

  • Monyet capuchin memiliki tubuh, lengan, kaki, dan ekor yang berwarna gelap, serta wajah dan tenggorokan berwarna putih. Monyet satu ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang 30 cm sampai 56 cm, dan beratnya bisa mencapai sekitar 1,3 kg.
  • Monyet capuchin adalah makhluk diurnal dan arboreal. Sebagian besar waktu yang dimiliki oleh monyet capuchin dihabiskan untuk mencari makanan. Ketika malam tiba, mereka cenderung tidur di ranting dan pohon yang sempit. Monyet capuchin tak memiliki kriteria habitat khusus, oleh sebab itu habitatnya bisa ditemui di mana saja. Monyet capuchin kerap diburu oleh hewan-hewan predator seperti ular, elang, anjing hutan, jaguar, dan sebagainya.
  • Monyet capuchin memiliki pola yang fleksibel jika dibandingkan dengan hewan primata lainnya dari keluarga Cebidae. Mereka termasuk binatang omnivora dan diketahui memakan kuncup, biji, buah, kacang, dan juga memakan telur burung, laba-laba, invertebrata kecil, dan berbagai jenis serangga yang lain. Cara makannya pun unik, mereka akan mematahkan ujung buah dan minum jus atau cairan yang ada di dalamnya. Mereka juga terbiasa menggunakan batu untuk menghancurkan buah sehingga mereka mendapatkan kacang yang ada di dalamnya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa mereka adalah hewan yang sangat cerdas dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah.
  • Monyet capuchin ditemukan dalam kelompok yang terdiri dari 10-40 ekor capuchin. Kelompok tersebut akan dipimpin oleh jantan alfa dan betina alfa. Karena sebagian besar adalah teritorial, maka mereka menandai wilayahnya dengan air seni.
  • Capuchin betina biasanya beranak setiap 2 tahun setelah menjalani masa hamil antara 160-180 hari. Bayi-bayi capuchin akan terus melekat pada sang ibu hingga mereka menjadi cukup besar untuk hidup secara mandiri. Monyet-monyet dewasa biasanya jarang berkontribusi pada perkembangan capuchin muda. Capuchin jantan mencapai usia dewasa setelah 4 tahun, sedangkan betina baru dewasa setelah 8 tahun. Di penangkaran, mereka bisa hidup hingga 45 tahun, sedangkan di alam bebas masa hidupnya antara 15-20 tahun.
  • Monyet capuchin telah lama dikagumi sebagai hewan peliharaan eksotis. Mereka jarang ditemui merusak ladang atau tanaman. Namun, terkadang capuchin bisa bertingkah agresif terhadap pemiliknya. Monyet ini mampu mengidentifikasi indera yang dapat dirasakan oleh manusia.
  • Walaupun termasuk satwa eksotis, rupanya capuchin banyak dipelihara. Untuk perawatannya, sebagian besar pemilik biasanya menyediakan popok sekali pakai atau diapers supaya binatang lucu ini tak kencing di sembarang tempat.
Baca juga  Update Harga Bola Golf Callaway (Baru dan Bekas)

Jenis Monyet Capuchin dengan Perilaku Unik

Salah satu jenis monyet capuchin yang memiliki perilaku unik adalah Capuchin Humboldt berwajah putih. Jenis monyet yang berasal dari keluarga Cebidae ini merupakan hewan Amerika Selatan yang memiliki harapan hidup cukup panjang mencapai 44 tahun. Capuchin Humboldt termasuk jenis omnivora yang memakan biji-bijian, buah, serangga, hingga reptil.

Hewan Peliharaan Monyet Capuchin - www.britannica.com
Hewan Peliharaan Monyet Capuchin – www.britannica.com

Kebiasaan unik yang kerap dilakukan monyet capuchin adalah membenturkan biji-bijian keras untuk membuka kulitnya. Selain itu, capuchin jantan ternyata ikut berpartisipasi dalam merawat serta melindungi para bayi. Pejantan dewasa terbilang cukup toleran terhadap anggota kelompoknya, tetapi agresif terhadap pejantan dari kelompok lain.

Menurut IUCN Red List, status konservasi C. albofrons berada pada level concern atau berisiko rendah. Namun, eksistensinya dikatakan makin menurun di beberapa wilayah. Di Trinidad misalnya, populasi Capuchin Humboldt terhitung hanya tinggal 50 individu. Hal ini disinyalir akibat kerusakan habitat serta masifnya aktivitas perburuan liar.

Baca juga  Kelebihan dan Update Harga Kucing American Shorthair di Indonesia

Harga Monyet Capuchin

Termasuk hewan yang eksotis, tidak mengherankan jika kemudian harga monyet capuchin sangat mahal. Tahun lalu, untuk bisa membeli monyet capuchin, baik jantan maupun betina, diperlukan biaya mulai 5.000 dolar AS sampai 7.000 dolar AS atau sekitar Rp71,7 jutaan hingga Rp100,39 jutaan per ekor (kurs 1 dolar AS = Rp14.342,35). Saat ini, harga monyet capuchin tercatat tidak mengalami perubahan karena masih dibanderol antara 5.000 dolar AS sampai 7.000 dolar AS.

Pada dasarnya, untuk memelihara hewan ini tidak mudah. Di Amerika, terdapat undang-undang yang khusus mengatur tentang hewan peliharaan, sehingga bagi mereka yang ingin memelihara hewan eksotis (bukan hewan dilindungi) harus mengurus izin dan menandatangani perjanjian penangkaran terlebih dahulu. Sementara, di Indonesia, monyet capuchin masih tergolong jarang untuk diperjualbelikan. 

Alasan utama monyet capuchin tidak dipelihara karena kekuatan fisik dan karakteristiknya yang agresif ketika dewasa. Beberapa kasus penyerangan primata terhadap manusia kerap kali terjadi mulai dari merobek wajah dengan giginya yang tajam bahkan bisa menyebabkan kematian. Risiko lain adalah hewan primata termasuk monyet capuchin dapat membawa zoonosis, yaitu penyakit menular yang  ditularkan dari hewan ke manusia yang 80 persen bahkan dapat menyebabkan kematian.

[Update: Ditta]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.