
Sejarah Kue Kacang
Kue kacang adalah kudapan klasik khas Lebaran selain nastar dan putri salju. Kue yang diklaim berasal dari Negeri Paman Sam itu juga punya julukan lain, yakni peanut-butter cookies. Kue kering klasik berbahan utama dari kacang ini bertekstur lembut, tebal, dan rapuh, tetapi sekali dicoba bisa membuat ketagihan. Rasanya yang sedikit manis dan gurih membuat kue kacang menjadi favorit banyak orang. Dibandingkan jenis kue kering lainnya, kue kacang dinilai memiliki sifat yang fleksibel. Jika kue nastar selalu berisi selai nanas dan dibentuk bulat atau kue putri salju yang selalu ditaburi gula bubuk halus, maka kue kering kacang bisa tampil dengan beragam bentuk sesuai selera. Ada toko yang menjual kue kering kacang berbentuk kotak, bulat, hati, bahkan berbentuk bulan sabit layaknya kue putri salju. Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat peanut-butter cookies juga tak banyak. Bahan-bahannya dapat dengan mudah ditemukan di dapur, seperti selai kacang, terigu, gula, susu bubuk, dan margarin. Kacang yang digunakan untuk ue ini juga terbilang beragam, ada kacang tanah, kacang polong, bahkan ada pula yang menaruh hiasan kacang mede di atasnya agar terasa lebih gurih dan semakin membuat seseorang berselera untuk menyantapnya lebih dari satu.Cara Membuat Kue Kacang
Pada dasarnya, resep dan adonan kue kering kacang hampir sama dengan kue-kue kering pada umumnya, yakni mentega, telur, dan tepung terigu. Namun, penambahan bahan kacang-kacangan yang membuatnya berbeda dari kue pada umumnya. Saat ini, resep kue kacang sudah banyak dimodifikasi sesuai selera. Anda dapat menyiapkan tepung terigu, kacang, minyak, gula halus, susu bubuk, margarin cair, dan garam. Anda pun perlu menyiapkan telur sebagai bahan olesan. Semua bahan seperti gula halus, selai kacang, susu bubuk, dan garam dicampur hingga rata. Minyak dan margarin cair kemudian dimasukkan dan diaduk kembali. Setelah itu, Anda dapat memasukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dan diuleni. Gilas adonan dengan ketebalan 1 cm, lalu dicetak. Terakhir, tata adonan di loyang dan dipanggang sampai matang. Kue kering umumnya dipanggang pada suhu 175 derajat Celcius selama 8-12 menit, tergantung dari ukuran. Jika ingin menghasilkan kue kering yang terasa kenyal saat dikunyah, maka biarkan kue selama 3-5 menit di loyang, sebelum dipindahkan. Sementara itu, untuk menghasilkan kue kering yang lebih renyah dan garing, biarkan hingga dingin selama 1 menit di loyang.[1] Kue kering kacang biasanya dikemas dalam toples bening yang cantik agar tetap menjaga kerenyahannya. Para penjual menjajakan kue kering kacang dalam berbagai ukuran, mulai dari yang paling kecil ukuran 1/4 kg atau 250 gram, 1/2 kg (500 gram), hingga yang paling besar ukuran 1 kilogram. Anda bisa membeli yang ukurannya paling sesuai dengan kebutuhan. Harga jual kue kering kacang di pasaran biasanya berkisar di angka puluhan ribu rupiah per toples, dan berikut tabelnya.
Harga Kue Kering Kacang
| Merk/Varian Kue Kering Kacang | Harga |
| Kue Kacang Mustika kemasan tabung | Rp17.000 |
| Kue Kacang Irving 350 gr | Rp20.000 |
| Kue Kacang Kering Bu Odeh 700 gr | Rp31.900 |
| Galery Sahabat Kue Kering Kacang Toples Mika 550 gr | Rp40.000 |
| Kue Kacang Se-Que 250 gr | Rp40.000 |
| Kue Kacang Mak Enak 900 gr | Rp40.000 |
| Kue Kacang Medan Ak Am merk A1 Asli | Rp44.500 |
| Tasaji Kue Kering Kacang 1 kg | Rp46.000 |
| Kue Kacang Ananda 500 gr | Rp49.669 |
| Peanut Butter Cookies Toples Segi 4 Holland Bakery | Rp74.200 |
| Havermut Mente Laritta Bakery | Rp80.000 |
| Kue Kacang Skippy Cookies per toples | Rp90.000 |
| Kue Kacang Mente Toko Roti Wijaya | Rp90.000 |
| Kue Kering Kacang Ibu Danis 500 gr | Rp90.000 |
Kategori: Kuliner
Tag: bahan, jajanan, keluarga, kue, lebaran, makan, paket, toples