Harga Spandek Galvalum per Lembar (Semua Ukuran)

Rumah atau gedung zaman sekarang tidak hanya mengandalkan genteng sebagai penutup atap. Banyak yang memilih memakai material lainnya, seperti spandek dan galvalum, karena dikatakan punya daya tahan yang lebih lama, anti-pecah, serta mudah diaplikasikan dan diberi cat atau warna sesuai selera. Kelebihan lainnya atap jenis ini adalah memiliki harga jual yang cenderung terjangkau.

Ilustrasi: Penggunaan Galvalum Untuk Atap (credit: roof-experts)

Ilustrasi: Penggunaan Galvalum Untuk Atap (credit: roof-experts)

Dalam suatu bangunan, entah itu rumah, hotel, gedung perkantoran, rumah sakit, atau lainnya, atap memiliki peran yang sangat penting. Komponen ini berfungsi melindungi penghuni dari berbagai cuaca, baik panas maupun hujan. Bisa dibayangkan jika rumah Anda berdiri tanpa atap. Ketika hujan mengguyur, Anda dijamin akan basah kuyup. Sementara, saat cuaca kemarau datang, terik akan membakar tubuh Anda.

Secara umum, atap adalah penutup atas suatu bangunan yang memiliki fungsi utama untuk melindungi bagian dalam bangunan dari hujan, panas, atau salju. Atap juga dapat dikatakan sebagai bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, dan untuk keperluan perlindungan.[1]

Dalam kedudukannya sebagai bagian paling atas dari suatu konstruksi bangunan rumah hunian maupun gedung, atap erat kaitannya dengan konstruksi rangka atap atau -kuda. Rangka atap ini berfungsi untuk menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok (kayu, bambu, atau baja) secara vertikal dan horizontal, kecuali pada struktur atap dak beton.[2]

Bentuk atap sendiri ada yang datar dan ada yang miring. Selain itu, ada pula atap sandar untuk bangunan tambahan, atap pelana yang kerap dipasang di gudang-gudang menggunakan rangka baja konvensional, atap tenda yang terdiri dari empat buah segitiga, atap limas yang terdiri dari dua segitiga dan dua trapesium, serta atap kombinasi pelana dan limas.

Ilustrasi: Atap Spandek (credit: Dekoruma)

Ilustrasi: Atap Spandek (credit: Dekoruma)

Dikutip dari situs Dekoruma.com, berdasarkan bahan pembuatnya, atap dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Di Indonesia, setidaknya ada enam jenis atap yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Berikut jenis-jenis atap yang sering ditemui di banyak rumah, gedung, atau bangunan lain di dalam negeri.

  • Atap tanah liat, sering juga disebut genteng, ini adalah jenis yang sangat populer di Indonesia. Jenis atap rumah ini diproduksi melalui proses press dan pembakaran. Jenis atap rumah tanah liat memiliki keunggulan seperti harganya yang ekonomis, tahan lama, dan cukup kuat saat dipijak. Namun, atap ini lebih mudah berlumut dan memerlukan ketelitian saat pemasangan agar tidak bocor.
  • Atap aspal, jenis lainnya yang juga populer di Indonesia. Atap ini dibuat dengan memadukan fiberglass dan aspal yang dilapisi mineral. Jenis atap rumah ini tersedia dalam dua model, yakni datar dan bergelombang. Banyak orang memilih jenis atap rumah aspal karena praktis dalam pemasangan, berbobot ringan, tahan api, tahan angin, anti-jamur, dan bisa dikenakan pada atap rumah berbentuk miring hingga 90 derajat.
  • Atap metal, menggunakan perpaduan berbagai bahan seperti aluminium, besi, tembaga, dan seng. Saat ini, jenis atap rumah metal banyak digunakan pada bangunan seperti sekolah atau bengkel. Keunggulannya, jenis atap rumah metal sangat praktis untuk dipasang, memiliki bobot yang ringan, anti terhadap karat, anti-pecah, anti-bocor, tidak menimbulkan panas, tahan api, tahan angin, dan fleksibel untuk dipasang di berbagai bidang.
  • Atap keramik, cocok untuk mereka yang ingin membangun rumah dengan arsitektur Mediterania. Atap ini diklaim unggul karena awet, tahan lama, tahan terhadap api, minim perawatan, ramah lingkungan, dan menggunakan sistem interlock seperti genteng untuk pemasangannya.
  • Atap beton, sering diaplikasikan pada rumah minimalis karena mengusung gaya modern. Selain estetik, tentunya jenis atap rumah ini sangat kokoh karena terbuat dari beton cor dan tulangan besi. Selain itu, atap beton juga dikatakan tahan lama, minim perawatan, dan tahan terhadap api. Meski begitu, jenis ini kurang prima terhadap angin dan memiliki bobot yang berat.
Baca juga  Update Harga Garam Epsom/Inggris di Pasaran

Beda Spandek dan Galvalum

Ilustrasi: Atap Spandek Galvalum Berbagai Warna (credit: saktidesain)

Ilustrasi: Atap Spandek Galvalum Berbagai Warna (credit: saktidesain)

Selain jenis-jenis di atas, material lainnya yang sekarang mulai marak digunakan untuk atap hunian adalah spandek dan galvalum. Umumnya, orang sering menyamakan kedua material atap ini, sehingga kerap digabung spandek galvalum. Padahal, spandek dan galvalum memiliki beberapa perbedaan, baik dari bahan pembuatnya, daya serap, ukuran, hingga cara pemasangan atau instalasi.

Kita mulai dari atap spandek, seperti dikutip dari Dekoruma.com, ini adalah salah satu jenis atap rumah yang terbuat dari campuran bahan aluminium serta seng. Komposisi rasio yang digunakan untuk membuat atap spandek umumnya adalah 55 persen aluminium dan 43 persen dari seng, sedangkan sisanya menggunakan bahan dari silikon.

Masih menurut referensi yang sama, dengan campuran bahan-bahan tersebut, atap spandek diklaim memiliki sifat yang kokoh, awet, ringan, dan mudah dibentuk. Selain itu, pemasangan atap jenis ini pun relatif mudah, tidak mudah hancur walau punya ketebalan hanya sekitar 0,3 mm hingga 0,5 mm, serta tersedia dalam banyak pilihan warna.

Baca juga  Harga Air Mineral Gelas 1 Dus (Berbagai Merk)

Sayangnya, walau diklaim menjadi pilihan populer banyak orang, atap spandek pun memiliki sejumlah kekurangan. Terbuat dari logam, membuat atap spandek mempunyai daya serap cahaya matahari yang tinggi. Sehingga, ruang yang berada di bawahnya atau ditutupi akan terasa sedikit gerah saat cuaca terik. Sebaliknya, apabila hujan turun dengan lebat, atap ini akan menimbulkan suara yang berisik sehingga dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

Sementara, untuk atap galvalum, ini adalah material yang konon pertama kali terkenal pada tahun 2000 silam. Secara umum, bahan ini memiliki zincalume sebesar 55 persen, silikon sebanyak 1,5 persen, aluminium sebesar 43,5 persen, dan zinc sebanyak 1,5 persen. Dengan komposisi tersebut, galvalum diklaim sebagai material yang tahan terhadap karat dan anti-korosi.

Disalin dari berbagai referensi, galvalum atau baja ringan dapat dikatakan sebagai baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, dengan kekuatan yang diklaim tidak kalah dengan baja konvensional.[3] Baja ringan sering disebutkan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sering ada pada kayu, material yang sebelumnya lebih kerap dipakai untuk konstruksi atap, termasuk untuk menahan serangan rayap.

Karena terbuat dari bahan logam, layaknya spandek, atap yang terbuat dari galvalum juga sangat mudah menyerap panas matahari. Selain itu, atap ini pun akan menimbulkan bunyi berisik ketika turun hujan. Saat pemasangan, atap ini pun harus diaplikasikan oleh tukang yang sudah ahlinya karena jika tidak, akan mudah sekali rusak atau sobek.

Bagi Anda yang membutuhkan material spandek galvalum untuk atap hunian Anda, tidak sulit mendapatkan produk ini. Anda bisa membelinya di berbagai toko bahan bangunan atau lewat situs jual beli . Seperti disampaikan di atas, harganya tergolong murah untuk kualitas yang diberikan. Sebagai referensi, berikut kisaran harga spandek galvalum di pasaran.

Ilustrasi: Harga Spandek Galvalum (credit: solusikonstruksi)

Ilustrasi: Harga Spandek Galvalum (credit: solusikonstruksi)

Harga Spandek Galvalum

Tipe/Ukuran Spandek GalvalumHarga
Spandek Galvalum 0,25 mm x 1 mMulai Rp31.000 per lembar
Spandek Galvalum Axis 0,25 mm x 1 mMulai Rp31.000 per lembar
Spandek Galvalum Span Diamond 0,25 mm x 1 mMulai Rp32.000 per lembar
Spandek Galvalum 0,3 mm x 1 mMulai Rp35.000 per lembar
Spandek Galvalum Axis 0,3 mm x 1 mMulai Rp36.000 per lembar
Spandek Galvalum Netral/Silver BJMS 0,3 mm x 1 mRp36.000 – Rp43.500 per lembar
Spandek Galvalum 0,35 mm x 1 mMulai Rp44.000 per lembar
Spandek Galvalum 0,4 mm x 1 mMulai Rp51.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,25 mm x 3 mMulai Rp135.000 per lembar
Spandek Galvalum Pasir 0,25 mm x 3 mMulai Rp144.000 per lembar
Spandek Galvalum Kirei 0,3 mm x 3 mMulai Rp144.000 per lembar
Spandek Galvalum 0,3 mm x 3 mMulai Rp150.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,3 mm x 3 mMulai Rp165.000 per lembar
Spandek Galvalum 0,35 mm x 3 mMulai Rp171.000 per lembar
Spandek Galvalum HK 0,25 mm x 4 mMulai Rp180.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,25 mm x 4 mMulai Rp180.000 per lembar
Spandek Galvalum HK 0,3 mm x 4 mMulai Rp188.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,3 mm x 4 mMulai Rp188.000 per lembar
Spandek Galvalum Pasir 0,25 mm x 4 mMulai Rp192.000 per lembar
Spandek Galvalum Kirei 0,3 mm x 4 mMulai Rp192.000 per lembar
Spandek Galvalum 0,25 mm x 5 mMulai Rp225.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,25 mm x 5 mMulai Rp225.000 per lembar
Spandek Galvalum HK 0,25 mm x 5 mMulai Rp225.000 per lembar
Spandek Galvalum Pasir 0,3 mm x 4 mMulai Rp232.000 per lembar
Spandek Galvalum HK 0,25 mm x 6 mMulai Rp270.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,25 mm x 5 mMulai Rp270.000 per lembar
Spandek Galvalum HK 0,3 mm x 6 mMulai Rp282.000 per lembar
Spandek Galvalum WINN 0,3 mm x 6 mMulai Rp282.000 per lembar
Spandek Galvalum Kirei 0,3 mm x 6 mMulai Rp288.000 per lembar
Spandek Galvalum Pasir 0,25 mm x 6 mMulai Rp288.000 per lembar
Baca juga  Info Terkini Pengertian, Jenis, dan Contoh Biaya Produksi

Harga spandek galvalum di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa toko bahan bangunan dan situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harga spandek galvalum tersebut tidak mengikat dan dapat berbeda-beda di masing-masing tempat. Ada toko yang menjual lebih mahal, ada pula yang menawarkan harga lebih murah.

[1] Rahayu, Sherly Anggun. 2015. Analisis Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dengan Rangka Atap Kayu terhadap Mutu, Biaya dan Waktu. Jurnal Fropil, Vol. 3(2): 116-130.

[2] Royani, M. 2011. Konstruksi Atap (Tesis). Teknik Desain Arsitektur Universitas Diponegoro Semarang.

[3] Pangaribuan, Mekar Ria. 2014. Baja Ringan sebagai Pengganti Kayu dalam Pembuatan Rangka Atap Bangunan Rumah Masyarakat. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Ratu Samban Bengkulu, Vol. 2(4): 648-655.

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Harga Spandek Galvalum per Lembar (Semua Ukuran)"