Update Harga Sapi Brahman (Anakan dan Dewasa)

Banyak sapi yang dapat dikembangbiakkan di Indonesia, dan salah satu yang disebut sebagai jenis unggulan adalah sapi Brahman. Pasalnya, fisik hewan ini lebih besar jika dibandingkan dengan sapi lokal, serta memiliki punuk pada punggungnya. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian harga sapi Brahman relatif mahal, bisa mencapai angka puluhan juta rupiah per ekor jika sudah dewasa.

Ilutrasi: Peternakan Sapi Brahman (credit: abc.net)
Ilutrasi: Peternakan Sapi Brahman (credit: abc.net)

Karakteristik Sapi Brahman

Dikutip dari resmi Sistem Informasi Desa Tulakan, Kabupaten Jepara, sapi Brahman adalah sapi impor yang didatangkan ke pertama kali sekitar dekade 1970-an silam. Ini adalah spesies sapi asal India yang akhirnya dibudidayakan di Amerika. Setelah peternak lokal Amerika memperoleh kesuksesan, peternak Australia pun tertarik memelihara sapi Brahman. Bedanya, di Negeri Kangguru, sapi Brahman banyak disilangkan dengan beberapa sapi lokal untuk memperoleh spesies Brahman super.

Bacaan Lainnya

Di sendiri, masih menurut referensi yang sama, peternakan sapi Brahman juga sudah ditemukan di beberapa lokasi Kawasan seperti Sumba misalnya, dikenal sebagai sentra peternakan sapi Brahman yang unggul. Setiap tahun, sapi-sapi dari daerah ini dijual untuk memenuhi kebutuhan daging Indonesia. Sayangnya, peternakan lokal di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan daging dalam negeri sehingga masih membutuhkan daging impor dari luar negeri.

Ada banyak jenis sapi Brahman yang sudah beredar di pasaran. Namun, yang paling banyak ditemukan memang Brahman Cross, hasil persilangan spesies Brahman asli dengan sapi lokal dari Australia atau Amerika. Ciri khas sapi ini memiliki postur tubuh yang besar, berpunuk, berkulit longgar, serta memiliki gelambir di bawah leher sampai perut. Dagingnya pun diklaim banyak.

Baca juga  Manfaat & Update Harga Tulang Sotong

Dengan postur yang besar, sapi Brahman disebut-sebut sebagai jenis sapi potong terbaik. Seekor sapi Brahman usia dua tahun siap potong, biasanya memiliki berat mulai dari 500 kg hingga 1 ton. Sebagai perbandingan, sapi lokal dengan usia yang sama, hanya memiliki bobot 200 kg hingga 300 kg. Selain itu, sapi Brahman juga memiliki tulang lebih kecil dibanding sapi lokal, dengan komponen karkas antara 45 hingga 55 persen, tergantung kondisi sapi saat ditimbang dan performa tiap individunya.[1]

Apabila hendak memelihara sapi ini, bibit merupakan salah satu aspek penting dalam proses produksi karena dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong, dibutuhkan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas. Bibit sapi Brahman di sendiri dapat digolongkan menjadi bibit dasar, bibit induk, dan bibit sebar.[2] Bibit dasar diperoleh dari proses seleksi rumpun yang memiliki nilai pemuliaan di atas nilai rata-rata, bibit induk diperoleh dari proses pengembangan bibit dasar, sedangkan bibit sebar diperoleh dari proses pengembangan bibit induk.

Ilustrasi: Sapi Brahman (credit: heritagecattle)
Ilustrasi: Sapi Brahman (credit: heritagecattle)

Syarat Mutu Bibit Sapi Brahman

  • Berasal dari pembibitan yang telah menerapkan pedoman pembibitan sapi potong yang baik.
  • Bibit sapi betina bebas dari cacat fisik dan cacat alat reproduksi, ambing normal, dan tidak menunjukkan gejala kemajiran.
  • Bibit sapi bebas dari cacat fisik dan cacat kelamin, memiliki libido yang baik, kualitas dan kuantitas semen baik, serta tidak memiliki silsilah yang cacat genetik.
  • Sehat dan bebas dari penyakit hewan menular, yang dinyatakan pejabat yang diberi kewenangan gubernur/bupati/walikota untuk melaksanakan tindakan kesehatan hewan dan menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan.
  • Syarat bibit sapi Brahman betina, berbulu tipis dan berwarna putih, bulu leher dan bahu keabu-abuan, tanduk pendek, kepala ramping dan besar, telinga lebar dan tergantung, berpunuk serta memiliki punggung lurus dan lebar, bergelambir dari rahang sampai bagian ujung tulang dada bagian depan, tubuh cembung dan kompak, kaki panjang dan besar, serta pantat berbentuk bulat.
  • Syarat bibit sapi Brahman jantan, berbulu tipis dan berwarna putih, bulu leher dan bahu abu-abu tua, tanduk lebih pendek dari betina, kepala lebih pendek dari betina, telinga lebar dan tergantung, berpunuk serta memiliki punggung lurus dan lebar, bergelambir dari rahang sampai propidium, tubuh cembung kompak dan lebih besar dari betina, kaki panjang dan besar, serta pantat berbentuk bulat.
Baca juga  Harga Kapulaga India per Kg dan Kemasan Lainnya

Jika masih anakan atau bibit, sapi Brahman biasanya ditawarkan dengan harga berkisar belasan juta rupiah per ekor. Namun, apabila sudah dewasa dan sehat, harganya akan melonjak menjadi puluhan juta rupiah per ekor. Biasanya, peternak mematok harga ini dihitung berdasarkan bobot tubuhnya, sekitar Rp50 ribu hingga Rp76 ribu per kg, naik dari tahun 2020 dan 2021 yang dibanderol Rp20 ribu sampai Rp25 ribuan per kg. Sebagai referensi, berikut kisaran harga sapi Brahman tahun 2022 di pasaran.

Ilustrasi: Harga Sapi Brahman (credit: Kumparan)
Ilustrasi: Harga Sapi Brahman (credit: Kumparan)

Harga Sapi Brahman

Sapi Brahman Harga
Sapi Brahman Anakan Rp11.000.000 – Rp18.000.000 per ekor
Sapi Brahman 300 kg Rp23.000.000 per ekor
Sapi Brahman Cross 450 kg Rp25.000.000 per ekor
Sapi Brahman Cross 550 kg Rp30.000.000 per ekor
Sapi Brahman 580 kg Rp37.000.000 per ekor
Sapi Brahman Cross 900 kg Rp46.000.000 per ekor
Sapi Brahman 750 kg Rp57.000.000 per ekor

Harga sapi Brahman di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk keterangan beberapa peternak dan jual beli online. Perlu Anda ketahui bahwa harga sapi Brahman tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, harga sapi brahman tahun 2020 dan 2021 berkisar Rp11 juta hingga Rp62 juta per ekor. Biasanya, menjelang Hari Raya Kurban, harga hewan ternak akan melonjak gila-gilaan.

Baca juga  Update Harga Sapi Perah (Anakan dan Dewasa)

[Update: Almas]

[1] Mustofa, Z. 2001. Analisis Pemasaran Sapi Potong di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Prosiding Seminar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

[2] Badan Standardisasi Nasional. 2011. Bibit Sapi Potong (Bagian 1: Sapi Brahman). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *