Poksay mantel merupakan salah satu jenis burung kicau yang memiliki penggemar setia sejak era 1990-an. Burung ini dikenal karena kombinasi warna bulu yang unik dan variasi suara kicau yang menarik, sehingga masih tetap digemari hingga saat ini. Harga poksay mantel cukup bervariasi, umumnya berada di kisaran ratusan ribu rupiah per ekor, menjadikannya pilihan favorit bagi para pecinta burung kicau di Indonesia.

Poksay Mantel yang bebas di habitat alami (wanaswara.com)
Seperti halnya unggas lain, burung banyak dipelihara tidak hanya untuk konsumsi daging dan telur, melainkan juga untuk keindahan suara dan penampilannya. Mendengarkan kicau burung terbukti dapat membantu meredam stres dan memberikan efek relaksasi bagi pendengarnya.[1]
Alasan utama memelihara burung bervariasi, mulai dari kecintaan terhadap suaranya, penampilan, kemampuan terbang, kecerdasan, hingga nilai unik dan fungsi tertentu seperti dalam upacara adat.[2] Di Indonesia, hobi memelihara burung kicau telah berkembang menjadi gaya hidup, didukung oleh berbagai kontes dan komunitas yang memperdalam pengetahuan tentang jenis burung, perilaku, serta teknik penangkaran dan perawatan.[3]
Ciri-ciri Poksay Mantel
Poksay mantel (Garrulax palliatus) termasuk dalam keluarga Leiothrichidae dan merupakan salah satu jenis poksay yang populer di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan, serta ditemukan juga di Malaysia dan Brunei Darussalam.
Burung ini memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar 24-25 cm, dengan warna bulu cokelat muda hingga kehitaman. Ciri khasnya adalah garis putih melingkar di sekitar mata yang menyerupai kacamata. Paruhnya dirancang untuk memakan berbagai jenis serangga seperti kimbang dan ngengat, serta ulat hongkong dan biji-bijian.
Habitat poksay mantel adalah hutan dataran rendah lembap dan pegunungan tropis dengan ketinggian antara 300 hingga 2.200 meter di atas permukaan laut. Di Sumatera, mereka lebih banyak ditemukan di pegunungan dengan ketinggian 850-2.200 meter, sementara di Kalimantan di hutan hujan pegunungan dan perbukitan bawah pegunungan.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), poksay mantel pernah masuk dalam daftar hewan terancam punah (Near Endangered), namun kini statusnya telah berubah menjadi Least Concern (aman). Meski demikian, populasi mereka masih terancam oleh perburuan, penebangan hutan, dan penangkapan ilegal.
Untuk itu, disarankan bagi pecinta burung untuk membeli poksay mantel hasil penangkaran atau perawatan daripada yang berasal dari tangkapan alam agar konservasi tetap terjaga.

Ciri khas poksay mantel yang mudah dikenali (burungsuper.com)
Harga Poksay Mantel Terbaru 2025
| Jenis Poksay Mantel | Harga (Rp) |
|---|---|
| Poksay Mantel Betina | 200.000 – 350.000 per ekor |
| Poksay Mantel Jantan | 280.000 – 415.000 per ekor |
| Poksay Mantel Rawatan Bunyi (terlatih) | 448.000 – 630.000 per ekor |
Harga di atas merupakan kisaran terbaru yang kami rangkum dari berbagai sumber termasuk situs e-commerce dan pasar burung lokal. Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kualitas burung.
Sebagai perbandingan, varian poksay lain seperti Poksay Hongkong memiliki harga jauh lebih tinggi, mencapai jutaan rupiah per ekor, terutama untuk burung dengan kualitas suara dan penampilan unggul.[4]
Bagi Anda yang berminat memelihara poksay mantel, disarankan untuk membeli dari penangkar resmi atau penjual terpercaya yang menyediakan burung hasil perawatan agar kualitas suara dan kesehatan burung terjamin.
Perawatan dan Pemeliharaan Poksay Mantel
Untuk mendapatkan suara kicau yang optimal, poksay mantel perlu perawatan khusus seperti pemberian pakan bergizi, lingkungan yang nyaman, dan latihan suara secara rutin. Penerapan teknologi low cost smart farming dalam penangkaran burung kicau telah terbukti membantu meningkatkan kualitas burung secara efisien.[3]
Kesimpulan: Poksay mantel adalah burung kicau yang menarik dengan harga relatif terjangkau dan keunikan suara yang memikat. Memelihara poksay mantel dapat menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus sarana konservasi jika dilakukan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab.
[1] Sudradjad. 1997. Petunjuk Memilih Burung Ocehan Bakalan. Depok: Penebar Swadaya.
[2] Basuni, Sambas & Gunawan Setiyani. 1989. Studi Perdagangan Burung di Pasar Pramuka Jakarta dan Teknik Penangkapan Burung di Alam. Media Konservasi, Vol. 2(2): 9-18.
[3] Wibowo, Suryo Adi, Deddy Rudhistiar, Kartiko Ardi Widodo. 2022. Implementasi Low Cost Smart Farming dalam Penangkaran Burung Kicau. Jurnal MNEMONIC, Vol. 5(1): 72-79.
[4] Data harga Poksay Hongkong terbaru dari Tokopedia dan Lazada, Juli 2025.
Kategori: Lain-lain
Tag: burung, ciri, daftar, fungsi, harga, jenis, perawatan, warna