
Apa Itu PABX?
Merupakan singkatan dari Private Automatic Branch Exchange, sebuah PABX pada dasarnya adalah sebuah sistem telepon yang biasa disebut juga dengan switchboard yang digunakan sebagai sistem telepon internal di kantor. Secara sederhana, alat ini difungsikan untuk membuat percabangan hingga beberapa ekstensi dalam satu line telepon, dengan tiap ekstensi bisa saling berkomunikasi dan di-setting sesuai dengan kebutuhan. Sebenarnya, perangkat ini merupakan modem yang berfungsi sebagai control station pusat. Setiap kali ada telepon baru yang masuk, maka telepon tersebut akan di-routing (diarahkan) melalui control station ini. Karena di dalam sistem PABX tersebut telah dimasukkan kode tertentu untuk masing-masing nomor telepon di kantor, atau untuk masing-masing extension, maka telepon masuk tersebut akan diarahkan ke tujuan yang tepat dengan menggunakan kode yang dimasukkan. Alat PABX merupakan teknologi yang canggih karena dapat digunakan sebagai telepon, modem, dan mesin fax, serta bisa digunakan sebagai alat komunikasi internal karyawan di kantor. Alat ini juga memiliki fitur DISA (Direct Answer System Access) dan OGM atau Operator Otomatis yang bisa Anda atur seolah line telepon Anda memiliki operator atau sistem penjawab otomatis di sejumlah kantor perusahaan besar, seperti ‘Terima kasih telah menghubungi PT, silakan tekan extension tujuan atau tekan 1 untuk meminta bantuan’, dan sebagainya. Seiring waktu, dikembangkan pula IP PABX, yakni PABX yang menggunakan teknologi IP (Internet Protocol). IP PABX (kerap juga disebut IP PBX) merupakan kombinasi dari switch atau router dengan PABX yang menangani VoIP (Voice over Internet Protocol), dapat digunakan untuk melakukan bypass jaringan telepon circuit-switched dengan menggunakan jaringan data, untuk berhubungan dengan jaringan data lainnya.[1] Jika dibandingkan perangkat PABX konvensional, perangkat IP PBX diklaim lebih mudah diinstal dan juga lebih mudah diatur hanya dengan menggunakan interface web-browser yang menyediakan status panggilan, status sistem, dan history panggilan. Penggunaan IP PBX dipercaya dapat menghemat biaya infrastruktur dan perawatan dibandingkan PABX tradisional karena jaringan data dan suara yang tidak terpisah dan juga tidak memerlukan biaya yang besar jika ingin menambah user atau ekstensi baru.[2]Review PABX Panasonic 16 Extension
Di pasaran sendiri, sudah banyak perusahaan elektronik yang meluncurkan produk PABX, salah satunya Panasonic. Brand yang berbasis di Jepang itu memiliki sejumlah model PABX, termasuk seri KX-TES824. Ini awalnya dikonfigurasi untuk 3 jalur pertukaran dan 8 ekstensi. Namun, dengan kartu opsional, Anda dapat dengan mudah memperluas kapasitas 6 jalur dan 16 ekstensi, bahkan hingga 8 jalur pertukaran dan 24 ekstensi. Sistem ini dilengkapi dengan DISA/message on busy, extension caller ID, remote modem, dan port USB untuk pemrograman PC. Produk ini menampilkan DISA (Direct Inward System Access) yang memungkinkan penelepon luar mengakses ekstensi apa pun tanpa melalui operator. Pesan salam otomatis dapat direkam oleh manajer operator, mengalihkan panggilan ke departemen atau tujuan yang sesuai. Sistem ini juga dikatakan cukup pintar, bahkan untuk mendeteksi transmisi faksimile yang masuk, mengarahkan panggilan secara otomatis ke ekstensi faksimile yang ditentukan.
Fitur PABX Panasonic 16 Extension
- Hingga 8 jalur CO dan 24 ekstensi.
- Direct Inward System Access (DISA) dengan pesan.
- Uniform Call Distribution (UCD) dengan pesan.
- Mode Siang/Malam/Makan Siang.
- Jenis yang disetujui oleh IDA untuk digunakan di Singapura.
- Tampilan ID Penelepon di SLT.
- Pesan suara bawaan (opsional).
- Penerimaan otomatis 3 tingkat dengan panduan suara.
- Routing SMS fleksibel.
Harga PABX Panasonic 16 Extension
| Varian PABX Panasonic | Harga Baru | Harga Bekas |
| Panasonic KX-TES824 16 Extension | Rp5.400.000 – Rp6.800.000 | Rp1.850.000 – Rp3.950.000 |
| Panasonic KX-TEM824 | - | Rp1.372.000 – Rp2.000.000 |
| Panasonic KX-TA616 | - | Rp1.560.000 – Rp2.150.000 |
Kategori: Telekomunikasi
Tag: elektronik, jalur, jaringan, kabel, kantor, komunikasi, lembaga, Panasonic, telepon