Info Harga Obat Kalium Diklofenak 25 mg dan 50 mg di Apotek

Mengonsumsi makanan anti-peradangan bisa menjadi salah satu cara untuk melawan peradangan kronis yang umumnya berasal dari pola hidup yang tidak . Selain itu, beberapa obat di pasaran juga bisa dimanfaatkan untuk melawan peradangan. Salah satunya adalah obat kalium diklofenak yang bisa ditemukan di sejumlah dengan cukup terjangkau.

Ilustrasi: obat kalium diklofenak

Ilustrasi: obat kalium diklofenak

Peradangan sendiri adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap iritasi, luka, atau infeksi. Ini adalah respons normal dan sebenarnya adalah hal yang baik karena ini bagian alami dari penyembuhan. Namun, peradangan kronis bisa memiliki dampak negatif pada tubuh dan kesehatan Anda.

Obat kalium diklofenak digunakan untuk membantu dalam keadaan peradangan yang disertai rasa sangat setelah trauma (terpukul, terbentur, teriris), peradangan dan nyeri setelah operasi, sebagai obat tambahan pada infeksi THT (telinga, hidung, tenggorokan) yang meradang disertai rasa yang parah, gejala-gejala dengan rasa pada tulang belakang, dan reumatisme non-artikular (rematik bukan pada sendi).

Kalium diklofenak merupakan obat anti nyeri golongan OAINS (obat anti inflamasi non steroid) untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang. Obat ini hanya digunakan dalam jangka pendek untuk meringankan nyeri akibat radang sendi, pengapuran tulang, sakit , atau kram menstruasi. Dalam penggunaan obat ini, juga harus sesuai dengan petunjuk dokter. 

Obat kalium diklofenak yang umumnya ada di pasaran tersedia dalam bentuk tablet. Kalium diklofenak memiliki bentuk sediaan tablet salut selaput. Pada beberapa jenis obat yang juga mengandung kalium diklofenak tetapi memiliki nama dagang yang lain, tersedia dalam bentuk sediaan tablet jenis tablet salut gula dan tablet salut enterik.

Ada dua jenis pada obat kalium diklofenak. Tablet salut selaput kalium diklofenak ada yang memiliki kekuatan 25 mg kalium diklofenak di setiap tabletnya dan ada juga obat ini yang mengandung 50 mg kalium diklofenak per tablet. Perhatikanlah dosis kalium diklofenak untuk setiap yang berbeda.

Indikasi Kalium Diklofenak

Pemberian obat kalium diklofenak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penggunaan obat kalium diklofenak harus terbukti memiliki indikasi peradangan yang diyakinkan dengan hasil diagnosis dokter. Orang-orang yang merasakan nyeri akibat trauma seperti terkilir, nyeri pasca operasi, demam, migrain, dan nyeri haid bisa menggunakan obat kalium diklofenak untuk mengurangi rasa sakit akibat peradangan yang ditimbulkan.

Ilustrasi: obat kalium diklofenak (sumber: hellosehat.com)

Ilustrasi: obat kalium diklofenak (sumber: hellosehat.com)

Pasien atau konsumen yang memiliki kondisi peradangan akibat penyakit rheumatoid arthritis, osteoarthritis, asam urat, dan adnexitis pun bisa menggunakan obat kalium diklofenak. Obat kalium diklofenak juga boleh digunakan pada orang yang memiliki inflamasi telinga, inflamasi hidung, dan inflamasi tenggorokan mulai dari taraf sedang hingga berat.

Anda telah mengetahui melalui penjelasan sebelumnya bahwa obat kalium diklofenak memiliki beberapa manfaat yang terkait dengan kondisi peradangan akibat beberapa penyakit. Berikut ini adalah beberapa manfaat kalium diklofenak yang perlu Anda ketahui.

Manfaat Kalium Diklofenak

  • Untuk menurunkan demam akibat inflamasi.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri akibat inflamasi.
  • Untuk meredakan inflasi telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Untuk meredakan gejala inflamasi akibat osteoarthritis.
  • Untuk mengurangi gejala peradangan akibat rheumatoid arthritis.
  • Untuk meredakan migrain dan nyeri haid.
  • Untuk mengobati spondilitis ankilosa.

Dosis Kalium Diklofenak

Kondisi yang sedang Anda alami bisa diredakan atau diobati dengan menggunakan obat kalium diklofenak. Hal ini tentunya bisa dirasakan apabila Anda minum obat kalium diklofenak sesuai dengan aturan yang berlaku dan dosis yang dianjurkan.

Ilustrasi: dosis mengonsumsi obat (sumber: graziadaily.co.uk)

Ilustrasi: dosis mengonsumsi obat (sumber: graziadaily.co.uk)

Dosis kalium diklofenak pada orang dewasa dan anak di atas usia 14 tahun untuk varian 25 mg adalah 75-100 mg dalam sehari. Pemberian obat kalium diklofenak pada dosis ini terbagi ke dalam 2-3 dosis.

Pada kasus tertentu, dosis kalium diklofenak bisa dilebihkan hingga 100-150 mg sehari. Obat kalium diklofenak dengan kekuatan 50 mg memiliki dosis sebanyak 100-150 mg dalam sehari sebagai dosis awalan dan bisa lebih atau berkurang atas resep dokter.

Efek Samping Kalium Diklofenak

Selain memberikan manfaat, obat kalium diklofenak juga dapat memberikan efek samping tertentu terutama bagi pasien yang memiliki alergi, kontraindikasi, atau yang menggunakan obat kalium diklofenak dengan dosis berlebih. Obat ini bisa menyebabkan reaksi alergi seperti sulit bernapas, pusing, gatal, ruam , mual, muntah, dan terjadi pembengkakan di bagian wajah. Apabila Anda mengalaminya, maka segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Obat kalium diklofenak juga bisa menimbulkan efek samping seperti vertigo, gastrointestinal, masalah penglihatan, darah, eritema, dan pada beberapa sistem organ tubuh. Hentikanlah terapi obat kalium diklofenak dan pergilah ke dokter apabila Anda mengalami efek samping tersebut.

Harga Kalium Diklofenak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, obat kalium diklofenak tersedia dalam dua varian, yakni kalium diklofenak 25 mg dan kalium diklofenak 50 mg. Tablet salut selaput kalium diklofenak 25 mg dijual di apotik dengan harga Rp872 per tablet, sementara kalium diklofenak 50 mg dijual seharga Rp987 per tablet. 

Baca juga  Harga Terbaru Obat Tetes Mata Cendo Xitrol
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Info Harga Obat Kalium Diklofenak 25 mg dan 50 mg di Apotek"