Ciri Fisik dan Update Harga Kucing Balinese (Kitten dan Dewasa)

Meski sekarang sudah banyak orang yang memelihara hewan seperti harimau dan ular, tetapi binatang yang lebih jinak seperti kucing tetap menjadi untuk dijadikan teman di rumah. Sudah ada banyak jenis kucing yang dapat dijadikan peliharaan, seperti Anggora, Persia, dan Balinese. Nah, khusus untuk nama yang disebutkan terakhir, konon punya kecerdasan, sifat yang ramah, dan suka bermain. Karena itu, tidak heran jika harga kucing ini dapat dikatakan relatif mahal.

Kucing balinese
Kucing balinese

Anda pasti sudah sangat familiar dengan hewan bernama kucing. Kucing, seperti dilansir dari Wikipedia, adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata ‘kucing’ biasanya merujuk kepada ‘kucing’ yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada ‘kucing besar’ seperti singa dan harimau karena memang hewan-hewan ini masih satu keluarga.

Bacaan Lainnya

Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang digemari sejak dulu hingga detik ini,[1] bahkan dikatakan menjadi peliharaan paling populer di dunia, selain anjing tentunya. Pasalnya, kucing merupakan hewan yang mudah beradaptasi dan dapat menjadi teman baik bagi manusia, serta telah berbaur cukup lama dengan kehidupan manusia,[2] kabarnya sudah sejak 6.000 tahun SM.

Ciri Kucing Balinese

Saat ini, setidaknya ada sekitar 200 ras kucing yang telah tersebar di berbagai belahan dunia, mulai ras dengan ukuran tubuh yang kecil hingga yang tidak memiliki ekor.[3] Beberapa ras yang cukup populer dan banyak dipelihara masyarakat Indonesia antara lain Anggora, Persia, Bombay, American Shorthair. Selain itu, sekarang juga mulai banyak yang memilih kucing Balinese.

Kucing Balinese adalah jenis kucing domestik berbulu panjang dengan warna titik ala ras Siam dan mata biru safir. Kucing tersebut juga dikenal sebagai ras Siam berbulu panjang murni, karena kucing ini berasal dari mutasi alami dari ras tersebut. Karena itu, pada dasarnya ia adalah kucing yang sama tetapi dengan bulu berukuran sedang dan ekor berbulu yang khas.

Mungkin banyak yang mengira bahwa kucing Balinese berasal dari Bali, atau setidaknya dari Indonesia. Namun, disalin dari Kompas, ras kucing Balinese ternyata tidak ada kaitannya dengan Bali atau Indonesia. Kucing ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1940-an di Amerika setelah kucing Siam berbulu panjang muncul. Dinamakan Balinese karena peternak menilai keanggunan kucing tersebut mencerminkan para penari di Pulau Dewata.

Secara umum, bulunya berukuran sedang, lembut, dan halus, tanpa lapisan bawah berbulu yang khas dari kebanyakan ras berbulu panjang. Warna mata berkisar dari biru pucat hingga safir/ungu, dengan intensitas warna dapat berubah sedikit seiring usia dan diet. Warna paw pad dapat digunakan untuk mengidentifikasi titik warna pada anak kucing. Bantalan merah muda ditemukan di titik cokelat dan ungu, sedangkan bantalan gelap ditemukan dalam titik biru dan segel.

Seperti semua kucing dengan pola titik, anak kucing Balinese dilahirkan murni berwarna krem ​​atau putih dan secara bertahap mengembangkan titik-titik yang terlihat di bagian tubuh yang lebih dingin, seperti wajah, telinga, cakar, dan ekor. Warna mereka dapat diidentifikasi pada saat mereka berusia sekitar empat minggu. Beberapa kucing cenderung menjadi gelap seiring bertambahnya usia, dan umumnya, kucing Balinese dewasa yang hidup di iklim hangat memiliki bulu yang lebih ringan daripada kucing di iklim dingin.

Karena masih satu ras, kucing Balinese  memiliki ciri-ciri kucing Siam berbulu pendek, dan karenanya merupakan kucing dan suka bermain dengan minat yang kuat pada aktivitas di sekitar mereka dan kecenderungan untuk sering bersuara, meskipun pada volume yang lebih rendah. Kucing Balinese juga terkenal memiliki kecerdasan lebih tinggi dari semua ras berbulu panjang, sangat akrobatik, dan menikmati kontak intim dengan pemiliknya.[4] Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk bisa mengadopsi kucing Balinese?

Ilustrasi: Karakteristik Kucing Balinese (credit: buys365)
Ilustrasi: Karakteristik Kucing Balinese (credit: buys365)

Harga Kucing Balinese

Sayangnya, di dalam negeri, tidak begitu banyak pedagang yang menawarkan kucing ini. Namun, dilansir dari berbagai sumber, harga kucing Balinese yang masih anakan berkisar Rp1 jutaan per ekor, sedangkan harga yang sudah dewasa mulai Rp14 jutaan per ekor. Bahkan, ada yang mengatakan harga kucing Balinese bisa mencapai angka puluhan juta rupiah per ekor. Harga tersebut terpantau relatif stabil dari tahun lalu.

Jika Anda kesulitan mendapatkan kucing Balinese, mungkin kucing Siam bisa menjadi alternatif yang tidak kalah lucu dan cerdas. Di beberapa platform jual beli online, kucing ini ditawarkan dengan harga mulai Rp500 ribu per ekor. Berikut informasi kisaran harga kucing Siam saat ini di pasaran.

Harga Siamese Cat

Jenis Siamese CatHarga per Ekor
Siamese Cat Kitten Thailand 3 bulanRp500.000
Siamese Cat Kitten Mix Persia 1 bulanRp500.000
Siamese Cat Kitten BetinaRp650.000 – Rp900.000
Siamese Cat Betina Seal Point DewasaRp1.600.000
Siamese Cat Jantan Seal Point 3 bulanRp2.300.000
Siamese Cat Betina Lilac Point DewasaRp5.180.000

Informasi harga kucing Siamese di atas kami rangkum dari berbagai sumber di internet. Hingga saat ini, harga Siamese Cat Lilac Point usia dewasa relatif stabil. Pastikan Anda selalu mengecek harganya sebelum mengadopsi kucing Siam, karena harga hewan ini tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu.

[Update: Ditta]

[1] Saryoko, Andi dan Yustin Anggraheni Putri. 2016. Penerapan Metode Inferensi Forward Chaining dalam Mendiagnosa Penyakit Kulit pada Kucing. Jurnal Pilar Nusa Mandiri, Vol. XII (1): 91-101.

[2] Kurniati, Nia, dkk. 2017. Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kulit pada Kucing Menggunakan Certainty Factor. ILKOM Jurnal Ilmiah, Vol. 9(1): 34-41.

[3] Fauhani, Sabila Anindita, dkk. 2017. Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Panduan dalam Memelihara Kucing untuk Remaja dan Dewasa Muda usia 16-24 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna Universitas Kristen Petra, Vol. 1.

[4] Somerville, Louisa. 2007. The Ultimate Guide to Cat Breeds. New York: Chartwell Books, hlm. 52.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *