Info Manfaat & Harga Jinten per Kg di Pasaran

No comment176 views

Jintan atau jinten (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum) termasuk rempah yang mudah ditemukan di Indonesia. Bahan satu ini kerap digunakan sebagai obat atau bahan makanan. Jinten tersedia dalam bentuk utuh atau bubuk dan dijual per kg dengan harga beragam.

Ilustrasi: Tanaman Jinten (credt: efloraofindia)

Ilustrasi: Tanaman Jinten (credt: efloraofindia)

Jintan adalah tumbuhan menjalar yang bijinya dapat digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan. Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara.

Jintan mengandung banyak senyawa , di antaranya serat, folat, kalsium, tembaga, A, energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, vitamin E, magnesium, fosfor, zinc, vitamin K, zat besi, dan masih banyak lagi, sehingga menjadikan tubuh akan lebih sehat dan juga lebih kuat dari serangan . Jintan ini memiliki dua jenis, yaitu jintan putih dan jintan hitam, yang dibedakan sesuai dengan jenis warnanya.

Jenis Jintan

Jintan Putih

Jintan putih berasal dari keluarga tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae. Tempat lahirnya dari daerah Laut Tengah bagian Timur sampai India bagian timur. Biji jintan putih mirip dengan biji adas, tetapi lebih kecil dan gelap. Jintan putih sering digunakan sebagai bumbu dapur. Beberapa daerah di Indonesia yang sering menggunakannya pada olahan masakan adalah Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Aromanya kuat dan memberi efek pedas.[1]

Baca juga  Info Terkini Harga Kayu Kruing (Keruing) per Batang

Jintan Hitam

Jintan Hitam (Nigella sativa) digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan juga. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit.[2]

Ilustrasi: Memasak Menggunakan Jinten (credit: epicurious)

Ilustrasi: Memasak Menggunakan Jinten (credit: epicurious)

Manfaat Jinten

Jinten mempunyai yang sangat baik, terutama kandungan karbohidrat, protein, dan seratnya. Jinten putih juga mengandung vitamin A yang sangat baik, yaitu mencapai 1.270 SI per 100 gram bahan. Sedangkan jinten hitam sangat kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Konsumsi 100 gram biji jinten telah memenuhi 55% dari angka kecukupan gizi (AKG) vitamin B1 yang dianjurkan dalam sehari, 35 persen AKG vitamin B6 dan 33 persen AKG niasin.

Jinten juga merupakan sumber kalium yang potensial, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Namun, penggunaan biji jinten pada umumnya hanya sebagai bumbu masakan sehingga jumlahnya tidak banyak. Jinten biasanya digunakan untuk pelengkap bumbu kari atau kuah yang bersantan.

Baca juga  Harga EM4 (Pertanian, Peternakan, Perikanan, Limbah)

Tingginya nilai gizi biji jinten membuatnya dapat direkomendasikan sebagai makanan tambahan. Di Eropa, biji jinten, terutama jinten manis, sering ditambahkan ke dalam aneka kue, cake, ataupun roti untuk memperkuat aroma. Jinten juga ditambahkan pada teh atau susu untuk menambah kenikmatannya.

Untuk keperluan industri makanan dan obat-obatan, biji jinten biasanya diolah menjadi bentuk oleoresin. Oleoresin diperoleh dengan mengekstrak biji jinten yang telah dilumatkan dengan pelarut organik tertentu. Hasil ekstraksi ini berupa bahan semi padat yang memiliki aroma dan rasa khas. Warna minyak oleoresin dari jinten adalah kuning kehijauan. Minyak jinten ini mempunyai keunggulan dalam hal rasa dan aroma yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan biji jinten yang masih segar.[3]

Untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, jinten tentunya tidak dapat dikonsumsi hanya sebagai bumbu masakan. Konsumsi jinten dalam bentuk bumbu sangatlah sedikit. Konsumsi jinten dapat dilakukan dalam jumlah besar karena jinten tidak mengandung komponen yang bersifat alergi dan membahayakan bagi kesehatan. Seperti halnya rempah-rempah lain, jinten dapat direbus dan dikonsumsi sebagai teh. Konsumsi teh jinten dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari.

Baca juga  Update Manfaat & Harga Kacang Almond di Supermarket

Di pasaran saat ini banyak dijual jinten dalam bentuk bubuk. Meskipun lebih praktis, namun rasa dan aromanya kurang tajam dibandingkan jinten yang masih dalam bentuk utuh. Untuk mendapatkan rasa yang tajam, sebaiknya jinten digoreng terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membuat bumbu masakan.[4]

Ilustrasi: Jinten Bubuk (credit: superfoodevolution)

Ilustrasi: Jinten Bubuk (credit: superfoodevolution)

Harga Jinten per Kg

Varian JintanHarga per 1 Kg (Rp)
Biji jinten 1 kg72.000
Jinten bubuk murni 1 kg (1000 gr)55.000 – 130.000
Biji jinten hitam (habatussauda) 1 kg60.000 – 100.000
Habbatussauda jinten hitam cair 1 kg490.000

Informasi harga jinten per kg di atas dirangkum dari berbagai sumber. Perlu Anda ketahui bahwa harga jintan per kilogram dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, harga jinten yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda, tergantung dari promo atau penawaran pihak penjual.

[1]Citraningrum, DM dkk. 2021. Keajaiban Rempah Nusantara. Dianita NA, editor. Magelang: Pustaka Rumah C1nta, hlm 23.

[2]Ibid., hlm 24.

[3]Astawan, M. 2009. Sehat Dengan Hidangan Kacang Dan Biji-bijian. Jakarta: Penebar Swadaya, hlm 64.

[4]Ibid., hlm 65.

author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Manfaat & Harga Jinten per Kg di Pasaran"