Info Manfaat & Update Harga Jinten per Kg di Pasaran (Hitam dan Bubuk)

Jintan atau jinten (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum) termasuk rempah yang mudah ditemukan di Indonesia. Bahan satu ini kerap digunakan sebagai obat atau bahan makanan. Jinten tersedia dalam bentuk utuh (hitam) atau bubuk dan dijual per kg dengan harga beragam.

Ilustrasi: Tanaman Jinten (credt: efloraofindia)
Ilustrasi: Tanaman Jinten (credt: efloraofindia)

Jintan adalah tumbuhan menjalar yang bijinya dapat digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan. Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

Jintan mengandung banyak senyawa sehat, di antaranya serat, folat, kalsium, tembaga, vitamin A, energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, vitamin E, magnesium, fosfor, zinc, vitamin K, zat besi, dan masih banyak lagi, sehingga menjadikan tubuh akan lebih sehat dan juga lebih kuat dari serangan penyakit. Jintan ini memiliki dua jenis, yaitu jintan putih dan jintan hitam, yang dibedakan sesuai dengan jenis warnanya.

Jenis Jintan

Jintan Putih

Jintan putih berasal dari tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae. Tempat lahirnya dari daerah Laut Tengah bagian Timur sampai India bagian timur. Biji jintan putih mirip dengan biji adas, tetapi lebih kecil dan gelap. Jintan putih sering digunakan sebagai bumbu dapur. Beberapa daerah di Indonesia yang sering menggunakannya pada olahan masakan adalah Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Aromanya kuat dan memberi efek pedas.[1]

Baca juga  Update Tarif Konsultan Pajak di Indonesia (SPT Tahunan dan Tax Amnesty)

Jintan Hitam

Jintan Hitam (Nigella sativa) digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan juga. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit.[2]

Ilustrasi: Memasak Menggunakan Jinten (credit: epicurious)
Ilustrasi: Memasak Menggunakan Jinten (credit: epicurious)

Manfaat Jinten

Jinten mempunyai kandungan gizi yang sangat baik, terutama kandungan karbohidrat, protein, dan seratnya. Jinten putih juga mengandung vitamin A yang sangat baik, yaitu mencapai 1.270 SI per 100 gram bahan. Sedangkan jinten hitam sangat kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Konsumsi 100 gram biji jinten telah memenuhi 55% dari angka kecukupan gizi (AKG) vitamin B1 yang dianjurkan dalam sehari, 35 persen AKG vitamin B6 dan 33 persen AKG niasin.

Jinten juga merupakan sumber kalium yang potensial, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Namun, penggunaan biji jinten pada umumnya hanya sebagai bumbu masakan sehingga jumlahnya tidak banyak. Jinten biasanya digunakan untuk pelengkap bumbu kari atau kuah yang bersantan.

Baca juga  Varian dan Update Harga Vitamin Rambut Makarizo

Tingginya nilai gizi biji jinten membuatnya dapat direkomendasikan sebagai makanan tambahan. Di Eropa, biji jinten, terutama jinten manis, sering ditambahkan ke dalam aneka kue, cake, ataupun roti untuk memperkuat aroma. Jinten juga ditambahkan pada teh atau susu untuk menambah kenikmatannya.

Ilustrasi: Jinten Bubuk (credit: superfoodevolution)
Ilustrasi: Jinten Bubuk (credit: superfoodevolution)

Untuk keperluan industri makanan dan obat-obatan, biji jinten biasanya diolah menjadi bentuk oleoresin. Oleoresin diperoleh dengan cara mengekstrak biji jinten yang telah dilumatkan dengan pelarut organik tertentu. Hasil ekstraksi ini berupa bahan semi padat yang memiliki aroma dan rasa khas. Warna minyak oleoresin dari jinten adalah kuning kehijauan. Minyak jinten ini mempunyai keunggulan dalam hal rasa dan aroma yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan biji jinten yang masih segar.[3]

Untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, jinten tentunya tidak dapat dikonsumsi hanya sebagai bumbu masakan. Konsumsi jinten dalam bentuk bumbu sangatlah sedikit. Konsumsi jinten dapat dilakukan dalam jumlah besar karena jinten tidak mengandung yang bersifat alergi dan membahayakan bagi kesehatan. Seperti halnya rempah-rempah lain, jinten dapat direbus dan dikonsumsi sebagai teh. Konsumsi teh jinten dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari.

Di pasaran saat ini banyak dijual jinten dalam bentuk bubuk. Meskipun lebih praktis, namun rasa dan aromanya kurang tajam dibandingkan jinten yang masih dalam bentuk utuh. Untuk mendapatkan rasa yang tajam, sebaiknya jinten digoreng terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membuat bumbu masakan.[4]

Jintan dan Jintan Bubuk (sumber: i.jauns.lv)
Jintan dan Jintan Bubuk (sumber: .jauns.lv)

Harga Jinten per Kg

Varian Jintan Harga per 1 Kg (Rp)
Biji jinten 1 kg 75.000
Jinten putih bubuk 1kg 85.000
Jinten bubuk murni 1 kg (1000 gr) 155.000
Biji jinten hitam (habatussauda) 1 kg 175.000
Habbatussauda jinten hitam cair 1 kg 504.000
Baca juga  Kelebihan dan Update Kisaran Harga Kayu Jati per M3

Informasi harga jinten per kg di atas dirangkum dari berbagai sumber. Perlu Anda ketahui bahwa harga jintan per kilogram dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2021, harga jinten per kg tahun 2022 mengalami kenaikan. Sebagai contoh, biji jinten 1 kilo yang dibanderol Rp72 ribu tahun 2021, naik menjadi Rp75 ribu tahun 2022. Selain itu, harga jinten per kilo yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda, tergantung dari promo atau penawaran pihak penjual.

[Update: Almas]

[1] Citraningrum, DM dkk. 2021. Keajaiban Rempah Nusantara. Dianita NA, editor. Magelang: Pustaka Rumah C1nta, hlm 23.

[2] Ibid., hlm 24.

[3] Astawan, M. 2009. Sehat Dengan Hidangan Dan Biji-bijian. Jakarta: Penebar Swadaya, hlm 64.

[4] Ibid., hlm 65.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.