Harga Getah Pinus per Kg

No comment1441 views

Getah pinus merupakan salah satu HHBK yang dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Berdasarkan FAO (2010), Indonesia berada di urutan terbesar kedua setelah China dalam perdagangan getah pinus internasional. Produksi getah dari Cina sebesar  430.000 ton (60% dari total produksi di dunia) sedangkan Indonesia menghasilkan 69.000 ton (10% dari total produksi di dunia).

Harga, getah, pinus, kayu, pohon, gondorukem, upah, sadap, per, kg, kilogram, di, tingkat, perhutani, pasaran, pasar, dunia, komoditi, komoditas, ekspor, produk, kegiatan, penjualan, modal, pemasaran, manfaat, terpentin, China, Brasil, tanaman, bahan baku, cat, kosmetik, campuran, faktor, pelarut, kosmetik, industri, permen karet

Penyadapan getah pinus (sumber: teropongaceh.com)

Menurut Perhutani, getah pinus merupakan salah satu komoditi yang  memiliki jumlah permintaan tinggi baik di pasar lokal maupun internasional, di mana 80% produksinya dialokasikan untuk kebutuhan ekspor ke Eropa, India,  Korea Selatan, Jepang dan Amerika.

Berdasarkan data Perhutani, pada tahun 2010, produksi gondorukem Perhutani Indonesia sebesar 55.000 ton dan  terpentin sebesar 11.700 ton. Sedangkan permintaan gondorukem di dunia naik sampai 1 juta ton per tahun. Permintaan getah pinus di Indonesia maupun di dunia semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas getah pinus di Indonesia.

Salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan dari tanaman getah pinus yang dapat diolah dan bisa menghasilkan gondorukem dan minyak terpentin. Manfaat dan kegunaan getah pinus yang bisa digunakan sebagai baku cat, kosmetik, dasar aneka industri, farmasi dan pengobatan.

Getah pinus dihasilkan dari getah pinus dengan penyadapan. Pinus merkusii dapat dijumpai di Kalimantan dan Sumatera, terutama di Sumatera dan Aceh dari 200 – 1700 mdpl, terdapat pada tanah-tanah yang tak subur dan bergerumbul.

Baca juga  Harga Traktor Mini Kubota (Semua Varian)

Pinus merupakan salah satu tanaman tropis. Untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik, pinus membutuhkan antara lain:

  • Tanah yang cukup kesuburannya, walaupun unsur hara yang dipergunakan  pinus relatif rendah dibandingkan jenis pohon dalam lebar.
  • Tanah yang tidak terlalu asam (pt 4,5 – 5,5 ).

Getah yang dihasilkan pohon pinus merkusii digolongkan sebagai oleoresin yang merupakan asam-asam resin dalam terpentin yang menetes keluar apabila saluran resin pada atau kulit pohon jenis jarum tersayat atau pecah. Penamaan oleoresin ini dipakai untuk membedakan getah pinus dari getah alamiah (natural resin) yang muncul kulit atau terdapat dalam rongga-rongga jaringan sebagai genus dari anggota famili Dipterocarpaceae, Leguminoceae, dan Caesalpiniaceae.

Getah yang berasal dari pohon pinus berwarna kuning pekat dan lengket, yang terdiri dari campuran bahan kimia yang kompleks. Unsur-unsur terpenting yang menyusun getah pinus adalah asam terpen dan asam abietic. Campuran bahan tersebut larut dalam alkohol, bensin, ether, dan sejumlah pelarut organic lainnya, tetapi tidak larut dalam air. Selain itu dari hasil penyulingan getah Pinus merkusii rata-rata dihasilkan 64% gondorukem, 22,5% terpentin, dan 12,5% kotoran.

Manfaat Getah Pinus

Harga, getah, pinus, kayu, pohon, gondorukem, upah, sadap, per, kg, kilogram, di, tingkat, perhutani, pasaran, pasar, dunia, komoditi, komoditas, ekspor, produk, kegiatan, penjualan, modal, pemasaran, manfaat, terpentin, China, Brasil, tanaman, bahan baku, cat, kosmetik, campuran, faktor, pelarut, kosmetik, industri, permen karet

Gondorukem, salah satu hasil pengolahan dari getah pinus (sumber: Bukalapak)

Getah pinus merupakan bahan baku dari gondorukem dan terpentin. Kegunaan gondorukem yang selama ini dikenal awam adalah sebagai bahan proses batik dan bahan untuk melekatkan patri atau solder. Namun kenyataannya gondorukem mempunyai kegunaan lain yang bernilai ekonomis tinggi yaitu untuk pelapis kertas, bahan additive, tinta printing, industri ban, isolasi alat elektronik, cat, vernis, plastik, sabun. semir sepatu, keramik, lem dan lain lain.

Baca juga  Update Harga Bunga Aster Terbaru di Pasaran

Dari penelusuran online, diketahui getah pinus bisa menghasilkan minyak terpentin biasanya digunakan sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak, bahan campuran vernis yang biasa kita gunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu dan bisa untuk bahan baku kimia lainnya.

Aroma terpentin harum seperti minyak kayu putih, karena keharumannya itu terpentin bisa digunakan untuk bahan pewangi lantai atau pembunuh kuman, bahan baku pembuat parfum, bisa bermanfaat untuk yaitu untuk relaksasi bila digunakan sebagai bahan campuran minyak pijat.

Selanjutnya sebagai salah satu bahan tambahan pembuatan permen karet sehingga menjadi kenyal dan lentur dan aman untuk kesehatan. Getah pinus juga sebagai bahan baku tinta, cat, wipol, kosmetik, tiner, makanan hingga campuran bahan bakar pesawat luar angkasa.

Masalah Produksi dan Pemasaran Getah Pinus

Volume gondorukem Indonesia yang diperdagangkan setiap tahun sekitar 90.000 ton. Sebelumnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya produsen batik mulai kesulitan mendapatkan bahan baku. Selama ini, pasokan gondorukem atau getah pohon pinus yang merupakan salah satu bahan penguat warna dalam pembuatan batik, banyak yang diekspor.

Ilustrasi: proses produksi getah pinus (sumber: infomadiunraya.com)

Faktor modal merupakan faktor yang penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Kelancaran kegiatan penyadapan ini, mulai proses pembelian getah dari penyadap secara kontan untuk tiap satu kali penimbangan per bulan hingga proses pengolahan dan penjualan dalam bentuk produk jadi, sangat bergantung pada ketersediaan modal yang cukup besar, minimal harus memiliki modal dua kali lipat karena dua pekerjaan ditangani sendiri, yaitu kegiatan produksi dan penjualan.

Baca juga  Update Harga Bibit dan Buah Ciplukan Cecendet di Pasaran

Harga Getah Pinus

Harga getah pinus akan disesuaikan setiap tahun berdasarkan harga pasar dunia. Meski sudah ada standar harga pembelian getah pinus dari masyarakat tidak boleh melakukan menekan harga beli karena dinilai akan menyulitkan masyarakat, Harga getah pinus harus berdasarkan harga pasar dan tidak dimonopoli oleh pihak lain.

Saat ini dengan harga (upah) sadap getah pinus Rp3.560 ribu per kilogram di tingkat Perhutani. Upah sadap getah pinus sendiri ada dua, yaitu mutu dua dengan upah deres Rp3.500 per kg, sedangkan untuk mutu satu dengan harga upah deres Rp3.800 per kg. Namun di tingkat pasar, getah pinus bisa dijual mulai Rp11 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Ciri-ciri getah pinus yang mutu satu di antaranya berwarna putih, tidak ada kotoran dan air harus dibuang, bila masih ada kotoran itu masuk mutu dua. Untuk mendapatkan getah yang berkualitas super itu hanya di musim kemarau, kalau di musim hujan saat ini getah yang dihasilkan para penyadap pasti mutu dua, sedangkan untuk sosialisasi kepada para penyadap dilakukan satu bulan sekali.

loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Harga Getah Pinus per Kg"