Cara Minum dan Update Harga Dulcolax Tablet (Strip dan Box)

Siapa saja pasti pernah mengalami kondisi sembelit atau susah buang air besar (BAB). Tak hanya orang dewasa, sembelit juga dialami anak maupun bayi yang baru lahir. Untuk mengatasi masalah tersebut, konsumsi obat biasanya yang sering dilakukan. Namun, dibandingkan dalam bentuk gel, pencahar bentuk tablet lebih sering dipilih karena lebih praktis. Di pasaran sendiri, sudah ada sejumlah obat pencahar tablet yang diklaim efektif meringankan masalah sembelit, salah satunya Dulcolax. Anda bisa membelinya di berbagai apotek dengan harga relatif terjangkau.

Dulcolax tablet (sumber: hellosehat)
Dulcolax tablet (sumber: hellosehat)

Pengobatan Sembelit

Bicara soal sembelit, kondisi ini merupakan pergerakan tinja yang lambat dan berkaitan dengan keras atau lunaknya tinja serta frekuensi buang air besar. Biasanya sembelit dipengaruhi oleh diet, komposisi tinja, pergerakan saluran pencernaan, hingga penyumbatan karena suatu benda.[1] Kelompok usia yang paling berisiko mengalami sembelit antara lain ibu hamil, orang dengan berat badan berlebih atau kegemukan, lansia, dan orang yang terlalu sering duduk berlama-lama.

Bacaan Lainnya

Tanda dan gejala sembelit cukup beragam. Meski demikian, orang yang mengalami konstipasi umumnya mengalami gejala seperti susah buang air besar, feses keras atau kering, sakit perut dan terasa mual, buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, perut terasa kencang, atau keras atau penuh atau padat, buang air besar berdarah atau keluar darah setelah buang air besar, serta tidak puas setelah buang air besar atau merasa ada yang tersumbat.

Normalnya, frekuensi buang air besar yang sehat adalah 1 sampai 3 kali sehari. Bila kurang dari angka ini, Anda mengalami kondisi susah buang air besar atau sembelit. Selain frekuensi buang air besar yang menurun dari normal, kesulitan buang air besar karena tinja yang keras dan membuat prosesnya tidak nyaman juga dapat disebut sembelit.

Baca juga  Update Harga Minuman Serbuk Ekstrak Sarang Walet B-Lution 7

Pengobatan Sembelit

  • Tambahkan lebih banyak serat ke dalam makanan mereka. Buah-buahan, sayuran (disarankan agar anak-anak mendapatkan lima porsi buah dan sayuran sehari untuk kesehatan mereka secara keseluruhan), dan biji-bijian utuh dapat membuat perbedaan besar. Sereal juga dapat membantu, seperti halnya jus.
  • Beri mereka lebih banyak air untuk diminum. Jika mereka tidak minum banyak cairan, tinja akan menjadi lebih keras, bahkan sebelum sampai ke usus besar, dan tugas usus besar adalah mengeluarkan air dari tinja. Air putih lebih baik daripada jus, soda, atau minuman lain. Ini juga lebih baik daripada susu.
  • Perhatikan asupan susu mereka. Minum banyak susu dapat menyebabkan konstipasi pada beberapa anak. Ini juga dapat menyebabkan anemia, dan dapat membuat anak-anak kurang lapar akan makanan lain seperti buah-buahan dan sayuran. Anak-anak usia 1 hingga 8 tahun setidaknya mengonsumsi sekitar 2 cangkir susu sehari, dan anak-anak yang lebih tua sekitar 3 cangkir tiap hari.
  • Pastikan mereka pergi di toilet secara teratur. Dapat dimengerti jika anak-anak dengan sembelit cenderung menghindari pergi ke kamar mandi. Tetapi, menghindari adalah hal terburuk yang dapat mereka lakukan. Mintalah mereka duduk sebentar setelah setiap kali makan, yang merupakan waktu ketika tubuh paling mungkin perlu mengeluarkan kotoran. Anda dapat membuatnya lebih mudah menggunakan buku komik, majalah, atau permainan genggam. Atur timer setidaknya selama lima menit.

Jika cara-cara di atas tidak berhasil, coba obat. Ada banyak jenis obat yang membantu mengatasi sembelit. Beberapa, seperti polietilen glikol, bekerja dengan menarik lebih banyak air ke dalam tinja dan membuatnya lebih lembut. Yang lainnya, seperti senna, bekerja dengan membantu mendorong tinja masuk. Kadang-kadang menggunakan supositoria gliserin dapat membantu merangsang keluarnya feses.

Baca juga  Update Harga Masker Rambut Makarizo Sachet Semua Varian

Pengobatan simtomatik dilakukan untuk menghilangkan gejala sembelit, misalnya dengan memberikan obat pencahar. Obat atau laksansia sendiri adalah zat-zat yang dapat menstimulasi gerakan peristaltik usus sebagai refleks dari rangsangan langsung terhadap dinding usus dan dengan demikian menyebabkan atau mempermudah buang air besar dan meredakan sembelit.[2]

Ilustrasi: sembelit/susah buang air besar (sumber: verywellhealth)
Ilustrasi: sembelit/susah buang air besar (sumber: verywellhealth)

Indikasi Dulcolax

Di pasaran, sudah ada banyak obat yang diklaim mampu meredakan sembelit, termasuk Dulcolax. Obat Dulcolax merupakan tipe stimulan untuk memberikan rasa lega dari konstipasi yang menyakitkan. Obat ini biasanya juga digunakan dalam sakit untuk mengosongkan usus sebelum operasi. Saat ini, Dulcolax tersedia dalam dua varian, yaitu tablet dan sirup.

Dulcolax mengandung bahan aktif Bisakodil yang merangsang dan kontraksi usus besar sehingga dapat mengeluarkan feses sekaligus. Tablet ini umumnya bekerja setelah 6 sampai 12 jam setelah diminum. Namun, disarankan untuk tidak memberikan obat ini kepada anak di bawah usia empat tahun. Jika keluhan timbul selama satu sampai empat minggu, ini menandakan sembelit telah bersifat akut.

Cara Minum dan Dulcolax Tablet untuk Sembelit

  • Dewasa dan anak di atas 10 tahun: 1 sampai 2 tablet salut enterik (5 sampai 10 mg) sehari.
  • Anak umur 6 sampai 10 tahun: 1 tablet salut enterik (5 mg) sehari.

Disarankan untuk memulai dengan terendah. Dosis dapat disesuaikan sampai dosis maksimum yang dianjurkan untuk menghasilkan buang air besar yang teratur. Dosis maksimum harian tidak boleh dilampaui. Anak-anak berusia 10 tahun atau lebih muda dengan sembelit kronis atau persisten harus dirawat di bawah pengawasan dokter. Tablet dianjurkan untuk diminum pada malam hari untuk mendapatkan buang air besar keesokan harinya. Tablet harus ditelan dalam keadaan utuh dengan air secukupnya.

Baca juga  Update Harga Infant Warmer (Inkubator Bayi Prematur)

Cara Minum dan Dulcolax Tablet untuk Persiapan Diagnostik dan Sebelum Operasi

  • Dewasa: 2 sampai 4 tablet salut pada malam hari sebelum pemeriksaan, diikuti dengan 1 supositoria pada pagi hari pemeriksaan.
  • Untuk anak usia 6 tahun atau lebih, dianjurkan 1 (satu) tablet pada malam hari dan 1 (satu) supositoria pediatrik pada pagi hari.

Efek Samping Dulcolax Tablet

  • Efek samping yang paling umum dilaporkan selama pengobatan adalah nyeri perut dan diare.
  • Gangguan sistem kekebalan, yakni reaksi anafilaksis, angioedema, hipersensitivitas.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi berupa dehidrasi.
  • Gangguan sistem saraf seperti pusing.
  • Gangguan pencernaan meliputi kejang perut, nyeri perut, diare, mual, hematochezia (darah di dalam tinja), muntah, hingga rasa tidak nyaman pada perut, anorektal, kolitis termasuk kolitis iskemik.
Ilustrasi: Dulcolax Tablet (credit: ameliasubarkah.net)
Ilustrasi: Dulcolax Tablet (credit: ameliasubarkah.net)

Jika pengobatan dengan obat tidak bekerja efektif, maka pasien dimungkinkan menjalani pengobatan kausal, yaitu menghilangkan penyumbatan pada usus. Untuk keperluan ini, sebaiknya pasien berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang cocok dan efektif.

Harga Dulcolax Tablet

Kemasan Dulcolax Tablet Harga
Dulcolax Strip 4 Tablet Rp8.000 – Rp11.900
Dulcolax Strip Isi 10 Tablet Rp17.000 – Rp22.888
Dulcolax Box Isi 200 Tablet Rp339.900

Harga Dulcolax tablet kemasan strip dan box di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk apotek dan situs jual online. Perlu Anda catat bahwa harga obat ini tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya, Dulcolax strip isi 4 tablet dijual seharga Rp9 ribu sampai Rp10 ribuan, sedangkan harga Dulcolax strip isi 10 tablet Rp16.560 sampai Rp20.600.

[Update: Panca]

[1] Febry, Ayu. 2010. Smart Parents. Jakarta: GagasMedia, hlm. 62.

[2] Tan dan Kirana. 2007. Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm. 300.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *