Update Tarif Tol Surabaya-Malang (via Surabaya-Gempol, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang)

Perjalanan dari Surabaya ke Malang atau sebaliknya lewat jalur darat saat ini memang semakin mudah dan lancar. Pasalnya, kedua kota besar di Jawa Timur tersebut sudah terhubung dengan jalan tol. Namun, untuk bisa memakai fasilitas ini, pengendara wajib membayar sejumlah tarif, tergantung golongan kendaraan, karena jalan tol memang adalah jalan umum yang kepada para pemakainya dikenakan kewajiban membayar tol.[1]

Ilustrasi: ruas jalan tol (sumber: infosurabaya.id)

Ilustrasi: ruas jalan tol (sumber: infosurabaya.id)

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan jalan tol. Ini dapat dikatakan sebagai fasilitas jalan raya yang biasanya memiliki dua jalur atau lebih di setiap arah agar lalu lintas berlangsung secara eksklusif, dengan pengendalian penuh atas akses dan egres. Dalam tingkat jalan raya, jalan tol sering dikatakan sebagai satu-satunya fasilitas yang menyediakan arus bebas hambatan yang sempurna, tersusun atas tiga sub-komponen, yakni ruas jalan tol dasar, area percabangan, dan pintu tol.[2]

Dengan semakin tingginya tingkat mobilitas penduduk, pembangunan jalan tol memang dirasa perlu dan penting. Selain untuk mempermudah akses dari satu kota ke kota lainnya, jalan tol juga akan meminimalkan risiko kemacetan lalu lintas, terutama di daerah-daerah padat pabrik dan industri, termasuk di jalur Surabaya menuju Jombang maupun sebaliknya.

Ruas Tol Surabaya-Malang

Sebenarnya, tol Surabaya-Malang terbagi menjadi beberapa ruas bagian. Bagian yang pertama adalah jalan tol Surabaya-Gempol yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi mereka yang sering bepergian di jalur ini. Dengan panjang ruas jalan tol mencapai 43 km, jalan tol Surabaya tersebut telah beroperasi sejak tahun 1986 silam. Akan tetapi, karena adanya bencana lumpur Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, ruas jalan tol tersebut terpotong sejauh 6 km yang menghubungkan Porong dan Gempol.

Sejak saat itu, pemerintah pun memutuskan untuk menutup ruas tersebut dan panjang tol Surabaya kini hanya sekitar 37 km saja. Jalan tol tersebut mempunyai 2x3 lajur (Waru-Dupak) dan 2 lajur (Waru-Gempol), 7 interchange, 27 jembatan perlintasan kendaraan, dan 2 jembatan penyeberangan orang. Di ruas tersebut, memiliki 10 gerbang tol, yang terdiri dari 6 gerbang tol dengan sistem transaksi terbuka dan 4 gerbang dengan sistem transaksi tertutup.

Baca juga  Mudahkan Transaksi, Beli Kartu Flazz BCA Dimana?

Akibat dari bencana Lumpur Lapindo yang menenggelamkan jalan tol ruas Porong-Gempol sepanjang 6 km itu juga, pemerintah mulai mengoperasikan jalan raya arteri baru Porong sejak tahun 2012, yang diproyeksikan dapat menjadi Kota Porong Baru dan menjadi penyangga bagi kota lama Porong yang sudah ada.

Selain itu, relokasi tol ruas Porong-Gempol sepanjang 10 km juga mulai dikerjakan secara bertahap oleh pemerintah. Pada tahun , dioperasikan ruas Kejapanan-Gempol sepanjang 3,55 kilometer yang mulai dibuka sejak 18 Mei 2015. Kemudian, pada tahun 2018, ruas Porong-Kejapanan sepanjang 6,45 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Desember 2018. Sejak tahun ini, jalan tol Surabaya-Gempol telah kembali beroperasi secara utuh setelah terputus selama 12 tahun dan menambah panjang jalan tol ini dari 43 km menjadi 45 km.

Gerbang tol Pandaan (sumber: globalnusantara.net)

Gerbang tol Pandaan (sumber: globalnusantara.net)

Jalan tol Surabaya-Gempol sendiri berbatasan dengan ruas jalan tol lain. Di sebelah selatan menuju arah Malang, ruas jalan tol ini terhubung dengan tol Gempol-Pandaan. Ini adalah jalan tol yang terbentang sepanjang 13,61 km yang menghubungkan daerah Gempol dengan Pandaan di Kabupaten Pasuruan. Merupakan kelanjutan tol Surabaya-Gempol, jalan tol ini adalah salah satu akses yang menghubungkan Surabaya dengan Malang.

Ruas yang kedua adalah jalan tol Gempol-Pandaan, yang dibangun PT Margabumi Adhikaraya (sekarang bernama PT Jasamarga Pandaan Tol), perusahaan patungan antara PT Jasa Marga dan PT Transmarga Jatim Pasuruan, dengan mayoritas dimiliki PT Jasa Marga. Pembangunan jalan tol ini dikatakan menghabiskan anggaran Rp1,472 triliun. Dana tersebut berasal dari modal sendiri dan pinjaman dari Bank Panin dan pengerjaanya direncanakan selesai dalam waktu 15 bulan dengan dua tahap, tahap pertama dibangun sepanjang 12,05 km dan sisanya, sekitar 1,1 km dibangun setelah tahap pertama selesai.

Pada 5 April 2012, pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan diresmikan dengan pemancangan tiang pertama oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Dirut PT Margabumi Adhikarya, Ir. Setiyono, dan Bupati Pasuruan, Dade Angga di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kemudian, setelah beberapa kali tertunda, operasional jalan tol ini akhirnya diresmikan pada tanggal 12 Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga  Info Terbaru Harga Tiket Kereta Api Purwojaya Jakarta-Cilacap

Akses dari Pandaan ke Malang kemudian dilanjutkan menggunakan jalan tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,48 km. Jalan tol ini mulai dibangun pada tahun 2016, tetapi sempat terhambat karena adanya penemuan situs bersejarah Kerajaan Singasari pada bulan Maret 2019 di seksi 5 kilometer ke-37, Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Akhirnya, ruas jalan tol digeser delapan meter ke bantaran Sungai Amprong.

Pada pertengahan Mei 2019, pemerintah meresmikan pengoperasian ruas jalan tol Pandaan-Malang yang masuk dalam jaringan Trans Jawa. Peresmian ruas jalan tol tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan jajaran direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Seperti disampaikan di atas, jalan tol Pandaan-Malang memiliki total panjang 38,488 km. Pada Juni 2020, PT Jasamarga Pandaan Malang akhirnya mengoperasikan ruas Pandaan-Malang seksi V Pakis-Malang. Dengan diresmikannya seksi tersebut, perjalanan ke Malang melalui GT Pakis dan GT Malang menjadi hanya 10 menit dari sebelumnya sekitar 30 menit.

Gerbang tol Singosari (sumber: liputan6)

Gerbang tol Singosari (sumber: liputan6)

Tarif Tol Surabaya-Gempol (Sistem Tertutup)

Asal Tujuan Golongan Kendaraan
IIIIIIIVV
WaruSidoarjoRp6.000Rp9.000Rp9.000Rp12.000Rp12.000
PorongRp9.000Rp14.000Rp14.000Rp18.500Rp18.500
SidoarjoWaruRp6.000Rp9.000Rp9.000Rp12.000Rp12.000
PorongRp5.500Rp8.500Rp8.500Rp11.500Rp11.500
PorongSidoarjoRp5.500Rp8.500Rp8.500Rp11.500Rp11.500
WaruRp9.000Rp14.000Rp14.000Rp18.500Rp18.500

Tarif Tol Surabaya-Gempol (Sistem Terbuka)

Asal Tujuan Golongan Kendaraan
IIIIIIIVV
DupakWaruRp5.000Rp8.000Rp8.000Rp10.500Rp10.000
KejapananGempolRp3.000Rp5.000Rp5.000Rp6.500Rp6.500
Baca juga  Info Terbaru Tarif Tol Jakarta Bogor via Jagorawi (Semua Golongan Kendaraan)

Tarif tol Surabaya-Gempol di atas berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 1117/KPTS/M/2020. Dibandingkan tahun sebelumnya, tarif ini memang mengalami penyesuaian, yang berlaku mulai tanggal 17 Januari 2021 dan secara umum mengalami kenaikan. Tarif tol Surabaya-Gempol sistem terbuka dari Dupak menuju Waru misalnya, kendaraan golongan I yang semula dikenakan Rp3.500, sekarang naik menjadi Rp5.000, sedangkan tarif kendaraan golongan II yang awalnya Rp4.500, saat ini menjadi Rp8.000.

Ruas tol Gempol-Pandaan (sumber: jasamarga.com)

Ruas tol Gempol-Pandaan (sumber: jasamarga.com)

Tarif Tol Gempol-Pandaan

Asal Tujuan Golongan Kendaraan
IIIIIIIVV
Gempol ICGempol JCRp3.000Rp5.000Rp5.000Rp6.000Rp6.000
Gempol JCPandaan ICRp8.500Rp14.000Rp14.000Rp17.500Rp17.500
Gempol ICPandaan ICRp11.000Rp18.500Rp18.500Rp23.500Rp23.500

Tarif tol Gempol-Pandaan di atas berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1250/KPTS/M/2019, yang berlaku mulai tanggal 31 Januari 2020 hingga sekarang. Dibandingkan kebijakan yang dirilis tahun 2017 silam, ada kenaikan tarif untuk kendaraan golongan I dan II, sedangkan tarif untuk kendaraan golongan III, IV, dan V mengalami penurunan.

Lalu, bagaimana dengan tarif tol Pandaan-Malang yang merupakan ruas terakhir jalan tol Surabaya-Malang? Tarif tol Pandaan-Malang masih gratis selama musim mudik dan balik Lebaran 2019. Setelah masa angkutan Idul Fitri 2019 selesai, pemerintah baru menentukan besaran tarif tol untuk ruas Pandaan-Malang, yang dilanjutkan setelah seksi V Pakis-Malang resmi beroperasi pada Juni 2020.

Tarif Tol Pandaan-Malang

Tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 330/KPTS/M/2020 yang berlaku sejak 6 Juni 2020, seiring pengoperasian ruas Pandaan-Malang seksi V Pakis-Malang. Sebelumnya, dasar tarif yang digunakan adalah KEPMEN 712/KPTS/M/2019 tanggal 1 Agustus 2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif pada Jalan Tol Gempol-Pandaan Tahap II serta KEPMEN 712/KPTS/M/2019 tanggal 1 Agustus 2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif pada Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi I-III (Pandaan-Singosari). (Panca)

[1] Suwardo, Haryanto I. 2018. Perancangan Geometrik Jalan Standar dan Dasar-Dasar Perancangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

[2] Iswara, Ade Yudha, dkk. 2017. Kajian Potensi Pengguna Jalan Tol Malang-Kepanjen. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Vol. 1(2).

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Tarif Tol Surabaya-Malang (via Surabaya-Gempol, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang)"