Info Terbaru Harga Angkong (Berbagai Merk)

Jika Anda sehari-harinya bergelut dengan pekerjaan bangunan, pasti sudah tidak asing lagi dengan angkong. Ini adalah sebuah alat atau gerobak beroda satu yang berguna untuk mengangkat material bangunan, seperti semen dan pasir, sehingga memudahkan pekerjaan tukang. Biasanya hadir dalam warna merah, harga angkong berkisar ratusan ribu rupiah per unit.

Ilustrasi: Mengangkut Kelapa Sawit Menggunakan Angkong (credit: Media Indonesia)
Ilustrasi: Mengangkut Kelapa Sawit Menggunakan Angkong (credit: Media Indonesia)

Apa Itu Angkong?

Saat Anda menelusuri Google, mungkin akan sedikit dibuat bingung dengan istilah angkong. Menurut Wikipedia, angkong dikatakan sebagai kendaraan dengan tenaga manusia, yang terdiri dari sebuah kereta beroda dua yang ditarik oleh tenaga manusia. Kendaraan seperti ini biasa ditemukan di Afrika (Kenya dan Madagaskar) serta di sejumlah negara Asia seperti Tiongkok, Bangladesh, India, dan Jepang.

Bacaan Lainnya

Angkong juga merupakan salah satu merk asal China yang dikatakan manjur untuk memperlancar penyumbatan darah bagi pasien dengan penyakit stroke untuk mencegah kematian sel-sel di dalam kotak. Obat yang punya nama asli Angkung Angong Niu Huang ini juga diklaim dapat mengatasi koma atau kejang-kejang akibat panas tinggi dan meningitis serta dapat menghancurkan gumpalan darah yang disebabkan jatuh atau benturan.

Baca juga  Info Terbaru Kisaran Harga Fiber Bening Lembaran

Nah, yang lain, angkong adalah sebuah gerobak tangan atau kereta sorong beroda satu yang digunakan biasanya untuk membawa barang. Gerobak ini didesain untuk didorong dan dikendalikan oleh seseorang memakai dua pegangan di bagian belakang gerobak. Gerobak ini membagi beban bawaan antara roda dengan pengguna, sehingga memungkinkan seseorang membawa barang yang lebih berat dan lebih besar dibanding dia membawanya langsung. Selain digunakan untuk konstruksi, alat ini juga kerap dipakai di bidang perkebunan.

Di perkebunan, pekerjaan memungut brondolan buah dan mengangkong memang merupakan kegiatan yang paling melelahkan.[1] Selain itu, pekerjaan tersebut juga tergolong sebagai pekerjaan yang membutuhkan waktu paling lama dalam proses pemanenan. Ini bahkan membuat brondolan buah yang tercecer dibiarkan membusuk di tanah dan akhirnya mengakibatkan kerugian.[2] Karena itu, dibutuhkan sebuah alat yang dapat membantu mereka, termasuk angkong ini.

Konon, gerobak dorong ini sudah eksis sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Pada zaman itu, gerobak dorong hadir dalam bentuk kereta beroda tunggal. Dar daftar di Kuil Eleusis, terdapat gerobak dengan 1 badan untuk sebuah roda tunggal. Kemudian, gerobak tangan beroda satu juga ditemukan dalam relief pada nisan Dinasti Han pada abad ke-2 Masehi. Batu nisan tersebut berlukiskan seseorang sedang mendorong gerobak tangan, yang ditemukan pada nisan di Chengdu, Provinsi Sichuan.

Baca juga  Info Terbaru Komponen dan Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

Gerobak tangan atau angkong ini kemudian muncul kembali di daratan Eropa, sekitar tahun 1170 hingga 1250 Masehi. Gerobak tangan Zaman Pertengahan ini secara umum mempunyai satu roda di bagian depan (kontras dengan gerobak tangan China yang menempatkan roda di bagian tengah). Nah, pengaturan tersebut biasa ditemukan di gerobak tangan saat ini.

Sebenarnya, alat bantu angkong dan gancu yang sering digunakan di lapangan tidak menghasilkan kenyamanan bagi pekerja. Posisi kerja pekerja yang terlihat tidak natural dan dipaksa mengikuti desain alat bantu kerja yang tidak sesuai dengan antropometri pekerja, menyebabkan keluhan fisik, seperti tubuh terlalu membungkuk, pegal-pegal, hingga rasa sakit pada punggung, bahu, dan tangan.[3]

Ilustrasi: dorong gerobak angkong (sumber: tokopedia)
Ilustrasi: dorong gerobak angkong (sumber: tokopedia)

Meski demikian, angkong masih sering digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan dan di perkebunan. Bentuk alat yang tidak terlalu besar, dapat dioperasikan hanya oleh satu orang, serta harga yang cukup terjangkau, menjadi alasan mengapa alat ini tetap dipakai. Berbicara soal harga, berikut kisaran harga angkong di pasaran dalam negeri.

Baca juga  Update Harga Resleting YKK Semua Model (Ecer, per Meter, per Lusin)

Harga Angkong

Merk/Produk Angkong Harga
Marshal Angkong 400 kg Rp375.000
Mancini Super 500 kg Rp460.000 – Rp490.000
Das Gluck Singa Hijau 400 kg Rp600.000
Das Gluck Singa Biru 400 kg Rp620.000
ARTCO Angkong Rp640.000 – Rp685.000
Das Gluck Singa Oranye 400 kg Rp729.000

Harga angkong di atas kami rangkum dari sejumlah sumber, termasuk toko peralatan berkebun serta jual beli online. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga angkong saat ini bervariasi. Angkong Marshal 400 kg misalnya, awalnya dijual Rp399 ribu dan sekarang sedikit turun menjadi Rp375 ribuan. Sebaliknya, harga angkong Das Gluck Singa Hijau 400 kg naik dari Rp530 ribu menjadi Rp600 ribuan.

[1] Putranti, K. A. 2013. Studi Waktu (Time Study) pada Aktivitas Pemanenan Kelapa Sawit di Perkebunan Sari Lembah Subur, Riau. Jurnal Keteknikan Pertanian, Vol. 26(2): 99-106.

[2] Adetan, D. A., et al. 2007, An improved pole-and-knife method of harvesting oil palms. International Commission of Agricultural Engineering (CIGR) e-Journal (9): 6-27.

[3] Hidayat, Risky, et al. 2013. Analisis Perancangan Alat Bantu Kerja Operator Angkut di Stasiun Pemanenan pada PT Perkebunan X. e-Jurnal Teknik Industri FT USSU, Vol. 4(1): 25-32.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *