Review dan Harga LiteBeam M5 (Baru dan Bekas)

No comment772 views

menjadi salah satu cara yang saat ini digunakan oleh banyak orang untuk bisa mengakses . Di pasaran sendiri, sudah beredar begitu banyak perangkat wireless yang punya menawarkan keunggulan dan juga semakin hari, harganya semakin terjangkau. Nah, salah satu model yang saat ini cukup populer di kalangan konsumen dalam negeri adalah LiteBeam M5.

Antena internet (sumber: vice.com)

Antena internet (sumber: vice.com)

Sebagian besar dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan wireless. Komunikasi bisa dikatakan sebagai transfer informasi atau daya antara dua titik atau lebih yang tidak terhubung oleh konduktor listrik. Teknologi paling umum menggunakan gelombang radio. Dengan gelombang radio, jaraknya bisa pendek, seperti beberapa meter untuk Bluetooth atau sejauh jutaan kilometer untuk komunikasi radio ruang-dalam.

Operasi nirkabel memungkinkan layanan, seperti komunikasi seluler dan antarplanet, yang tidak mungkin atau tidak praktis untuk diimplementasikan dengan menggunakan kabel. Istilah ini umumnya digunakan dalam industri telekomunikasi untuk merujuk pada sistem telekomunikasi (misalnya pemancar dan penerima radio, remote control, dll), yang menggunakan beberapa bentuk energi (seperti gelombang radio, energi akustik) untuk mentransfer informasi tanpa menggunakan kabel.[1][2]

Nah, agar sinyal wireless atau Wi-Fi dapat masuk ke dalam gadget atau pengguna, maka diperlukan antena Wi-Fi. Secara umum, fungsi dari antena ini adalah untuk menerima sekaligus menyalurkan sinyal Wi-Fi ke gadget, notebook, maupun komputer pengguna. Di pasaran sendiri, antena Wi-Fi sudah hadir dalam beragam jenis atau model, antara lain sebagai berikut.

Baca juga  Info Lengkap Syarat, Ketentuan, dan Harga Paket XL Go Izi

Jenis Antena Wireless

Antena internet nirkabel (sumber: change.org)

Antena internet nirkabel (sumber: change.org)

  • Antena grid, berbentuk seperti jaring. Sayangnya, cakupan dari antena ini hanya searah. Selain itu, dibutuhkan antena pemancar yang diletakkan di tempat lain agar antena ini dapat menangkap sinyal Wi-Fi. Saat antena grid diletakkan mengarah pada antena pemancar, maka akan diperoleh sinyal yang kuat.
  • Antena omni, bentuknya mirip tongkat dengan ukuran lebih kecil. Dibandingkan antena grid, cakupan antena omni lebih luas dan menyebar ke semua arah dengan membentuk semacam lingkaran. Meskipun cakupannya cukup luas, jangkauannya tetaplah pendek.
  • Antena yagi, punya prinsip kerja mirip antena grid. Perbedaan mencolok antara antena yagi dan grid terletak pada bentuk dan penggunaannya. Tidak seperti antena grid, antena yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu driven, reflector, dan director. Antena jenis ini sendiri sangat jarang dipakai dalam sebuah jaringan.
  • Antena sectoral, punya bentuk mirip dengan antena omni dan mampu menampung 5 klien sekaligus. Antena ini mempunyai cakupan yang tidak begitu luas, tetapi sanggup menjangkau jarak lebih jauh. Pada umumnya, antena ini dipasang secara vertikal dengan sectoral sudut hingga 120 derajat. Namun, tak jarang juga yang memasangnya secara horizontal.
  • Antena 8 quad, merupakan bagian dari antena sectoral. Sebab, pola radiasinya masih dalam satu arah jika dibuat sudut arah yang lebar. Biasanya, antena ini sering digunakan untuk antena access point saat klien berada di sebuah area.
  • Antena PVC, terbuat dari pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Tak heran jika antena ini tidak akan berkarat meskipun dipasang di luar ruangan. Keunggulan lainnya adalah tahan terhadap berbagai cuaca serta mudah saat dipasang. Sayangnya, antena ini hanya bisa mencakup sinyal dalam jarak dekat, sekitar 200 hingga 300 meter.
  • Antena wajan bolic, punya desain mirip parabola, dengan bahan untuk parabola menggunakan wajan. Antena ini kerap dipakai untuk memperkuat sinyal yang berasal dari hotspot dengan jarak jauh dan susah ditangkap USB wireless adapter.
Baca juga  Pilihan dan Harga Paket Wifi Murah untuk di Rumah

Review LiteBeam M5

Saat ini, tidak susah mendapatkan antena Wi-Fi karena sudah banyak merk dan model yang bisa ditemukan di pasaran. Nah, jika kebetulan Anda hendak membuka bisnis jaringan Wi-Fi  skala RT/RW, salah satu produk yang sering dipakai adalah LiteBeam M5 (LBE-M5-23) buatan Ubiquiti Network. Punya fitur yang mirip saudara tuanya, PowerBeam M5, produk ini dikatakan mengusung beragam keunggulan.

Litebeam M5 (sumber: olx.co.id)

Litebeam M5 (sumber: olx.co.id)

LiteBeamM menyediakan gain 23 dBi untuk konektivitas jarak jauh dan menggunakan antena directional untuk meningkatkan kekebalan noise. Produk ini juga dikatakan menampilkan kebebasan keselarasan tiga sumbu, karena LiteBeam M5 sepenuhnya dapat dirakit dalam hitungan detik dan tidak ada peralatan yang diperlukan, hanya kunci tunggal diperlukan untuk memasangnya.

Produk ini juga sudah menggabungkan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menghasilkan kombinasi throughput dan jangkauan yang luas dengan yang lebih . Teknologi InnerFeed (juga ada pada model LBE-5AC-23) terintegrasi ke seluruh sistem radio ke dalam feeder antena, dan sangat revolusioner. Protokol TDMA airMAX meningkat kinerja jaringan dan skalabilitas.

Baca juga  Update Info Paket Unlimited Axis Tanpa Kuota

Tidak seperti protokol standar Wi-Fi, protokol eksklusif Ubiquiti Networks, airMAX Time Division Multiple Access (TDMA), memungkinkan setiap klien untuk mengirim dan menerima menggunakan “slot waktu” yang sudah ditentukan dan dikelola oleh AP controller. Metode ini menghilangkan hidden node collisions dan memaksimalkan efisiensi airtime. Dibandingkan dengan sistem lain di kelasnya, produk LiteBeam M5 diklaim memberikan kinerja yang unggul serta mengurangi latency, throughput, dan skalabilitas.

LiteBeam M5

Menjadi produk yang populer, tidak susah mendapatkan LiteBeam M5. Anda bisa membelinya di berbagai toko perkakas elektronik, situs jual beli online, atau via situs resminya langsung. Di pasaran global, melepas alat ini dengan harga cuma 49 dolar AS. Sementara, di pasaran dalam negeri, perangkat tersebut ditawarkan dengan harga Rp600 ribu hingga Rp700 ribuan per unit komplet, sedangkan produk bekasnya dilepas dengan harga Rp500 ribuan.

[1] Franconi, Nicholas G, Andrew P. Bunger, Ervin Sejdic, Marlin H. Mickle. 2014. Wireless Communication in Oil and Gas Wells. Energy Technology 2 (12): 996-1005. Onlinelibrary.wiley.com. Diakses 12 November 2019.

[2] Biswas, S, R. Tatchikou, F. Dion. 2006. Vehicle-to-vehicle wireless communication protocols for enhancing highway traffic safety. IEEE Communications Magazine Vol 44: 74-82.

loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Review dan Harga LiteBeam M5 (Baru dan Bekas)"