Pengertian dan Besaran Biaya Jabatan

No comment 1324 views

Jika Anda termasuk pegawai, baik itu karyawan swasta maupun pegawai negeri sipil, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan penghasilan Pasal 21 atau PPh 21. Menurut Peraturan Direktur Jenderal Nomor PER-32/PJ/2015, PPh 21 merupakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek dalam negeri.

Biaya Jabatan - kreditgogo.com

Jabatan - kreditgogo.com

Peserta wajib pajak PPh 21 ialah orang yang dikenai pajak atas penghasilannya atau penerima penghasilan yang dipotong PPh21 berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015 Pasal 3 wajib pajak PPh 21. Secara garis besar, peserta wajib pajak ini terbagi menjadi enam kategori, yaitu pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon, dewan komisaris, mantan pegawai, serta peserta kegiatan.

Besaran PPh Pasal 21 yang dipotong setiap bulan bagi Wajib Pajak orang pribadi pegawai tetap atau pensiunan adalah penghasilan bruto setelah dikurangi dengan biaya jabatan atau biaya pensiun, iuran pensiun, dan Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas sedikit tentang biaya jabatan.

Biaya jabatan dapat diartikan sebagai biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto bagi pegawai tetap. Istilah jabatan di sini tidak merujuk pada pengertian jabatan formal tertentu dalam perusahaan atau instansi, dari staf biasa hingga direktur utama berhak memperoleh pengurangan biaya jabatan ini. Besarnya biaya jabatan untuk tahun pajak 2016. 2015, 2014, 2013, dan 2014 dalam ketentuan PPh Pasal 21 adalah sebesar 5 persen dari penghasilan bruto, dengan penghasilan setinggi-tingginya Rp500.000 per bulan atau Rp6.000.000 per tahun.

Misalnya, jika Anda bekerja sebagai pegawai tetap di suatu perusahaan bernama PT Jaya Abadi Sentosa dengan gaji tetap dan tunjangan sebesar Rp2.000.000 sebulan atau Rp24.000.000 setahun, maka biaya jabatan Anda adalah 5 persen dikalikan dengan Rp2.000.000, yaitu Rp100.000 sebulan atau Rp1.200.000 setahun.

Baca juga  Daftar Harga dan Merek Tepung Roti di Pasaran

lainnya adalah seorang bernama Toni bekerja sebagai pegawai tetap di PT Gunung Sangat Besar dengan menerima gaji tetap dan tunjangan sebesar Rp10.000.000 sebulan atau Rp120.000.000 setahun, maka biaya jabatannya adalah 5 persen dikalikan dengan Rp10.000.000, yaitu sebesar Rp500.000 sebulan atau Rp6.000.000 setahun.

Jika pada awal tahun seseorang sudah berstatus sebagai pegawai tetap, maka biaya jabatan dihitung mulai bulan Januari sampai dengan akhir tahun saat yang bersangkutan berhenti bekerja. Sementara, jika seorang diangkat menjadi pegawai tetap dalam tahun takwim, maka biaya jabatannya dihitung sejak bulan pengangkatan sampai akhir tahun atau saat berhenti bekerja. Jika seorang berhenti bekerja dalam tahun takwim, maka biaya jabatan dihitung mulai Januari sampai dengan bulan ketika yang bersangkutan sudah tidak bekerja.

loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Pengertian dan Besaran Biaya Jabatan"