Info Lengkap Ketentuan Klaim BPJS untuk Biaya Rawat Inap di Rumah Sakit

Jaminan Kesehatan (JKN) merupakan pelayanan kesehatan dari pemerintah yang berwujud BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang sistemnya memakai sistem asuransi. Dengan adanya JKN, seluruh masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai macam perawatan kesehatan atau pengobatan yang layak di rumah .

Rawat Inap di Rumah Sakit - www.rspondokindah.co.id

Rawat Inap di Rumah Sakit - www.rspondokindah.co.id

Sayangnya selama ini masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS dan prosedur klaim BPJS Kesehatan yang dinilai merepotkan dan jumlah dana yang keluar tergolong kecil. Alhasil, sebagian peserta BPJS pun terpaksa menanggung sisa yang menjadi kelebihan dari perawatan yang diterimanya.

Untuk diketahui, besarnya biaya rawat inap di rumah sakit yang ditanggung oleh BPJS dikelompokkan berdasarkan kelas yang didaftarkan oleh peserta BPJS dan menggunakan sistem klaim INA-CBG’s. Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan hal tersebut. INA-CBG’s sendiri merupakan singkatan dari Indonesia Case Base Groups, yakni aplikasi yang digunakan oleh pihak rumah sakit untuk mengajukan klaim biaya perawatan para peserta BPJS Kesehatan terhadap pemerintah. INA-CBG’s menggunakan sistem yang digolongkan berdasar penyakit yang diderita oleh pasien.

Rawat Inap di Rumah Sakit - www.rspondokindah.co.id

Rawat Inap di Rumah Sakit - www.rspondokindah.co.id

INA-CBG’s memuat rincian tarif rangkaian perawatan pasien hingga selesai dan besar kecilnya tarif bukan dipengaruhi oleh jumlah hari perawatan. Ada beberapa aspek yang memengaruhi besar kecilnya biaya klaim INA-CBG’s, antara lain diagnosa utama, adanya diagnosa sekunder berupa penyerta (comordibity) atau penyulit (complication), tingkat keparahan, bentuk intervensi, serta usia pasien. Berikut ini rincian komponen medis yang sudah termasuk dalam penghitungan tarif INA-CBG’s:

  • Konsultasi dokter.
  • penunjang seperti laboratorium, radiologi (rontgen), dll.
  • Formularium Nasional (Fornas) maupun bukan Fornas.
  • Bahan dan medis habis pakai.
  • Akomodasi atau kamar perawatan.
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.

Selama ini banyak juga masyarakat yang beranggapan bahwa fasilitas dan pelayanan pasien yang dirawat di kelas 1 dibandingkan kelas 3 jauh lebih baik. Padahal tidak selalu demikian, pihak BPJS Kesehatan memastikan bahwa jenis perawatan, obat-obatan, dan perlakuan untuk pasien dari masing-masing kelas sebenarnya sama, yang membedakan hanyalah kamar atau ruangan yang digunakan untuk rawat inap.

Berikut ini rincian iuran bulanan dan perbedaan fasilitas ruang rawat inap untuk peserta BPJS dari kelas I, II, dan III:

  • Kelas I: Pasien BPJS Kesehatan Kelas I dikenai biaya iuran bulanan sebesar Rp 80 ribu per bulan per orang dan akan memperoleh fasilitas kamar rawat inap kelas 1 yang biasanya terdiri dari 2-4 pasien.
  • Kelas II: Pasien BPJS Kesehatan Kelas II dikenai biaya iuran bulanan sebesar Rp 51 ribu per bulan per orang dan akan memperoleh fasilitas kamar rawat inap kelas 2 yang biasanya terdiri dari 3-5 pasien.
  • Kelas III: Pasien BPJS Kesehatan Kelas III dikenai iuran bulanan sebesar Rp 25.500 per bulan per orang dan akan memperoleh fasilitas kamar rawat inap kelas 3 yang biasanya terdiri dari 4-6 pasien.

Ketentuan dan Biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Baca juga  Diklaim Berkhasiat Untuk Kesehatan Jantung & Turunkan Kadar Kolesterol, Harga Omepros di Apotik dan Indomaret Tidak Berbeda Jauh

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Permenkes 52 Tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, para peserta BPJS Kesehatan yang hendak melakukan perpindahan kelas perawatan ke kelas yang lebih tinggi akan dikenakan biaya tambahan dengan ketentuan sebagai berikut:

Hak Kelas Perawatan Kelas yang Dipilih
Kelas III Kelas II Kelas I VIP
Kelas III Tanpa selisih biaya Membayar selisih biaya antara tarif INA-CBG pada kelas II dengan kelas III Membayar selisih biaya antara tarif INA-CBG pada kelas I dengan kelas III Membayar selisih biaya antara tarif INA-CBG pada kelas I dengan kelas III ditambah paling banyak 75% dari tarif INA-CBG kelas 1
Kelas II Tanpa selisih biaya Tanpa selisih biaya Membayar selisih biaya antara tarif INA-CBG pada kelas I dengan kelas II Membayar selisih biaya antara tarif INA-CBG pada kelas I dengan kelas II ditambah paling banyak 75% dari tarif INA-CBG kelas 1
Kelas I Tanpa selisih biaya Tanpa selisih biaya Tanpa selisih biaya Membayar biaya paling banyak 75% dari tarif INA-CBG kelas I

Sebagai contoh untuk rawat inap persalinan vaginal ringan pada peserta BPJS Kesehatan kelas 2 besarnya biaya perawatan yang ditanggung adalah Rp 2 jutaan, sedangkan pada kelas 1 adalah Rp 2,3 jutaan. Jika Anda ingin pindah kelas dari kelas 2 ke kelas 1, maka Anda harus membayar selisih biaya antara Rp 2,3 juta dengan Rp 2 juta, yakni sebesar Rp 300 ribuan.

Baca juga  Info Kisaran Biaya Operasi Ganglion di Pergelangan Tangan

Dengan ketentuan seperti yang tercantum di atas, para peserta BPJS Kesehatan perlu mempertimbangkan matang-matang keputusannya untuk naik kelas ke kelas yang lebih tinggi. Pasalnya Anda nantinya akan dikenai biaya tambahan berdasar selisih dari kelas yang menjadi hak Anda dengan kelas yang hendak Anda pilih. Keputusan tersebut juga perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi Anda untuk membayar kelebihan biaya rawat inap termasuk membayar biaya iuran bulanan BPJS Kesehatan ke depannya.

Apabila Anda membutuhkan informasi yang lebih akurat seputar ketentuan klaim rawat inap atau perawatan kesehatan lainnya, Anda dapat mengajukan pertanyaan ke rumah sakit yang terdaftar sebagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I di kartu BPJS Anda atau bertanya langsung ke kantor BPJS Kesehatan yang ada di kota tempat tinggal Anda.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Lengkap Ketentuan Klaim BPJS untuk Biaya Rawat Inap di Rumah Sakit"