Update Harga Feminax untuk Pereda Nyeri Haid

No comment4710 views

Sebagian besar wanita sejak memasuki masa puber hingga berusia dewasa masih sering mengeluhkan nyeri haid (dismenore). Untuk meredakan nyeri saat menstruasi seperti ini, Anda bisa mengonsumsi obat khusus seperti merek Feminax. Obat ini dijual di apotek secara bebas dengan harga relatif terjangkau.

Nyeri haid atau dismenore biasanya ditandai dengan kram pada bagian perut bawah, dan dirasakan tepat sebelum atau selama periode menstruasi berlangsung. Tak hanya kram perut, ada juga beberapa gejala lain yang menyertai, misalnya saja sakit punggung, saking pinggang, sakit kepala, diare, sulit buang air besar, mual, hingga ekstremnya sampai pingsan.

Ilustrasi: Wanita Mengalami Disminorea (credit: wongu.edu)

Ilustrasi: Wanita Mengalami Disminorea (credit: wongu.edu)

Nyeri haid disebut-sebut diakibatkan kontraksi otot uterus yang dirangsang hormon prostaglandin selama siklus menstruasi berlangsung. Apabila kontraksi terlalu kuat, maka akan menekan pembuluh darah yang ada di sekitarnya dan menghambat aliran oksigen ke jaringan otot uterus hingga menimbulkan rasa nyeri. Karena rasa sakit tersebut cukup mengganggu dan kadang tak tertahankan, banyak orang yang memutuskan untuk mengonsumsi obat penghilang atau pereda nyeri haid, dan salah satu obat penghilang nyeri haid yang cukup terkenal di Indonesia adalah Feminax.

Feminax merupakan obat produksi Konimex yang berfungsi untuk mengatasi rasa nyeri, mulas, dan pusing ketika sedang mengalami periode haid atau menstruasi. Feminax mengandung 2 zat aktif utama, yaitu parasetamol (asetaminofen) yang memiliki mekanisme kerja sebagai analgesik atau pereda nyeri, terutama ketika sedang haid, serta ekstrak hiosiami yang bekerja dengan cara memberikan efek relaksasi pada otot rahim dan saluran pencernaan yang berhubungan dengan rasa kram pada perut (spasmolitika). 

Feminax

  • Paracetamol 500 mg.
  • Ekstrak Hiosiami 7.6 mg.

Feminax lebih dianjurkan untuk dikonsumsi ketika nyeri atau gejala mulai terasa agar efek obat bekerja lebih cepat. Jangan menunggu sampai gejala memburuk. Obat Feminax bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan cara menelan tablet secara langsung dengan bantuan air putih. Sebaiknya jangan menghancurkan atau mengunyah tablet terlebih dahulu supaya tidak memengaruhi efek obat. 

Dosis/Aturan Minum Feminax

Dosis atau aturan pakai Feminax untuk orang dewasa adalah sebanyak 1-2 tablet 3 kali sehari. Kemudian, untuk anak-anak umur 10-16 tahun adalah 1 tablet 3 kali sehari. Feminax tidak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 10 tahun. Apabila hendak memberikan Feminax terhadap anak usia 10-18 tahun, maka dosisnya juga dapat disesuaikan dengan berat badan. Adapun untuk berat badan kurang dari 25 kg dapat minum 1/2 tablet 3 kali sehari, berat badan 25-35 kg dosisnya 3/4 tablet 3 kali sehari, dan yang bobotnya di atas 35 kg bisa minum 1 tablet 3 kali sehari.

Ilustrasi: Feminax Obat Pereda Nyeri Saat Haid (credit: Lazada)

Ilustrasi: Feminax Obat Pereda Nyeri Saat Haid (credit: Lazada)

Efek Samping Feminax

  • Mulut kering.
  • Reaksi darah.
  • Midriasis.
  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Retensi urine.
  • Sembelit.
  • Aritmia.
  • Impoten.
  • Hipotensi postural.
  • Gangguan mental.

Harga Feminax

Feminax adalah jenis obat over the counter yang telah dijual secara bebas di sejumlah apotek maupun toko obat. Harga Feminax di Apotek K24 cukup murah, hanya Rp3.359 per 1 strip. Harga ini terbilang naik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya dijual kisaran Rp3.100 per strip. Sementara itu, di situs e-commerce, Feminax dijual Rp3.000 per strip isi 4 tablet.

Selain versi obat tablet, ada Feminax Lancar Haid yang merupakan minuman jamu bebas gula yang juga berfungsi untuk membantu melancarkan haid dan meredakan nyeri haid. Feminax Lancar Haid diklaim mengandung bahan-bahan alami seperti kencur, kunyit, asam jawa, dan yuin zhi, sehingga haid menjadi lebih lancar dan meredakan gangguan haid lainnya. Harga Feminax Lancar Haid per dus (box) isi 50 strip sekitar Rp124.200.

Ilustrasi: mengonsumsi obat pereda nyeri haid

Peringatan dan Perhatian Konsumsi Feminax

  • Sebelum mengonsumsi Feminax, informasikan kepada dokter atau petugas apotek bila Anda memiliki alergi terhadap parasetamol, ekstrak hiosiami, atau obat-obatan lainnya.
  • Informasikan juga kepada dokter apabila Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat, vitamin atau produk herbal tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda sedang menderita atau memiliki riwayat penyakit liver, penyakit ginjal, gangguan jantung (misalnya aritmia dan gagal jantung), sindrom down, gangguan saluran pencernaan (misalnya GERD, infeksi, hernia hiatus, tukak lambung, kolitis ulseratif, atau megakolon), malnutrisi, defisiensi G6PD, atau glaukoma.
  • Waspada dalam menggunakan obat ini jika Anda sedang mengalami konstipasi, demam, atau sulit berkemih. Harap berhati-hati juga jika Anda memiliki kecanduan alkohol.
  • Kandungan ekstrak hiosiami yang terdapat dalam Feminax dapat menyebabkan pusing dan gangguan penglihatan. Hindari membawa kendaraan atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi obat ini.
  • Interaksi obat lebih sensitif pada pengguna atau pengonsumsi antikoagulan, alkohol, fenobarbital, obat dengan efek antimuskarinik, kloramfenikol, suksametonium dan juga pralidoksim.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah Anda mengonsumsi Feminax, segera temui dokter.

Perlu diingat bahwa konsumsi obat apa pun, termasuk Feminax, juga harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Apabila setelah lima hari rasa nyeri haid yang Anda alami tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan . Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa sebaiknya jangan mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang. Pasalnya, penggunaan dalam jangka waktu yang lama bisa memiliki efek yang berbahaya bagi penderita penyakit hati dan ginjal.

[Update: Almas]

Baca juga  Update Komposisi, Manfaat, Dosis dan Harga Promavit untuk Ibu Hamil
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Harga Feminax untuk Pereda Nyeri Haid"