Harga Selada per Kg di Pasaran

No comment3283 views

Selama ini selada nyaris lebih banyak menjadi penghias makanan, padahal kaya zat gizi dan sangat baik bagi kesehatan. Jenis ini dapat melindungi paru, mencegah kanker dan stroke, memelihara hati, serta mengatasi anemia dan bronkitis.

Harga, selada, per, kg, air, daun, jenis, romaine, lettuce, jenis, sayuran, penghias, makanan, zat, gizi, kesehatan, kanker, stroke, paru, hati, anemia, bronkitis, fluktuasi, pasar, manfaat, kebutuhan, pangan, musim, kutu, jamur, petani, pupuk, penelitian, komponen, antioksidan, panen, komersial,

Mengolah selada untuk dikonsumsi

Selada (Lactuca sativa) jika dilihat sepintas bentuknya seperti lobak yang berdaun kembang. Selada merupakan tanaman paling di antara tanaman salad lainnya. Pada tahun 1952, nilai komersial tanaman selada sebagai sayuran di Amerika Serikat, hanya dapat dilampaui oleh kentang dan tomat.

Tanaman yang satu ini diperkirakan telah mulai dijadikan usaha sejak 2.500 tahun lalu. Tanaman selada diduga berasal dari Asia Barat. Berawal dari kawasan Asia Barat dan Amerika, tanaman ini kemudian meluas ke berbagai negara. Daerah penyebaran selada antara lain Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Barat, dan Filipina.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembudidayaan selada meluas ke negara-negara yang beriklim sedang maupun panas. Beberapa negara telah mengembangkan dan menciptakan varietas unggulan, seperti di Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Belanda.

Di Indonesia, selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial. Daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas pada pusat-pusat produsen sayuran seperti Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung). Selada termasuk famili Asteraceae dan genus Lactuca. Yang termasuk dalam famili ini adalah selada daun. Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap selada daun sama dengan selada air, padahal selada air berasal dari famili yang berbeda.

Selada daun memiliki daun berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang ditanam di Indonesia umumnya berasal dari luar negeri. Selada air berasal dari famili Brassicaceae dan mempunyai nama Latin berbeda, yaitu Nasturtium officinale. Selada air mempunyai ciri-ciri batang berongga dengan daun lonjong bertangkai. Daerah asalnya adalah wilayah timur Mediterania dan wilayah yang berbatasan dengan Asia.

Selada air mengandung komponen antioksidan lengkap, sehingga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi racun tubuh. Sebuah studi telah memfokuskan pada sifat-sifat antikanker yang dimiliki selada air, terutama antioksidannya yang tinggi. Jenis selada ini juga terbukti mampu mengobati tuberkulosis, kudis, dan bersifat antibakteri. Kualitas antikudis ini sudah digunakan sejak berabad-abad lalu dengan menggunakan selada sebagai obat tradisional.

Harga, selada, per, kg, air, daun, jenis, romaine, lettuce, jenis, sayuran, penghias, makanan, zat, gizi, kesehatan, kanker, stroke, paru, hati, anemia, bronkitis, fluktuasi, pasar, manfaat, kebutuhan, pangan, musim, kutu, jamur, petani, pupuk, penelitian, komponen, antioksidan, panen, komersial,

Selada ditanam dalam tanah (sumber: wikipedia.org)

Dalam penelitian terbaru, selada air mengindikasikan dapat melindungi paru-paru perokok dari karsinogenik yang ada dalam tembakau maupun asap rokok. selada air membantu menghambat terbentuknya NKK, yaitu zat karsinogenik dalam tembakau yang menyumbang terjadinya kanker paru, kanker mulut, dan tenggorokan.

Hal ini dimungkinkan karena daun selada air mengandung PEITC (phenethyl isothiocyanate) yang keluar bila daun ini dikunyah, yang merupakan agen kemopreventif pelawan kanker paru. Penelitian juga membuktikan bahwa selada air berkhasiat menangkal radang selaput lendir pada saluran pernapasan.

Di Jerman, selada air digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing pada anak-anak. Bubuk daun selada di India digunakan sebagai peluruh dahak untuk mengobati bronkitis dan gangguan liver. Selain itu, selada air juga bersifat peluruh kencing, pencahar, peningkat stamina. Berguna pula dalam mengatasi anemia, eksim, gangguan ginjal dan liver, tumor, bisul, dan kutil karena kaya akan antioksidan dan fitokimia.

Dalam pengobatan tradisional, daun selada air segar digunakan untuk membersihkan darah dan mengobati pasien yang mengalami gangguan metabolik kronis serta astenia (kelemahan). Daun selada air yang dilumatkan lalu digunakan sebagai masker wajah bisa mengatasi jerawat, bintik-bintik, atau noda hitam.

Selada kaya akan kandungan vitamin A, C, E, beta karoten, seng, asam folat, magnesium, kalsium, zat besi, mangan, fosfor, dan natrium. Namun, dalam beberapa kasus, selada air dapat mengganggu orang yang mempunyai masalah pencernaan berat atau tukak lambung. Seperti jenis sayur-sayuran lainnya, selada juga mengandung komponen gizi yang cukup baik, terutama vitamin A dan vitamin K. Kandungan gizi tiap jenis selada berbeda-beda.

Kandungan vitamin A paling banyak terdapat pada selada yang berwarna merah. Sementara kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada selada jenis romaine lettuce. Kombinasi vitamin C dan betakaroten pada selada sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat mencegah oksidasi kolesterol.

Selada Romaine

Romaine lettuce atau yang lebih dikenal dengan selada romaine masuk dalam keluarga Lactuca Sativa (selada). Tanaman sayur yang bernama latin Lactuca Sativa var. Longifolia ini dapat dibudidayakan dengan dua cara, yakni cara konvensional lewat tanah dan hidroponik lewat media air.

Harga, selada, per, kg, air, daun, jenis, romaine, lettuce, jenis, sayuran, penghias, makanan, zat, gizi, kesehatan, kanker, stroke, paru, hati, anemia, bronkitis, fluktuasi, pasar, manfaat, kebutuhan, pangan, musim, kutu, jamur, petani, pupuk, penelitian, komponen, antioksidan, panen, komersial,

Selada romaine dijual di supermarket (sumber: newscientist.com)

Para petani selada air di Indonesia pun bisa memilih diantara kedua cara budidaya tersebut. Sistem hidroponik dianggap sebagai cara tercepat untuk membudidayakan selada romaine dibandingkan cara konvensional. Mahalnya bibit selada romaine membuat para petani harus memutar otak untuk menutup biaya produksi dengan waktu panen lebih cepat.

Benih selada romaine harganya mencapai Rp400.000 per 100 gram. Sistem hidroponik lebih cepat dan praktis. Tidak perlu repot memindahkan media tanam juga. Kalau di tanah, harus dipindah ke media yang lebih luas. Butuh waktu sekitar 50 hari selada romaine siap panen.
Namun, menanam selada romaine lewat hidroponik membutuhkan pasokan air dan kondisi wadah yang bersih. Selain itu, berupa pupuk cair juga harus rutin diberikan.

Pupuk cair diberikan setiap pergantian air yang dilakukan satu atau dua minggu sekali. Kebersihan air dan wadah ini bakal berpengaruh pada timbulnya penyakit yang kerap menyerang tanaman selada romaine. Jika air dan wadahnya kotor, maka penyakit akan mudah datang. Kalau musim kemarau biasanya kutu, kalau musim hujan biasanya jamur atau mata kodok. Wabah kutu maupun jamur menyerang daun tanaman selada romaine. Penyakit tersebut cepat menular. Cara yang paling ampuh untuk menghentikannya adalah dengan menyiangi daun yang terkena kutu atau jamur.

Harga Selada di Pasaran

Sejumlah harga sayuran di pasaran saat ini bergerak naik. Di Medan, selada yang biasa dipasarkan di harga Rp12.000, kini menjadi Rp25.000 per kg atau mengalami kenaikan sebesar Rp13.000 per kg, kemudian kol yang biasanya Rp 4.000 hingga Rp 5.000, sekarang dipasarkan di kisaran Rp8.000 per kg.

Berbeda halnya di pasar yang ada di kawasan Yogyakarta, harga komoditas sayuran justru mengalami penurunan. Saat ini rata-rata harga sayuran dijual di kisaran Rp10.000, seperti kentang yang dijual Rp12.000, selada yang biasanya mencapai Rp25.000 sekarang hanya Rp10.000 per kilogram. Harga kebutuhan pangan biasanya mengalami kenaikan jika sudah memasuki musim hujan.

Baca juga  Manfaat dan Harga Aquades di Pasaran (Semua Kemasan)
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Harga Selada per Kg di Pasaran"