Update Perbedaan & Harga Solar dan Biosolar di Pasaran

No comment5989 views

Ketika Anda mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU, pasti pernah melihat papan nama bertuliskan biosolar. Ini adalah salah satu jenis bahan bakar yang sebenarnya sudah eksis sejak lama. Bahkan, pemerintah menganjurkan semua kendaraan bermesin diesel untuk memakai bahan bakar jenis ini. Lalu, apa itu biosolar dan apa perbedaannya dengan solar biasa?

Solar (Sumber: Biofuels)

Solar (Sumber: Biofuels)

Pengertian Solar

Sebelum membahas mengenai biosolar, tidak ada salahnya jika kita mengulik sedikit mengenai solar. Ini adalah salah satu jenis bahan bakar yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi, pada dasarnya minyak mentah dipisahkan fraksi-fraksinya pada proses destilasi sehingga dihasilkan fraksi solar dengan titik didih sampai 300 derajat Celcius. Penggunaan solar pada umumnya untuk bahan bakar semua mesin diesel dengan putaran tinggi (di atas 10.000 rpm).

Kualitas penyalaan bahan bakar solar yang berhubungan dengan kelambatan penyalaan, tergantung pada komposisi bahan bakar. Kualitas bahan bakar solar dinyatakan dalam angka cetan dan dapat diperoleh dengan jalan membandingkan kelambatan menyala bahan bakar solar dengan kelambatan menyala bahan bakar pembanding.

Pengertian Biosolar

Semakin menipisnya cadangan minyak bumi, membuat munculnya berbagai macam energi alternatif, salah satunya biosolar atau sering juga disebut biodiesel. Ini dapat dikatakan sebagai ester asam lemak yang berasal dari minyak nabati atau hewani melalui reaksi transesterifikasi atau esterifikasi dan digunakan sebagai bahan bakar diesel.[1]

Baca juga  Harga Lisensi Windows 10 (Home, Pro, Education)

Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial digunakan sebagai pengganti bahan bakar diesel. Hal ini disebabkan bahan bakunya yang berasal dari minyak nabati, dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Selain itu, dari segi harga, bahan bakar ini relatif stabil dan produksinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan.[2] Selain itu, bahan ini dapat digunakan pada kebanyakan mesin diesel tanpa modifikasi, bersifat lebih ramah lingkungan karena dapat terurai di alam, non-toksik, efisiensi tinggi, emisi buang kecil, serta kandungan sulfur dan aromatik rendah.[3]

Biofuel atau BBN sendiri telah menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan energi terbarukan karena memiliki potensi sumber daya yang sangat besar di Indonesia. Indonesia yang sejak dahulu telah dikenal sebagai negara pertanian dengan berbagai jenis tanaman minyak nabati sangat cocok untuk mendukung pengembangan biofuel.[4]

Sejak tahun 2016 lalu, pemerintah Indonesia juga telah mewajibkan semua jenis kendaraan yang bermesin diesel untuk menggunakan bahan bakar biosolar 20 persen atau lebih populer dengan sebutan B20. Secara ringkas, ini pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar.

Kemudian, pada bulan Januari , program pemerintah mewajibkan pencampuran 30 persen biodiesel dengan 70 persen bahan bakar minyak jenis solar, yang menghasilkan produk biosolar B30. Program ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

Biosolar dan Solar (sumber: Gaikindo)

Biosolar dan Solar (sumber: Gaikindo)

sudah bisa mendapatkan BBM jenis ini di hampir seluruh SPBU Pertamina di Indonesia. Secara tampilan, sebenarnya tidak ada perbedaan antara biosolar B30 dengan B20 atau solar-solar sebelumnya. Namun, ketika masuk dalam tangki mobil, bahan bakar ini akan berubah menjadi gel atau membeku, dan kondisi ini memang bisa terjadi di lokasi dengan suhu udara yang .

Baca juga  Update Daftar Harga & Spesifikasi Stetoskop Riester

Berubahnya bahan bakar menjadi gel dapat diketahui jika mobil digoyangkan tidak terdengar suara air bergerak, terutama di bagian tangki. Kondisi ini akan membuat mesin lebih sulit dinyalakan, terutama jika mobil didiamkan semalaman. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai normal dan akan cepat cair, terutama ketika sudah ada sinar matahari.

Perbedaan Solar dan Biosolar

  • Dari segi bahan, biosolar adalah campuran solar dengan minyak nabati atau hewani, atau sesuatu yang organik. Sementara, solar adalah bahan bakar yang diperoleh murni dari penyulingan minyak bumi.
  • Solar mengandung sulfur, sedangkan biosolar mengandung minyak nabati.
  • Dari segi cetane number, biosolar memiliki angka 48, menjadi varian terendah yang dimiliki Pertamina. Sebagai , Dexlite punya cetane number minimal 51, sedangkan cetane number Pertamina Dex berada di angka 53, dengan kandungan sulfur di bawah 300 ppm.

Setelah memahami perbedaannya, berikut rincian harga solar dan biosolar di pasaran saat ini.

Baca juga  Harga Ikan Kerapu Air Tawar (Semua Jenis)

Harga Biosolar di Indonesia

Dilansir dari situs resmi Pertamina, saat ini belum ada informasi terbaru mengenai harga bahan bakar biosolar dan solar. Pertamina masih memakai kebijakan pada tanggal 1 Februari 2020. Untuk wilayah Jabodetabek, harga biosolar saat ini Rp9.400 per liter, harga Dexlite Rp9.500 per liter, sedangkan harga Pertamina Dex sebesar Rp10.200 per liter. Harga tersebut masih belum mengalami perubahan yang signifikan pada 2021 ini.

Perbedaan Solar dan Biosolar di Pasaran - otomotif.kompas.com

Perbedaan Solar dan Biosolar di Pasaran - otomotif.kompas.com

[Ditta]

[1]Darmoko. D dan M. Cheriyan. 2000. Kinetics of Palm Oil Transesterification in a Batch Reactor. J. Am. Oil Chem. Soc., Vol. 77: 1263-1267.

[2]Aziz, I. 2010. Uji Performance Mesin Diesel Menggunakan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas. Jurnal Kimia Valensi, Vol. 1(6).

[3]Murtiningrum dan Alfa Firdaus. 2015. Perkembangan Biodiesel di Indonesia Tinjauan Atas Kondisi Saat Ini, Teknologi Produksi & Analisis Prospektif. Jurnal PASTI, Vol. IX(1): 35.45.

[4] Ibid.

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Perbedaan & Harga Solar dan Biosolar di Pasaran"