Karakteristik, Cara Memelihara dan Harga Otter

Otter, atau lebih dikenal sebagai berang-berang cakar kecil, bisa dijadikan peliharaan yang lucu di rumah. Hewan ini juga bisa dijinakkan dengan latihan khusus dalam waktu yang tidak lama. Di pasar hewan sendiri, otter menjadi buruan banyak kolektor hewan peliharaan. Meskipun harganya tidak bisa dibilang murah, ini tak masalah bagi sebagian besar pencinta hewan.

Karakteristik Otter

Otter/berang-berang liar (sumber: nationalgeographic.com)

Otter/berang-berang liar (sumber: nationalgeographic.com)

Secara ilmiah, berang-berang cakar kecil atau otter dikenal dengan nama Aonyx cinereus dan merupakan salah satu spesies berang-berang dengan ukuran tubuh lebih kecil dibanding 13 spesies berang-berang lain di dunia. Secara fisik, otter hanya memiliki ukuran 406-635 mm dari ujung kepala hingga ujung ekor. Panjang ekor otter sekitar 246-304 mm dan total panjang tubuh dari moncong hingga ujung ekor sekitar 652-939 mm. Untuk bobotnya, otter hanya memiliki berat badan sekitar 2,7 hingga 5,4 kg.[1]

Selain memiliki ukuran tubuh cenderung kecil dan ringan, berang-berang cakar kecil memiliki jejak yang berbeda dan konon paling unik dibandingkan spesies lainnya. Ukuran jejak kaki otter tergolong kecil dengan lebar 4,5 cm dan tidak memiliki garis sebagai pola cakar di ujung jejaknya. Kaki dan tangan otter yang berukuran kecil membuat bentuk jejaknya lebih imut dibanding spesies lainnya.

Jari kaki dan tangan otter tidak hanya berukuran kecil, tetapi juga panjang dan lentik. Di bagian jari-jarinya, dilengkapi dengan selaput jaring sebagai alat bantu saat mereka berenang. Selaput pada tangan otter berwarna gelap dan tebal. Ini fungsinya hampir sama dengan kaki katak yang dipakai oleh penyelam. Dengan jaring-jaring di antara jari-jarinya, otter mampu berenang dengan cepat, sehingga tidak mudah dimangsa oleh predator air di alam liar.

Otter merupakan salah satu jenis mamalia yang cukup agresif. Hewan ini di alam liar mampu menggunakan instingnya dengan baik untuk mencari mangsa berupa yang biasanya berukuran hampir setengah dari badannya. Meskipun otter tidak memiliki cakar yang panjang dan dalam, giginya yang cukup tajam dan bergerigi mampu merobek kulit mangsanya.

Baca juga  Update Daftar Harga Makanan Kucing Merk Pro Plan Terbaru

Perlu diketahui, otter liar suka berburu hewan yang bersisik, kadang-kadang otter juga memangsa bayi ular atau jenis ular kecil yang berbisa. Untuk itu, Anda perlu sedikit waspada jika ingin memelihara otter. Anda perlu menjinakkan otter peliharaan Anda agar sifat agresifnya dapat dikontrol.

Seperti berang-berang lainnya, otter merupakan hewan sangat bergantung pada habitatnya. Habitat otter di alam liar adalah lahan basah dan lembap, seperti area persawahan, tepi sungai, saluran air, dan pematang sawah. Berang-berang cakar kecil lebih suka memakai tumpukan jerami atau batang padi kering sebagai alat pembersih tubuh sekaligus bahan sarangnya. Ini berbeda dengan jenis berang-berang lain yang suka memakai kayu dan daun kering sebagai alat pembersih sekaligus bahan untuk membuat .

Berang-berang cakar kecil juga suka mencari makanan di tempat yang berlumpur di area persawahan. Tempat yang berlumpur seperti itu biasanya dihuni oleh katak sawah, ular sawah, belut, dan ikan sebagai makanan yang mereka sukai. Saluran air di pinggiran sawah yang berlumpur juga dijadikan sebagai area bermain mereka. Biasanya, saluran tersebut akan terhubung ke area irigasi sungai dan dijadikan sebagai jalur pergerakan otter.

Di alam liar, otter hidup secara berkelompok meskipun tak jarang Anda akan melihat seekor berang-berang cakar kecil yang berlarian di semak-semak sawah. Mereka biasanya memang berburu secara terpisah. Setelah puas berburu, mereka baru akan membawa hasil buruan ke dalam sarang yang berisi keluarga otter.

Karakteristik otter sebagai hewan liar yang cenderung agresif bisa dikontrol namun tidak bisa dihilangkan. Untuk menjinakkan otter, tidak semudah menjinakkan kucing atau anjing, sehingga Anda harus tekun dan bersabar. Otter bisa sangat jinak jika dipelihara sejak kecil dari indukan yang sudah dijinakkan. Sementara, otter liar yang dipelihara lebih susah dijinakkan, sehingga Anda perlu mempertimbangkan cara mendapatkan otter.

Baca juga  Harga Tetra Bits Pakan Ikan (93 gr dan 1150 gr)

Tips Memelihara Otter

Otter peliharaan (sumber: scholastic.com)

Otter peliharaan (sumber: scholastic.com)

Daripada Anda mencari otter liar yang sulit dijinakkan, sebaiknya Anda memilih otter yang dijual di pasar hewan atau pet center. Selain itu, pilihlah otter jenis anakan yang sudah bisa membuka mata dan tumbuh . Paling tidak, Anda bisa memilih baby otter dengan usia 1 hingga 2 bulan.

Baby otter dengan usia lebih dari 1 bulan lebih mudah dirawat dibanding baby otter usia kurang dari satu bulan yang belum bisa membuka mata dan belum memiliki gigi. Biasanya, baby otter yang belum tumbuh gigi masih memerlukan susu dari induknya dan belum bisa dipisahkan dari induknya dalam jangka waktu lebih dari 4 jam.

Memelihara otter dari bayi akan membuat hewan tersebut terbiasa dengan kehadiran pemiliknya. Mereka juga akan terbiasa dengan bising di rumah, kebiasaan orang-orang di rumah, sentuhan yang diberikan, dan makanan khusus yang tidak sama dengan makanan di alam liar. Sehingga, mereka akan mudah beradaptasi dengan kehadiran manusia. Ini yang membuat mereka menjadi semakin jinak.

Karena otter memerlukan lahan yang basah dan berair, Anda juga perlu menyediakan bag khusus atau kecil untuk mereka mandi, berenang, dan bermain air. Bayi berang-berang yang usianya lebih dari 2 bulan, harus diajari cara berenang yang baik. Ini bisa Anda lakukan sambil memandikan mereka.

Memang, berang-berang adalah hewan yang rajin mandi, sehingga Anda tidak boleh malas ketika waktu mandi berang-berang tiba. Setidaknya, saat cuaca sedang panas, Anda harus memandikan berang-berang sekali hingga dua kali sehari. Jika cuaca sedang dingin atau masa hujan tiba, Anda boleh memandikan berang-berang sekali. Berang-berang yang tidak rajin dimandikan bisa terkena kutu dan penyakit rontok bulu. Penyakitnya memang mirip dengan kucing, namun akan lebih parah jika Anda tidak mengobatinya dan mencegahnya.

Baca juga  Info Lengkap Harga Burung Nuri Dusky (Anakan & Dewasa)

Air yang dipakai untuk memandikan berang-berang baby atau dewasa harus air yang bersih dan bersuhu normal. Berang-berang sangat suka mandi dan berendam di air yang bersih, ini juga cara alami mereka untuk mencegah dan mengobati kutu. Berang-berang yang sudah dimandikan harus dijemur di sinar matahari pagi, untuk membantu mereka menghangatkan badan. Selain memperhatikan kebersihan tubuhnya, Anda juga perlu membersihkan kandang berang-berang setiap hari.

Pakan berang-berang anakan dan dewasa berbeda, Anda tidak bisa memberikan jenis pakan yang sama. Berang-berang anakan yang usianya lebih dari satu bulan, harus diberi makanan basah yang lunak dengan tekstur mirip pasta. Sementara, untuk baby otter dengan usia kurang dari satu bulan, harus diberi makan susu tanpa makanan lain. Jika otter sudah dewasa, Anda baru bisa memberikan bahan makan mentah seperti ikan cincang.

Setelah Anda mengetahui karakteristik dan cara merawat otter di atas, apakah Anda tertarik membelinya? Jika iya, pastikan Anda mengetahui harga berang-berang ini di pasaran.

Harga Otter

Otter peliharaan (sumber: prnewswire.com)

Otter peliharaan (sumber: prnewswire.com)

Jenis OtterHarga (Rp)
Baby Otter499.000
Baby Otter Jumbo600.000
Baby Otter Melek Jumbo900.000
Baby Otter Jinak Total1.000.000
Otter Dewasa Jantan1.520.000
Otter Dewasa Betina1.500.000

Perlu Anda ketahui, harga otter di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs jual beli online. Harga otter tersebut tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

[1] Huda, Mahfud, dkk. 2017. Upaya Penggunaan Metode Telemetri untuk Penelitian Berang-Berang Cakar Kecil (Aonyx cinereus) di Area Persawahan. Jurnal Biologi Universitas Andalas, Vol. 5(1): 6-15.

author

Leave a reply "Karakteristik, Cara Memelihara dan Harga Otter"