Update Harga Lansoprazole di Apotek

Nyeri lambung merupakan salah satu gejala utama sakit lambung (maag) yang dalam istilah medis dikenal sebagai gastritis.[1] Selain maag, gangguan lambung yang paling sering dialami yaitu asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Sayangnya, kebanyakan orang masih menganggap kondisi ini tak terlalu serius, padahal di tingkat tertentu, asam lambung bisa menyebabkan gangguan pencernaan, komplikasi masalah kesehatan, hingga kematian. Untuk meredakan masalah lambung, Anda dapat mengsonsumsi Lansoprazole yang sekarang dijual dengan harga relatif terjangkau.

Kapsul lansoprazole (sumber: walmart.com)
Kapsul lansoprazole (sumber: walmart.com)

Penyebab dan Gejala Asam Lambung

Asam lambung sederhananya adalah masalah atau gangguan pencernaan. Secara etimologi, gastroesophageal berarti perut dan esophagus. Sementara itu, reflux berarti mengalir bolak-balik, sehingga WebMD mengartikan GERD sebagai gangguan yang membuat isi perut masuk naik ke esophagus.

Bacaan Lainnya

menemukan gaya hidup merokok dan konsumsi makanan sebagai pemicu munculnya asam lambung, selain menyebabkan kanker, gangguan paru-paru, kemandulan, dan marabahaya lainnya. Sementara dari departemen makanan, cokelat, daun mint, gorengan, makanan berlemak, kopi, dan minuman beralkohol bisa memicu mulas dan naiknya asam lambung.

Mengidap asam lambung berlebih sangatlah tidak mengenakkan. Untuk mengatasinya, seseorang mesti mengetahui terlebih dahulu tentang manfaat dan efek samping ketika asam lambung berlebih. Asam lambung merupakan cairan yang diproduksi dalam organ pencernaan yang mengandung asam klorida. Fungsinya mendukung sistem pencernaan, deteksi kuman atau bakteri dari makan dan minuman, serta membantu tubuh dalam menyerap vitamin B12.

Asam lambung yang rendah atau berlebihan akan membuat rasa sakit. Asam lambung yang tinggi biasanya diiringi dengan sejumlah gejala. Di antaranya gangguan pernapasan dan bau napas yang kurang sedap. Seorang yang memiliki asam lambung tinggi juga sering bersendawa dan perut kembung, sering mengalami sakit pada bagian tenggorokan dan terkadang disertai batuk berdahak.

Baca juga  Update Harga Siladex Semua Varian

Asam lambung tinggi akan membuat tubuh menjadi lemah, tidak bersemangat dan mudah sakit. Kulit akan terlihat kusam, demam dan rambut rontok. Penyebab asam lambung diproduksi dengan berlebihan adalah seperti orang yang menderita kecanduan atau obsesi dengan diet, kurang air minum, diabetes, dan wanita yang sedang hamil.

Mengutip dari sejumlah sumber, seseorang yang mengalami gangguan asam lambung memerlukan obat-obatan yang mengandung antasida. Obat ini akan bekerja untuk mengatasi gangguan lambung dan meringankan sakit perut, tapi patut dipahami juga bahwa konsumsi antasida yang terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan penyakit. Dari beberapa cara mengatasi asam lambung, Anda dapat mengonsumsi obat Lansoprazole.

Ilustrasi: Gangguan Asam Lambung Saat Hamil (credit: parenting.firstcry)
Ilustrasi: Gangguan Asam Lambung Saat Hamil (credit: parenting.firstcry)

Apa Itu Obat Lansoprazole?

Lansoprazole merupakan kelompok obat proton pump inhibitor. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada sistem pencernaan akibat produksi asam lambung yang berlebihan, seperti sakit maag dan tukak lambung. Selain itu, obat ini juga bisa meredakan gejala akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, seperti kesulitan menelan dan batuk berkepanjangan.

Lansoprazole bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh dinding lambung. Lambung menghasilkan asam secara alami untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun, asam ini bisa menyebabkan iritasi pada lambung sendiri. Oleh karena itu, mukosa atau lendir pelindung diproduksi untuk melindungi dinding lambung.

Ketika lapisan mukosa pelindung ini mengalami gangguan, asam lambung akan mulai melukai dinding lambung hingga menyebabkan terjadinya peradangan, tukak, dan kondisi-kondisi lainnya. Selain itu, sebagian orang juga mengalami masalah dengan katup otot (sfingter) yang berfungsi sebagai pintu satu arah untuk masuknya makanan dari kerongkongan ke lambung dan mencegah naiknya kembali makanan dari lambung ke kerongkongan. Masalah yang terjadi pada otot tersebut menyebabkan asam terlepas naik ke atas dan menyebabkan iritasi pada kerongkongan, sehingga muncul gejala-gejala penyakit asam lambung (GERD).

Baca juga  Update Harga Kusen UPVC per Meter (Jendela dan Pintu)

Interaksi Obat Lansoprazole

  • Peningkatan risiko hipomagnesemia jika dikonsumsi bersamaan dengan obat diuretik dan digoxin.
  • Lansoprazole dapat menurunkan konsentrasi plasma dari erlotinib, dasatinib, dan lapatinib.
  • Menurunkan bioavailabilitas dari itraconazole dan ketoconazole.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari cilostazol dan methotrexate.
  • Antasida dan sukralfat dapat menurunkan bioavailabilitas dari lansoprazole.
  • Lansoprazole dapat menurunkan kinerja rilpivirin dan atazanavir, serta berpotensi fatal.

Perbedaan Lansoprazole, Omeprazole, dan Pantoprazole

Proton pump inhibitor/PPI berfungsi untuk menghambat produksi asam lambung, yang digunakan untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan contohnya sakit maag, tukak lambung, penyakit asam lambung, sindrom dan lainnya. Jika diurutkan, Omeprazole merupakan PPI generasi pertama, lansoprazole adalah PPI generasi kedua, sedangkan pantoprazole PPI adalah generasi ketiga. Jika ditanyakan fungsinya, ketiga obat tersebut memiliki fungsi yang sama sebagai obat pereda nyeri lambung, tentunya dengan dosis tablet yang berbeda-beda.

Mengenai jangka waktu pengobatan, tergantung pada kondisi medis apa yang dialami oleh seseorang sehingga harus mengonsumsi obat PPI. Langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter akan melakukan tanya jawab tentang keluhan Anda selama pemeriksaan. Bila perlu, dokter akan melakukan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan darah, USG barium meal, endoskopi, dan lainnya untuk memastikan penyebabnya. Setelah mengetahui kondisi medis yang mendasari keluhan Anda, dokter akan menentukan jangka waktu penggunaan PPI.

Obat Lansoprazole di Apotek - sehatgemilang.com
Obat Lansoprazole di Apotek – sehatgemilang.com

Cara Konsumsi Lansoprazole

  • Pastikan untuk membaca informasi pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter. Telan kapsulnya secara utuh, jangan dibuka, dihancurkan, atau dikunyah. Obat ini disarankan untuk diminum 30 menit sebelum makan karena jika dikonsumsi setelah makan, penyerapannya menjadi tidak maksimal.
  • Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi lansoprazole pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi lansoprazole, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
Baca juga  Info Biaya Konsultasi Psikologi ke Psikolog & Psikiater Terkini

Bolehkah lansoprazole untuk dan menyusui? Lansoprazole masuk dalam kategori B untuk obat ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi terhadap obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Lansoprazole juga diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui, sehingga untuk penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter lebih dulu.

Harga Lansoprazole

Varian Lansoprazole Harga
Lansoprazole Hexpharm 30 mg Rp1.264 per tablet
Lansoprazole Novell 30 mg Rp1.879 per tablet
Lansoprazole Nulab 30 mg Rp1.907 per tablet
Lansoprazole IF 30 mg Rp1.919 per tablet

Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga lansoprazole di apotek saat ini cenderung turun. Misalnya, Lansoprazole Hexpharm 30 mg per tablet yang awalnya ditawarkan mulai harga Rp1.460, sekarang hanya Rp1.264. Begitu pula dengan harga Lansoprazole Novell 30 mg per tablet yang sedikit turun dari Rp1.920 menjadi Rp1.879.

Efek Samping Lansoprazole

Walau jarang, beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan lansoprazole adalah diare, sakit perut, mual, kembung, konstipasi, sakit kepala atau pusing, dan penurunan kadar zat besi dalam darah. Jika efek samping di atas terjadi secara berkepanjangan, disarankan untuk segera menemui dokter.

[Update: Ditta]

[1] Pusat Data dan Analisa Tempo. 2020. Menjaga Kesehatan Organ Lambung. Jakarta: Tempo Publishing, hlm. 13.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.