Siapa yang tidak mengenal kuda? Hewan yang sering dijadikan simbol kekuatan dan kecepatan ini telah menjadi favorit banyak orang untuk berbagai tujuan. Ada yang menggemarinya untuk berolahraga, ada pula sebagai hewan peliharaan. Di pasaran sendiri, kuda sudah hadir dalam beragam jenis. Nama-nama seperti kuda Jerman, kuda Akhal Teke, kuda Arab, hingga kuda Falabella disebut-sebut punya harga yang cukup mahal.

Tahapan Evolusi Kuda
- Eohippus, berkembang pada zaman Eocene dengan tinggi 25 cm.
- Mesohippus, perkembangannya dimulai pada zaman Oligocene yakni memiliki tinggi mencapai 60 cm dan juga memiliki tiga jari.
- Merychippus, berkembang pada pertengahan dan akhir zaman Miocene dengan memiliki ketinggian yang sudah mencapai 100 cm dan jari tengah mulai memendek.
- Pliohippus, berkembang pada pertengahan zaman Pleistocene sekitar 6 juta tahun yang lalu dan kini tingginya mencapai 125 cm. Kukunya juga mulai berkembang menjadi kuku satu dan seterusnya disebut Equus, yang tingginya kini sudah bervariasi serta ukuran dan bentuk kuku makin bagus.

Jenis Kuda
Ada banyak jenis kuda yang bisa ditemukan di berbagai penjuru dunia. Untuk ranah lokal misalnya, Anda pasti sudah cukup familiar dengan kuda Sumbawa. Ini adalah salah satu rumpun kuda lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kuda ini memiliki ciri-ciri seperti warna tubuh dominan terang sampai gelap, bentuk tubuh kompak, hidung dan mulut relatif besar, ekor panjang dan berbulu lebat, persendian kaki baik, serta punya daya tahan penyakit yang baik. Sementara itu, untuk produk luar, ada jenis Akhal Teke yang diklaim sebagai kuda ras tertua di dunia, Falabella yang merupakan kuda mungil yang berasal dari Argentina, Fjord yang merupakan kuda cantik yang berasal dari Norwegia, Shire yang memiliki bulu yang sangat lebat dan panjang, kuda poni dengan ukuran kecil namun punya penglihatan dan pendengaran yang tajam, Marwari yang dikenal sebagai kuda bangsa India dan punya daya tahan tubuh yang baik, Thoroughbred yang dikenal juga sebagai kuda balap karena memang digunakan dalam balapan kuda, Friesian dari Belanda yang tangguh dan energik, serta Mustang yang merupakan salah satu jenis kuda tangguh dari Amerika.Kelebihan Kuda Jerman
Selain jenis-jenis di atas, ada pula kuda Jerman. Kerap juga disebut Black Forest Horse atau memiliki nama lain Black Forest Cold Blood atau Schwarzwalder Kaltblut, sisi menarik dari jenis ini adalah memiliki bulu yang panjang dan unik di bagian leher dan ekor. Rambut dan ekor varian ini dikatakan dapat tumbuh sepanjang 1,5 meter hingga 2 meter.
Harga Kuda Jerman
Lalu, berapa kisaran harga kuda Jerman tersebut? Menurut keterangan berbagai sumber, Anda perlu merogoh kocek hingga Rp5 miliar untuk membeli satu ekor kuda ini. Sebagai perbandingan, pada tahun 2014 lalu, harga kuda Jerman jenis Warmblood di Indonesia sudah menyentuh angka Rp3,4 miliar per ekor, sedangkan harga jenis polo Rp200 juta hingga Rp1 miliar per ekor. Kemudian, pada tahun 2021, harga kuda Jerman berkisar 350 euro atau lebih Rp6 miliar per ekor. Sementara itu, untuk saat ini, harganya masih berada di kisaran Rp5 miliar sampai Rp7 miliar per ekor. Meski relatif stabil, tetapi angka itu jauh lebih tinggi daripada kuda Sumbawa yang dilepas dengan harga berkisar Rp35 juta hingga Rp50 jutaan per ekor. Jika Anda kebetulan ingin beternak kuda, sebaiknya binatang tersebut dikembangbiakkan mulai umur tiga tahun ketika kondisinya dalam keadaan bagus. Kuda betina sebaiknya tidak boleh dikawinkan sebelum berumur dua atau tiga tahun. Sementara, untuk anak-anak kuda betina (broodmares), disarankan untuk tidak dikembangbiakkan sampai berusia tiga tahun.[3] [1] Malik, Abdul dan Wahyu Budi Priatna. 2013. Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Peternakan Kuda Pacu Budi Mulya Stable Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat. Forum Agribisnis IPB, Vol. 3(2): 67-80. [2] Kadir, S. 2011. Preferensi Konsumen terhadap Hasil Olahan Daging Kuda di Makassar. Jurnal Agribisnis Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar, Vol. X(3). [3] Hendri, Suardi, A. Mikail. 2012. Perbandingan Performans Reproduksi Kuda Lokal dan Turunan Thoroughbred di Kota Payakumbuh. Jurnal Peternakan Indonesia, Vol. 14(3): 441-446.Kategori: Lain-lain
Tag: binatang, hewan, hewan peliharaan, jerman, kuda, peliharaan, peternakan