Update Harga Furadan 3GR (Repack, 1 Kg, 2 Kg)

Bagi para petani, hasil panen yang berkualitas dan melimpah adalah kebanggaan sekaligus kesuksesan yang diidamkan. Untuk mencapai target tersebut, mereka tidak hanya disarankan untuk memberikan pupuk pada tanamannya, tetapi juga insektisida untuk mengendalikan hama. Nah, salah satu merk pestisida yang dapat dipilih petani karena diklaim ampuh membasmi hama dan punya harga relatif terjangkau adalah Furadan 3GR.

Furadan 3GR (youtube: Agrotani)
Furadan 3GR (youtube: Agrotani)

Dalam program intensifikasi pertanian, salah satu upaya yang dilakukan para petani adalah pengendalian hama. Untuk mengendalikan hama, mereka biasanya menggunakan insektisida. Insektisida sangat dibutuhkan, apalagi untuk mengendalikan hama penggerek padi dan hama lainnya. Biasanya, para petani akan menggunakan insektisida karbofuran yang di pasaran salah satunya dikenal dengan nama furadan.

Bacaan Lainnya

insektisida karbofuran dapat diaplikasikan dengan cara disemprot atau ditaburkan di area lahan persawahan dan kebun. Baik diaplikasikan dengan cara semprot atau ditabur, butiran-butiran insektisida akan berjatuhan di tanah, sehingga hama yang menempel di tanaman dan di dalam tanah dapat dibasmi dengan mudah.[1]

Kandungan Furadan 3GR

Selain dikenal sebagai insektisida, Furadan 3GR dikenal sebagai nematisida yang berbentuk granula atau butiran berwarna ungu kebiruan. Seperti yang telah disebutkan di atas, Furadan 3GR ini mengandung bahan aktif karbofuran, dengan kadar sekitar 3%. Sehingga, Anda perlu sedikit hati-hati ketika menggunakannya. Sifatnya yang beracun tidak hanya mampu mengendalikan hama tanaman, kadang aroma yang menyengat juga membuat orang merasa kurang nyaman.

Cara Kerja Furadan 3GR

Cara kerja Furadan 3GR konon sangat dahsyat karena produk tersebut termasuk dalam golongan insektisida sistemik delain kontak langsung. Zat racun yang terkandung dalam insektisida tersebut akan diserap secara langsung oleh tanaman. Setelah diserap, zat racun akan menyebar hingga ke seluruh organ tanaman, termasuk daun dan bunganya.

Baca juga  Update Harga Buah dan Getah Jernang

Inilah cara Furadan 3GR membunuh hama yang menyerang tanaman. hama, seperti ulat, cacing, oteng-oteng, belalang, bekicot, dan lainnya, yang terkena bahan aktif tersebut, diklaim akan mati dalam sekejap. Serangga yang memakan bagian tanaman sedikit saja, dalam sekejap akan langsung terkapar dan mati menjadi pupuk tanaman. Selain itu, Furadan 3GR yang dinilai sebagai pestisida atau gabungan antara insektisida dan nematisida ini masih memiliki beragam manfaat lainnya untuk multi jenis tanaman. Apa saja manfaat insektisida tersebut?

Manfaat Furadan 3GR

  • Mengendalikan hama yang mengganggu tanaman pangan, seperti jagung, padi, tebu,kentang, ketela pohon, dan masih banyak lagi.
  • Mengendalikan hama tanaman pada tanaman sayur dan holtikultura.
  • Mengendalikan hama pada tanaman hias, seperti anggrek, kaktus, bougenville, dan lainnya.
  • Menyuburkan tanaman dan membantu proses penyerapan nutrisi pada tanaman.
  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
  • Mengoptimalkan pertumbuhan bibit yang disemai.
Furadan 3GR (sumber: shopee)
Furadan 3GR (sumber: shopee)

Selain mengetahui manfaat Furadan 3GR sebagai pestisida pertanian, bagi Anda yang ingin membelinya, juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Furadan 3GR

Furadan 3GR memiliki bentuk fisik berupa butiran yang mempermudah Anda mengaplikasikannya. Anda tidak perlu repot-repot mencairkan atau melarutkan produk. Cukup dengan menaburkannya begitu saja di atas lahan Anda, maka hama akan teratasi. Produk seperti ini tentunya cocok bagi Anda yang memiliki lahan luas dan tidak punya banyak waktu untuk mengendalikan hama.

Karena bentuknya seperti granula, Furadan 3GR juga lebih mudah dikenali. Para petani tidak perlu repot-repot memperhatikan label produk saat membedakannya dengan produk pestisida atau pupuk yang mereka simpan dalam satu gubug. Apalagi, warna produk juga terbilang lebih mencolok dibanding produk lainnya.

Keunggulan lainnya ketika memakai Furadan 3GR untuk lahan Anda, hama hewan mematikan yang muncul dari dalam tanah, seperti cacing gilig dan orong-orong, juga dapat dikendalikan. Hama tersebut biasanya mencuri dan merusak akar tanaman umbi-umbian, seperti bengkuang, kentang, ketela, bawang, wortel, dan masih banyak lagi.

Baca juga  Info Terbaru Harga Bibit Terong Ungu dan Cara Menanamnya

Hama tersebut akan mati sebelum mereka merusak atau mencuri tanaman. Mereka mati karena adanya racun dari Furadan 3GR yang secara tidak sengaja menempel di permukaan hingga ke bagian dalam tanah. Racun biasanya akan terserap oleh tanah saat Anda melakukan penyiraman atau penggemburan susulan.

Produk pestisida tersebut juga tergolong produk yang tidak mudah rusak atau berjamur. Anda bisa menyimpannya lebih lama di dalam ruangan yang sejuk dan tidak lembap. Apalagi Furadan 3GR cenderung memiliki kondisi yang sangat kering. Inilah alasan produk bakal tahan terhadap suhu udara yang cenderung tidak stabil.

Kekurangan Furadan 3GR

Seperti kebanyakan produk lainnya, selain punya banyak keunggulan, Furadan 3GR juga tidak lepas dari beberapa kekurangan. Memang, dalam dunia pertanian, hingga saat ini belum ada pestisida yang sempurna dalam penggunaannya. Karena berbentuk granula atau butiran dengan sifat yang kering, Anda hanya bisa mengaplikasikan Furadan 3GR dengan cara disebar atau ditabur di lahan. Anda tidak bisa mengaplikasikan produk ini dengan cara disemprot atau disiramkan. Apalagi, produk ini juga terbilang sedikit sulit untuk dilarutkan.

Karena Furadan 3GR sulit dilarutkan, sisa racun karbofuran dalam tanah juga akan sulit terurai. Dampak negatif yang ditimbulkan, yaitu organisme tanah akan terancam, khususnya mikroorganisme pengurai bahan organik juga akan ikut mati. Sehingga, tekstur dan kesuburan lahan akan semakin berkurang. Kegemburan dan kelembapan tanah akan mulai menurun setelah ditebar Furadan 3GR.

Selain produk tidak mudah terurai, Furadan 3GR yang memiliki cara kerja diserap tanaman juga akan berdampak pada hasil panen. Meskipun hasil panen akan melimpah dengan kualitas unggulan, namun residu racun karbofuran dalam jaringan tanaman akan bertahan lebih lama. Karenanya, akan lebih baik jika Anda tidak menggunakan Furadan 3GR untuk tanaman konsumsi dengan usia pendek. Hal ini karena racun yang ada pada tanaman akan berdampak pada kesehatan konsumennya.

Baca juga  Update Harga Ikan Tongkol per Kg (Segar dan Beku)
Furadan (youtube: Agrotani)
Furadan (youtube: Agrotani)

Kekurangan lainnya yang terdapat pada Furadan 3GR, yaitu berdampak negatif untuk kesehatan manusia jika pengaplikasiannya tidak tepat. Biasanya, dampak negatif yang timbul jika Anda kurang berhati-hati mengaplikasikan produk antara lain mengalami gejala keracunan ringan, seperti pusing, gatal-gatal, dan mual.

Untuk menggunakan Furadan 3GR, Anda perlu mengaplikasikannya secara hati-hati dan harus mengikuti petunjuk keamanan yang ada di balik produk kemasan. Untuk melindungi diri saat menaburkan Furadan 3GR, Anda juga wajib memakai sarung tangan, masker, dan sepatu boot plastik.

Setelah Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan Furadan 3GR, Anda bisa menimbang-nimbang, apakah Anda ingin membeli produk atau tidak. Bagi Anda yang ingin membeli produk ini, Anda juga perlu mengetahui harganya, sehingga Anda bisa memperkirakan jumlah anggaran yang harus dikeluarkan. Berikut rincian harga produk Furadan 3GR saat ini.

Harga Furadan 3GR

Kemasan Furadan 3GR Harga
Furadan 3GR Repack 100 gr Rp3.960
Furadan 3GR Repack 500 gr Rp14.000
Furadan 3GR 1 kg Rp20.000 – Rp30.000
Furadan 3GR 2 kg Rp32.000 – Rp45.000

Informasi harga Furadan 3GR di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko bahan pertanian dan sejumlah situs jual beli online. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya sebenarnya tidak jauh berbeda. Furadan 3GR kemasan repack 100 gr misalnya, awalnya dijual Rp3.500 dan sekarang sedikit naik menjadi Rp3.960. Sementara itu, harga Furadan 3GR 1 kg yang semula Rp27 ribu, saat ini sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribuan.

[Update: Panca]

[1] Harsono, Achmad, dkk. 2000. Pengaruh Insektisida Karbofuran terhadap Ikan Pemakan Jentik Poecilia Reticulata di Laboratorium. Media Litbang Kesehatan Vol. 9(4): 18-21.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *