Harga Kodok Bullfrog (Bibit, American, African)

Sekilas, kodok punya bentuk yang hampir mirip. Padahal, ada banyak varian kodok yang tersebar di seluruh dunia, termasuk bullfrog atau kerap pula disebut kodok lembu. Ini adalah salah satu varian terbesar dengan berat badan mencapai 0,7 kg. Bahkan, jika kebanyakan kodok adalah santapan ular, bullfrog justru dapat memakan ular-ular kecil. Dengan keunikannya tersebut, harga varian ini memang dapat dikatakan cukup lumayan.

Kodok bullfrog (sumber: londonzoo.org)
Kodok bullfrog (sumber: londonzoo.org)

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan amfibi. Amphibi adalah definisi bagi sekelompok yang semasa hidupnya berada di darat dan air. Setidaknya, ada tiga Ordo amfibi yang hidup di dunia, yakni Caudata atau Salamander, Cecilia atau Gymnophiona, dan Anura.[1] Nah, Anura dapat dibedakan menjadi katak dan kodok, yang konon memiliki jumlah hingga 5.208 spesies.[2]

Bacaan Lainnya

Lalu, mengapa katak dan kodok dibedakan? Apakah mereka memang berbeda? Banyak yang menyangka katak dan kodok adalah binatang yang sama. Padahal, ini adalah dua hewan yang berbeda walau tampilannya memang mirip. Katak punya empat kaki, leher yang tidak jelas, mata cenderung besar, serta permukaan kulit yang licin dan berlendir, sedangkan tekstur kulit kodok kasar dan berbenjol yang diliputi bintil-bintil berduri, serta punya tangan dan kaki cenderung pendek dibandingkan katak.[3]

Ciri Kodok Bullfrog

Walau sudah ada banyak penjelasan mengenai perbedaan katak dan kodok, tetap saja masih banyak orang yang menganggap dua varian tersebut sama, termasuk saat menyebut bullfrog. Ini adalah salah satu jenis katak (atau -tepatnya- kodok) dengan tubuh cukup besar. Bahkan, dengan panjang tubuh sekitar 20 cm untuk usia , bullfrog dikatakan sebagai spesies terbesar dibandingkan semua jenis katak di kawasan Amerika Utara.

Punya nama Latin Lithobates catesbeianus, bullfrog berasal dari Amerika Utara bagian timur. Biasanya, hewan ini mendiami badan air permanen yang besar seperti rawa, kolam, dan danau. Ia juga dapat ditemukan di habitat buatan manusia seperti kolam, kolam koi, kanal, selokan, dan gorong-gorong. Namanya sendiri diperoleh dari suara yang dibuat selama musim kawin, yang terdengar mirip dengan lenguhan banteng.

Secara umum, permukaan punggung (atas) kodok lembu memiliki warna basal -zaitun, polos, atau berbintik-bintik dan bergaris cokelat keabu-abuan. Permukaan ventral (bawah) bercak putih pudar dengan warna kuning atau abu-abu. Seringkali, kontras warna terlihat antara bibir atas yang hijau dan bibir bawah yang pucat.

Giginya kecil dan hanya berguna untuk menggenggam. Mata bullfrog menonjol dengan iris cokelat dan pupil horizontal berbentuk almond. Gendang telinganya mudah terlihat tepat di belakang mata dan lipatan kulit dorsolateral yang menutupinya. Anggota badannya sebagian besar bercak atau berbalut abu-abu. Kaki depan pendek dan kokoh, sedangkan kaki belakangnya panjang. Jari-jari kaki depan tidak berselaput, tetapi jari-jari kaki belakang memiliki selaput di antara jari-jarinya kecuali jari kaki keempat.

Meski mungkin terlihat sama, ternyata bullfrog dapat mudah dibedakan secara seksual, dengan jantan berukuran lebih besar dibandingkan betina dan memiliki tenggorokan kuning. Bullfrog jantan juga memiliki tympana lebih besar dari matanya, sedangkan tympana pada betina berukuran hampir sama dengan matanya.

Ukuran tubuh bullfrog umumnya 9 hingga 15 cm. Mereka tumbuh dengan cepat dalam delapan bulan pertama kehidupan, biasanya bertambah berat dari 5 gram menjadi 175 gram. Individu dewasa dapat mencapai berat hingga 500 gram. Dalam beberapa kasus, berat badan kodok lembu bisa mencapai 800 gram dan berukuran hingga 8 inch (20 cm). Itulah mengapa jenis ini menjadi varian kodok terbesar di Amerika Utara.

Karena badannya yang besar, bullfrog menjadi menu kuliner sebagian orang. Jenis ini didistribusikan ke seluruh dunia di luar wilayah asalnya. Bullfrog telah diperkenalkan ke Amerika Serikat bagian barat, Amerika Selatan, Eropa Barat, China, Jepang, dan Asia Tenggara. Namun, mereka adalah spesies invasif karena nafsu makannya yang rakus dan banyaknya telur yang mereka hasilkan, yang berdampak negatif pada amfibi asli dan fauna lainnya.

Selain untuk makanan, kodok lembu juga kerap digunakan untuk pembedahan di kelas sains. Sementara itu, bullfrog albino terkadang dipelihara sebagai hewan peliharaan, dan kecebong kodok sering dijual di toko tambak atau toko ikan. Bahkan, sebuah studi mengatakan, kulit jadi dari bullfrog dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk industri barang kulit, termasuk tas dan dompet, lantaran punya kekuatan tarik yang tinggi.[4]

Apabila Anda tertarik dengan keunikan kodok lembu dan ingin memeliharanya, sebenarnya tidak sulit mendapatkan hewan tersebut. Pasalnya, Anda bisa membelinya di berbagai pasar satwa atau lewat sejumlah platform jual beli online. Namun, seperti yang disampaikan di atas, harga bullfrog dapat dikatakan lumayan mahal.

Kodok bullfrog (sumber: nrdc.org)
Kodok bullfrog (sumber: nrdc.org)

Harga Kodok Bullfrog

Varian BullfrogHarga
Bibit American BullfrogRp5.000 per ekor
American Bullfrog AnakanRp20.000 per ekor
American Bullfrog SedangRp60.000 per ekor
American Bullfrog BesarRp290.000 – Rp320.000 per ekor
African Bullfrog 3 cmRp399.000 – Rp535.000 per ekor
African Bullfrog 4-5 cmRp616.000 per ekor
African Bullfrog 7-8 cmRp700.000 per ekor
African Bullfrog 10 cmRp950.000 per ekor
African Bullfrog 14-15 cmRp4.800.000 per ekor

Informasi harga kodok lembu di atas sudah kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harga bullfrog tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga di masing-masing pedagang bisa saja berbeda meskipun produk yang ditawarkan sama.

[1] Ario, A. 2010. Panduan Lapangan Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jakarta: Conservation International Indonesia, hlm. 29.

[2] Stuarte, S, et al. 2008. Threatened Amphibians of the World. USA: Conservation International, hlm. 2.

[3] Winata, Egi Yudha, Arief Anthonius Purnama, Ria Karno. 2015. Jenis-Jenis Katak (Amphibi: Anura) di Desa Kepenuhan Hulu Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. E-Jurnal Mahasiswa Prodi Biologi FKIP Universitas Pengaraian.

[4] Luthfie, Muchtar dan Meiyanti. 1994. Pemanfaatan Kulit Kodok (Bull Frog). Majalah Barang Kulit, Karet dan Plastik, Vol. X(20): 13-22.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *