Info Terbaru Harga Kerupuk Udang 1 Kg & 5 Kg

Selain tak bisa lepas dari nasi, sebagian masyarakat Indonesia tak pernah bisa lepas dari yang namanya kerupuk. Nah, salah satu jenis kerupuk yang terbilang cukup populer di nusantara adalah kerupuk udang. Anda bisa membeli kerupuk udang di pusat perbelanjaan terdekat dalam kemasan plastik per kg dengan harga relatif terjangkau.

Bicara tentang kerupuk, rasanya kuliner Indonesia memang masih kurang lezat tanpa sensasi kriuk renyah yang gurih pada kerupuk. Kerenyahan kerupuk memang bisa membuat sensasi makan menjadi lebih nikmat. Selain untuk melengkapi makanan, kerupuk juga sering dijadikan camilan. Terdapat berbagai jenis kerupuk yang tepat dijadikan teman opor ayam dan ketupat. 

Bacaan Lainnya
Ilustrasi: Kerupuk Udang Mentah (credit: Shopee)
Ilustrasi: Kerupuk Udang Mentah (credit: Shopee)

Kerupuk Khas di Indonesia

  • Kerupuk Gurilem. Kerupuk gurilem berasal dari daerah Cililin, Bandung. Kerupuk ini berbentuk panjang, mirip cacing dengan ditaburi bumbu pedas gurih.
  • Kerupuk Ceker. Seperti namanya, kerupuk ceker terbuat dari kulit ceker atau kaki ayam. Kerupuk ceker berasal dari Malang, Jawa Timur. Rasanya gurih dan asin, sehingga juga pas dimakan sebagai pendamping nasi.
  • Kerupuk Kemplang. Kerupuk kemplang terbuat dari tepung sagu dan daging ikan tenggiri atau ikan belida. Tak heran kerupuk ini memiliki dan aroma ikan yang ‘nendang’. Kerupuk kemplang merupakan satu makanan oleh-oleh dari Palembang.
  • Kerupuk Orong-Orong. Berasal dari Medan, Sumatera Utara, kerupuk orong-orong menjadi oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Kerupuk ini terbuat dari tepung, bumbu, dan udang rebon kecil yang disebut kecepe.
  • Kerupuk Getas. Kerupuk getas merupakan kerupuk yang berasal dari Pulau Bangka. Mirip seperti kemplang, kerupuk getas terbuat dari tepung sagu rumbia dan daging ikan tenggiri. Di Pulau Bangka, kerupuk getas seringkali disebut keritek atau peletek. Tidak seperti kerupuk pada umumnya, dalam pembuatannya kerupuk getas tidak dijemur terlebih dahulu.
  • Kerupuk Jawer Nanggerang. Kerupuk jawer nanggerang merupakan kerupuk yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Bentuknya melebar, mirip seperti kipas. Bahan utama kerupuk ini adalah tepung beras.
  • Kerupuk Udang. Kerupuk ini terbuat dari adonan tepung tapioka dan udang yang ditumbuk yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. 

Bahan Kerupuk Udang

Dari sekian kerupuk yang sudah disebutkan, kerupuk udang dapat dikatakan cukup populer. Kerupuk udang adalah pendamping makan nasi atau camilan yang bisa dengan mudah kita temukan di mana saja. Terdapat 164 kalori dalam kerupuk udang ukuran besar dengan rincian 58% lemak, 37% karbohidrat, dan 5% protein.

Bahan pembuatnya cukup sederhana dan peralatannya bisa disesuaikan dengan yang ada di rumah. Hasilnya pun tak kalah renyah dan nikmat dengan kerupuk udang pabrik.  Kerupuk udang homemade juga lebih higienis dan sehat karena terjamin semua bahan dan proses pembuatannya. Untuk membuat kerupuk udang, Anda membutuhkan 2 kg tepung tapioka, 2 kg udang giling, air, garam, lada, dan penyedap rasa. Peralatan masak yang dibutuhkan seperti kukusan, daun pisang, dan untuk menggoreng.

Dalam membuat kerupuk udang, biasanya udang yang digunakan berukuran kecil atau udang rebon yang ditumbuk hingga halus. Adonan ini kemudian dikukus dan setelah matang dan kenyal, diiris tipis-tipis, lalu dijemur hingga kering. Pengeringan dengan terik matahari biasanya sekitar 2-3 hari. Kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng kapan saja agar bisa menjadi kerupuk yang siap dihidangkan.

Ilustrasi: Kerupuk Udang (credit: Fimela/Shutterstock)
Ilustrasi: Kerupuk Udang (credit: Fimela/Shutterstock)

Tips Membuat Kerupuk Udang

  • Pilih bahan utama dengan kualitas terbaik. Untuk apa membuat camilan sendiri jika tidak menggunakan bahan-bahan yang terbaik? Gunakan udang segar berukuran sedang untuk terbaik. Selain itu, udang sedang juga lebih mudah dikupas dan dibersihkan. Selanjutnya, pilih tepung tapioka yang masih bagus yaitu tidak apek dan kering.
  • Mengadoni dengan tepat. Persamaan antara kerupuk udang dan siomay/pempek adalah tekstur adonan yang sama-sama kalis. Perbedaannya yaitu siomay/pempek bertekstur akhir lentur dan empuk, sedangkan kerupuk haruslah renyah. Kuncinya terletak pada proses pengadukan adonan. Campur dahulu tapioka bersama udang dan bumbu-bumbu hingga tercampur sempurna. Kemudian masukkan air dan telur, lantas uleni hingga kalis. Adonan yang merata seperti ini menghasilkan kerupuk yang renyah tapi tidak keras.
  • Mengukus adonan kerupuk. Sebelum diuleni hingga kalis, adonan kerupuk perlu dikukus dulu hingga benar-benar matang dan padat. Oleh karenanya, proses mengukus bisa memakan waktu lama hingga beberapa jam. Bungkus adonan kerupuk yang telah kalis dengan daun pisang dan bentuklah menjadi gulungan besar, kemudian kukus adonan hingga matang. Setelahnya, biarkan adonan hingga dingin atau bersuhu ruang.
  • Menjemur kerupuk secara alami. Pastikan Anda membuat kerupuk udang ini di musim kemarau karena ia harus dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Setelah adonan kerupuk dingin, iris tipis-tipis. Jemur kerupuk di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering, kurang lebih selama 1-2 hari. Tujuan penjemuran ini adalah supaya kerupuk akan bisa mengembang sempurna ketika digoreng dan tidak ada bagian yang keras/bantat.

Agar bisa mengembang secara maksimal, goreng kerupuk dalam dua tahap. Pertama, goreng di dalam minyak dengan api kecil hingga setengah mekar. Lalu, angkat dan tiriskan. Setelah itu kerupuk bisa Anda goreng kembali dalam minyak panas hingga mekar. Agar tidak ada bagian yang bantat, jangan goreng terlalu banyak kerupuk dalam satu penggorengan yang sama. Pastinya, gunakan minyak dalam jumlah yang banyak.

Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk membuat kerupuk udang sendiri di rumah, Anda juga bisa memanfaatkan sejumlah merk kerupuk udang yang tersedia di pasar. Biasanya kerupuk udang di pasaran dijual dalam kemasan per kg atau kiloan, tentunya dengan harga yang beragam.

Ilustrasi: Harga Kerupuk Udang (credit: latitudes/Shutterstock)
Ilustrasi: Harga Kerupuk Udang (credit: latitudes/Shutterstock)

Harga Kerupuk Udang per Kg

Merek Kerupuk Udang Harga per Kg
Kerupuk Udang Kecil Tiga Burung  Rp16.000
Kerupuk Udang Rajawali Petis  Rp19.500
Kerupuk Udang Sari Udang Beruang Pedas  Rp25.000
Kerupuk Udang Makmur Abadi  Rp32.900
Kerupuk Udang Mede Walet RWM  Rp35.000
Kerupuk Udang Prima M Sidoarjo  Rp38.000

Harga kerupuk udang per kg di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs beli online. Perlu diingat, harga kerupuk udang tersebut tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, sebelumnya kerupuk udang dijual dengan harga mulai Rp21 ribu hingga Rp40 ribuan per kg.

Tak hanya dikemas dalam kemasan satu kiloan, beberapa agen juga menjual kerupuk udang dalam kemasan dus per 5 kg. Untuk kemasan 5 kg, dipastikan lebih murah daripada Anda membeli eceran repack 1 kg dan berikut daftar harganya untuk Anda.

Harga Kerupuk Udang 5 Kg

Merek Kerupuk Udang Harga per 5 kg
Kerupuk Sari Udang  Rp83.000 
Kerupuk Udang Kakap Obor Super Rp88.000 
Kerupuk Udang Cap Bintang Putih ukuran L Rp172.500
Kerupuk Udang Cap Bintang Putih ukuran M Rp172.500
Kerupuk Udang Cap Bintang Merah ukuran M  Rp172.500
Kerupuk Udang Cap Bintang Putih ukuran S Rp173.500 

Harga kerupuk udang 5 kg di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs e-commerce. Sama halnya dengan harga kerupuk udang per kg, harga kerupuk udang 5 kg tersebut dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga kerupuk udang 5 kg saat ini mengalami kenaikan. Sebagai contoh, Kerupuk Sari Udang 5 kg yang semula dijual dengan harga Rp61 ribu, naik menjadi Rp88 ribu. Selain di kelontong, Anda juga dapat memesan kerupuk udang berbagai merk di beberapa marketplace dengan harga bersaing. 

[Update: Almas]

Baca juga  Update Harga Polycarbonate Solarlite (Berbagai Warna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *