Manfaat dan Harga Kencur Bubuk

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kencur. Ini adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu dapur dan juga dikatakan punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Untuk mengolah kencur, terutama untuk keperluan kesehatan, memang rata-rata harus dikupas dan ditumbuk dulu, sehingga mungkin agak merepotkan bagi sebagian orang. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak produk yang sudah dalam bentuk bubuk dan dijual dengan harga relatif terjangkau.

Ilustrasi: Kencur Kering dan Kencur Bubuk (sumber: Genpi.co.id)
Ilustrasi: Kering dan Kencur Bubuk (sumber: Genpi.co.id)

Dalam bahasa Latin disebut dengan Kaempferia galanga, tanaman banyak tumbuh di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Daerah penyebaran kencur umumnya berada di kawasan Asia, antara lain seperti di negara Indonesia, India, Bangladesh, Tiongkok, dan Jepang. Kencur termasuk ke dalam famili jahe (Zingiberaceae). Famili jahe sendiri telah dikenal sejak lama mampu menghasilkan beragam jenis tanaman obat yang sering digunakan di dalam pengobatan tradisional, diyakini mampu mencegah Anda dari sejumlah sejumlah penyakit serta meredakan gangguan depresi, stres, maupun cemas.

Bacaan Lainnya

dikenal sebagai tanaman obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena khasiatnya sebagai ekspetoransia, diuretika, dan stimulansia. Kencur juga dikatakan dapat mengobati batuk, radang lambung, bengkak, muntah-muntah, tetanus, nyeri, sakit kepala, influenza, serta memperlancar haid.[1] Sementara itu, etil para metoksisinamat (EPMS) yang diperoleh dari rimpang dikatakan sebagai bahan dasar senyawa tabir untuk pelindung kulit dari sengatan sinar matahari.[2]

Baca juga  Update Harga Tokek Rumah dalam Berbagai Ukuran

Cara Mengolah untuk Pengobatan

  • Kandungan yang terdapat dalam kencur diyakini mampu mengencerkan dahak sehingga saluran pernapasan pun menjadi lebih lega. Campurkan parutan kencur dengan segelas air hangat, lalu saring. Tambahkan sedikit garam dan minumkan pada penderita. Minum ini dua kali sehari setelah bangun tidur dan sebelum tidur.
  • Kencur dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati flu secara alami. Ambil rimpang kencur secukupnya dan dua helai daun kemukus. Haluskan kedua bahan dan campur dengan air hangat hingga membentuk pasta. Oleskan pada daerah sekitar hidung.
  • Kencur dikenal berkhasiat untuk menjadikan kulit lebih halus sehingga sering digunakan sebagai bahan baku lulur tradisional. Campuran kencur dan beras dipercaya efektif melembutkan kulit dan mencegah munculnya jerawat pada wajah. Konsumsi jamu tradisional dari bahan kencur juga membantu menjaga berat badan dan membuat kulit menjadi lebih bersih.
  • Kencur dapat diolah menjadi obat pereda diare yang ampuh. Caranya, haluskan dua siung bawang merah bersama dua rimpang kencur. Bungkus dengan daun pisang, lalu panaskan dengan api kecil di atas wajan tanah selama beberapa saat. Gunakan ramuan sebagai balsam untuk meredakan rasa sakit perut.
  • Kencur dipercaya sebagai salah satu bahan alami yang dapat mengobati sakit batu ginjal. Ambil dua rimpang kencur lalu dicuci dan diparut, kemudian aduk di dalam segelas air hangat, saring dan berikan sedikit garam. Minum ini secara rutin hingga batu ginjal keluar.
  • Pada zaman dahulu, ketika belum ditemukan pengobatan modern, masyarakat Jawa menggunakan kencur sebagai obat cedera. Parutan kencur dicampur dengan beras yang telah ditumbuk halus, lalu dibalurkan ke bagian tubuh yang terkilir, tutup dengan perban. Ganti perban dan kencur sehari sekali sampai bagian tubuh yang sakit tersebut terasa lebih baik.
  • Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor mengembangkan jamu NutriASI berbahan baku kencur yang dapat melancarkan air susu ibu (ASI). Bagi ibu menyusui, dapat mencoba kencur sendiri di rumah dengan cara ambil kencur seukuran jari kelingking, lalu digeprek. Siramkan dengan air panas dan tunggu hingga dingin. Minum 2-3 kali seminggu untuk melancarkan produksi ASI.
  • Asam lambung dapat mengakibatkan luka pada lambung sehingga mudah terserang bakteri. Kencur diklaim ampuh meredakan pada lambung dengan cara yang sangat mudah. Cukup mengunyah dua rimpang kencur yang sudah dikupas hingga airnya keluar di dalam mulut. Telan air kencur dan buang sisa ampasnya dari mulut.
Baca juga  Update Harga Jeruk 1 Kg di Pasaran

Untuk memanfaatkan kencur sebagai pengobatan, seperti disinggung di atas, memang rata-rata harus dibersihkan dan ditumbuk terlebih dahulu. Nah, untuk Anda yang tidak mau repot, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, saat ini sudah ada banyak toko atau pedagang yang menjual kencur dalam bentuk bubuk. Berikut referensi kisaran harga kencur bubuk saat ini.

Kencur Bubuk (infokekinian.com)
Kencur Bubuk (infokekinian.com)

Harga Kencur Bubuk

Merk/Kemasan Kencur Bubuk Harga
Kencur Bubuk Cap Pohon Mangga 5 gr Rp1.000
LaSedap Kencur Bubuk 4 gr Rp1.000
Koepoe Koepoe Kencur Bubuk 23 gr Rp7.280
Daka Herbs Kencur Bubuk 100 gr Rp11.500
Kencur Bubuk Cap Sahabat 45 gr Rp13.000
JSR Kencur Bubuk 100 gr Rp17.000
World Spices Kencur Bubuk 50 gr Rp20.000
MSH Kencur Bubuk 50 gr Rp20.500
Flozindo Kencur Bubuk 250 gr Rp34.500
Flozindo Kencur Bubuk 500 gr Rp44.500
KYK Rempah Kencur Bubuk 500 gr Rp55.000
Fad’s Spices Kencur Bubuk 500 gr Rp57.200
Golden Aroma Kencur Bubuk 1 kg Rp77.999
Flozindo Kencur Bubuk 1000 gr Rp96.000
Koepoe Koepoe Kencur Bubuk 1 kg Rp233.900
Baca juga  Info Terbaru Harga Menu Kampoeng Roti Lengkap

Informasi harga kencur bubuk di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko bahan makanan dan sejumlah situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harga kencur bubuk tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain produk bermerk, banyak juga yang menawarkan kencur bubuk tanpa merk dengan harga yang sama-sama terjangkau.

[1] Nie, Yan, dkk. 2012. Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Mukosa Gaster pada Model Mencit Swiss Webster yang Diinduksi Asetosal. Jurnal Medika Planta, Vol. 2(1): 78-84.

[2] Hudha, Mohammad Istnaeny, dkk. 2013. Minyak Kencur dari Rimpang Kencur dengan Variabel Jumlah Pelarut dan Waktu Maserasi. Jurnal Teknik Kimia ITN Malang, Vol. 8(1).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *