Update Harga Kayu Albasia (Sengon) di Pasaran

No comment8757 views

Seiring dengan makin bertambahnya penduduk setiap tahunnya, permintaan rumah sebagai hunian otomatis juga meningkat. Hal ini juga berimbas pada naiknya permintaan akan kayu sebagai bahan dasar sebuah rumah. Selain kayu jati, kayu lain yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan adalah kayu albasia. Pasalnya, kayu ini memiliki baik sehingga sangat cocok untuk bahan furniture atau perabot rumah tangga.

Di , kayu albasia lebih populer dengan sebutan kayu sengon. Pohon sengon dapat dijumpai secara alami di hutan luruh daun campuran di wilayah lembap dan ugahari dengan curah hujan antara 1.000 hingga 5.000 mm per tahun. Pohon ini didapati pula di hutan-hutan sekunder, di sepanjang tepian sungai, dan di sabana hingga ketinggian 1.800 m dari permukaan laut. Di Tanah Air, sengon menyebar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta sebagian Sumatera dan Kalimantan.

Kayu Albasia (Sengon) - tasudindayeuhluhur.blogspot.com

Kayu Albasia (Sengon) - tasudindayeuhluhur.blogspot.com

Sengon menghasilkan kayu yang ringan sampai agak ringan, dengan densitas 320–640 kg/m3 pada kadar air 15 persen. Kayu sengon umumnya agak padat, berserat lurus dan agak kasar, namun mudah dikerjakan. Kayu terasnya berwarna kuning mengkilap sampai cokelat-merah-gading. Jika diukur dalam skala, kekuatan dan keawetan kayu sengon digolongkan ke dalam kelas kuat III–IV dan kelas awet III–IV.

Kayu ini tidak diserang rayap tanah, karena adanya kandungan zat ekstraktif di dalam kayunya. Namun, pada suatu percobaan kuburan di Filipina, menemukan bahwa kayu sengon A. chinensis hanya bertahan selama 16 bulan, sementara kayu langir A. saponaria tahan hingga 3 tahun, dan kayu weru A. procera bahkan mencapai 10 tahun.

Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan kayu sengon untuk pembuatan peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam konstruksi, industri, korek api, pensil, papan partikel, kertas, jembatan, dan lain sebagainya. Karena memiliki banyak , kayu albasia atau sengon akhirnya banyak dibudidayakan serta memiliki permintaan yang cukup tinggi.

Lalu, berapa kayu sengon saat ini? Di dalam negeri, kayu sengon relatif mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pasalnya, permintaan akan kayu ini semakin tinggi sebagai alternatif bahan bangunan selain kayu jati. Berikut kami sajikan informasi terbaru kisaran kayu sengon di pasaran Tanah Air.

Harga Kayu Albasia (Sengon)

Panjang KayuDiameter KayuHarga
103 cm20 – 24Rp550.000 – Rp800.000
25 – 29Rp600.000 – Rp850.000
30 – 39Rp650.000 – Rp900.000
40 – 49Rp700.000 – Rp950.000
50 – 59Rp750.000 – Rp1.000.000
130 cm15 – 18Rp500.000 – Rp750.000
19 – 24Rp550.000 – Rp800.000
25 – 29Rp600.000 – Rp850.000
30 – 39Rp650.000 – Rp900.000
40 – 49Rp700.000 – Rp950.000
50 – 59Rp750.000 – Rp1.000.000
200 cm20 – 24Rp470.000 – Rp720.000
25 – 29Rp570.000 – Rp820.000
30 – 39Rp660.000 – Rp910.000
40 – 49Rp735.000 – Rp985.000
50 – 59Rp760.000 – Rp1.010.000
300 cm25 – 29Rp590.000 – Rp840.000
30 – 39Rp710.000 – Rp960.000
40 – 49Rp800.000 – Rp1.050.000
50 – 59Rp835.000 – Rp1.085.000

Harga kayu albasia atau sengon di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs jual beli yang ada di Indonesia. Harga kayu albasia atau sengon tersebut tidak mengikat dan dapat berbeda-beda di masing-masing wilayah. Sekadar informasi, harga kayu albasia di atas berupa gelondongan atau beli tebas.

(Panca)

Baca juga  Update Harga Arang Batok Kelapa di Pasaran
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Kayu Albasia (Sengon) di Pasaran"