Kandungan dan Update Harga Obat G-Mag untuk Penyakit Lambung

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)? Lalu, bagaimana dengan penyakit asam lambung? Yup, GERD merupakan istilah untuk gangguan asam lambung. Memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung, penyakit ini memang bisa sangat berbahaya jika dibiarkan. Untung saja, saat ini sudah ada sejumlah obat yang diklaim dapat meredakan gangguan tersebut, salah satunya G-Mag meskipun harganya memang tidak bisa dibilang murah.

Ilustrasi: sakit lambung (sumber: cnn)
Ilustrasi: sakit lambung (sumber: cnn)

Apa Itu GERD?

Secara sederhana, GERD dapat didefinisikan sebagai gangguan ketika isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus sehingga muncul gejala dan/atau komplikasi yang mengganggu.[1] GERD juga bisa dikatakan sebagai suatu kondisi yang berkembang ketika komposisi dari refluks lambung mengakibatkan gejala-gejala dan/atau komplikasi.[2]

Bacaan Lainnya

GERD kerap disertai dengan gejala-gejala yang mirip dengan dispepsia (gangguan lambung fungsional).[3] Gejala-gejala yang dimaksud antara lain rasa mual, muntah, rasa kenyang dini, kembung, dan bersendawa, yang dapat menambah rasa tidak nyaman pada penderita. Bahkan, awalnya pengelompokan ke dalam penyakit GERD berdasarkan dari gejala dispepsia fungsional yang dikeluhkan pada masa itu.

Sebuah studi mengatakan bahwa kasus GERD di Indonesia diperkirakan berada di angka 3 persen dari keseluruhan populasi penduduk, dengan kenaikan dari 5,7 persen kasus pada tahun 1997 menjadi 25,18 persen kasus pada tahun 2002, hanya di RS Cipto Mangunkusumo saja.[4] Sementara itu, di tingkat Asia, kasus GERD di sejak tahun 2005 di kawasan Tenggara dan Asia Barat berkisar 6,3 hingga 18,3 persen, lebih tinggi daripada kasus di Asia Timur (5,2 hingga 8,5 persen).

Baca juga  Update Kisaran Biaya Endoskopi Lambung di Rumah Sakit

Penyakit ini tidak mengenal jenis kelamin, dengan pria maupun wanita dikatakan punya kecenderungan yang hampir sama untuk menjadi penderita GERD, sehingga tidak perbedaan yang signifikan. Sementara, pada suatu penelitian di Inggris, jumlah penderita GERD ikut meningkat seiring dengan bertambahnya hingga umur 69 tahun, kemudian sedikit menurut pada usia 70 sampai 79 tahun.

Dilansir dari Alodokter, refluks asam lambung atau asam lambung naik ke kerongkongan terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Namun, jika otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia (lansia), orang dengan obesitas, perokok, orang yang sering berbaring atau tidur setelah makan, dan wanita hamil.

Kandungan dan Indikasi G-Mag

Untuk mengatasi penyakit asam lambung, dapat dilakukan dengan mengubah perilaku sehari-hari, seperti menurunkan berat badan, tidak langsung berbaring setelah makan, dan berhenti merokok. Selain itu, pasien juga dapat mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala. Selain obat dari resep dokter, pasien juga dapat membeli obat yang dijual bebas di pasaran, salah satunya G-Mag.

G-Mag adalah produk herbal berupa kapsul racikan, yang jika dikonsumsi secara rutin, diklaim dapat membantu berbagai permasalahan pada lambung dan pencernaan, seperti tukak lambung atau sakit maag, GERD, gastritis atau peradangan lambung, dispepsia, serta gastroparesis atau gangguan saraf lambung. Pasalnya, obat ini dikatakan terbuat dari bahan herbal asli Nusantara yang kaya akan manfaat, diformulasikan dari 100 persen bahan alami organik pilihan, dan dibuat tanpa bahan pengawet.

Baca juga  Update Biaya Perawatan Wajah di Erha Clinic
Obat G-Mag (sumber: bukalapak)
Obat G-Mag (sumber: bukalapak)

Manfaat lainnya obat ini adalah dapat mengatasi sakit pada ulu hati, meredakan dada yang terasa sesak, mengatasi mual dan mulas, mengatasi perut kembung dan perut begah, mengatasi perih di lambung, mengatasi rasa cemas berlebih, mengatasi radang usus, mengatasi gangguan tidur, menstabilkan kadar kolesterol dalam darah, serta meningkatkan nafsu makan.

Dosis G-Mag

  • Pencegahan penyakit, obat bisa diminum 2 kapsul 2 kali sehari.
  • Pengobatan penyakit, obat bisa diminum 2 kapsul 3 kali sehari.

Harga G-Mag

Apabila Anda tertarik dengan khasiat yang ditawarkan G-Mag, Anda dapat membeli obat ini di berbagai situs jual beli online atau beberapa apotek. Obat herbal ini dijual dalam kemasan botol berisi 50 kapsul dengan harga Rp135.000 sampai Rp140.000 per botol, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, ada pula yang menjual obat tersebut dengan harga Rp194.000 per botol. Perlu Anda ingat bahwa harga G-Mag tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga di masing-masing tempat bisa saja berbeda.

Apakah G-Mag Aman?

Hingga detik ini, belum ditemukan adanya laporan mengenai efek samping G-Mag. Bahkan, sejumlah konsumen yang pernah membeli dan mencoba produk G-Mag, dalam review di berbagai online shop, mengaku bahwa penyakit asam lambung mereka perlahan mereda ketika rutin mengonsumsi obat tersebut.

Baca juga  Update Harga Reagen Golongan Darah & Widal Lengkap

Lalu, apakah obat G-Mag benar-benar aman? Dikutip dari berbagai sumber, berdasarkan pantauan pada kemasannya, G-Mag adalah produk herbal yang diketahui diproduksi oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati. Walau tidak diterangkan apakah produk tersebut sudah mendapatkan persetujuan BPOM, sejumlah reseller berani mengklaim bahwa G-Mag sudah mendapatkan izin edar dengan nomor 2334445.

Meski demikian, layaknya obat maag pada umumnya, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini secara berkepanjangan, paling lama dua minggu. Pasalnya, jika terus dikonsumsi, obat maag dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Sementara, efek samping jangka pendek termasuk diare, mual, dan muntah. Selain itu, tidak semua orang cocok mengonsumsi satu obat tertentu. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba obat tersebut.

[1] Nusi, I. A. 2015. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rumah Sakit Pendidikan Dr. Soetomo Surabaya (Edisi II). Surabaya: Airlangga University Press.

[2] Vakil, N, et al. 2006. The Montreal Definition and Classification Gastroesophageal Reflux Disease: a Global Evidence-Based Consensus. Am J. Gastroenterol, Vol. 101(8): 1900-1920.

[3] Radjamin, Irvinia Septarizka Putri, Iswan Abbas Nusi, Viskasari Pintoko Kalanjati. 2019. Profil Penderita Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) dan Non-Erosive Reflux Disease (NERD) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Majalah Biomorfologi, Vol. 29(1): 13-18.

[4] Simadibrata, M. Gastroesophageal Reflux Disease in Indonesia. 2009. Indonesian J. Gastroenterol Hepatol Dig Endosc., Vol. 10: 53-54.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *