Update Harga Berbagai Jenis Arang Kayu di Pasaran

No comment12664 views

Kini, kegiatan memasak menjadi lebih mudah dengan menggunakan kompor gas yang tidak banyak memakan waktu. Dahulu, untuk memasak, lebih tepatnya untuk mendapatkan bara api guna menggoreng, atau merebus diperlukan arang . Selain memasak,arang biasanya digunakan untuk menyetrika.

Pembakaran arang (sumber: merdeka.com)

Pembakaran arang (sumber: merdeka.com)

Arang merupakan residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan dan volatil dari hewan atau tumbuhan. Ada beberapa jenis arang yang bisa ditemukan, antara lain arang kayu, arang serbuk gergaji, arang sekam padi, arang tempurung atau batok kelapa, arang serasah, briket arang, dan arang kulit buah mahoni.

Pendapat lain mengatakan bahwa arang merupakan hasil pembakaran yang mengandung karbon berbentuk padat dan berpori. Sebagian besar dari pori-porinya masih tertutup dengan hidrokarbon, dan senyawa organik lain yang komponennya terdiri dari abu, air, nitrogen, dan sulfur.

Di kota-kota besar saat ini, ada beberapa tempat kuliner yang kembali memakai arang sebagai bahan untuk membakar makanan, seperti sate ataupun steak. Menurut review dan juga pemilik resto, memasak atau memanggang dengan arang akan menghasilkan cita rasa khas pada makanan. 

Selain untuk keperluan rumah tangga, arang dapat digunakan untuk bahan campuran pakaian, kerajinan, dan pertanian. Para peneliti di Jepang terus mengkaji manfaat dari arang, meneliti manfaat baru lainnya yaitu untuk mengembangkan -produk baru seperti penjernih air, alat untuk menjaga kayu dan makanan agar tetap segar, penambah kualitas tanah, pengatur kelembapan dinding dan lantai rumah, serta dijadikan sebagai obat penghilang bau.

Di Jepang, arang berkualitas terbaik diberi nama ‘kishu binchotan’, yang dapat memancarkan sinar inframerah tinggi yang menebarkan aroma masakan dipanggang. Arang sendiri terdiri dari dua jenis, arang hitam dan putih.

Jenis arang putih terbuat dari kayu sangat keras atau sama dengan arang hitam dari kayu ek holm (sejenis kayu pilihan yang keras). Sementara itu, arang bambu mempunyai lebih banyak rongga, sehingga dapat menyerap lebih banyak rongga, sehingga dapat menyerap banyak bau dan air daripada arang kayu.

Jika ingin menggunakan arang sebagai pengatur kelembapan dan menyerap bau, maka diperlukan sekitar 8 kg untuk ruangan dengan luas sekitar 10 hingga 13 meter persegi. Arang juga dikenal ramah lingkungan, apabila telah selesai digunakan, Anda dapat menghancurkannya menjadi potongan-potongan kecil dan dapat dikembalikan ke alam. Ternyata arang dibuat dengan proses yang cukup lama dan bertahap, berikut proses pengarangan (pembuatan arang) oleh industri.

Tahapan Proses Pembuatan Arang

Proses pembuatan arang (sumber: tempo.co)

Proses pembuatan arang (sumber: tempo.co)

  • Proses pengarangan (pembuatan arang) akan menentukan dan berpengaruh terhadap kualitas arang yang dihasilkan. Proses pembuatan arang dilakukan dengan cara memanaskan dalam suatu tempat tertutup (kiln) tanpa kontak dengan udara langsung pada suhu 400-600 derajat celcius. Kiln dapat terbuat dari bata, logam, atau tanah liat.
  • Pembuatan arang dengan metode karbonasi telah dikenal baik dan dapat dibuktikan dengan data  arang tempurung kelapa ke mancanegara. Hal yang baru dari prosesnya adalah limbah asap proses dimanfaatkan menjadi cairan cuka kayu sebagai produk tambahannya.
  • Bahan bakunya yaitu kayu, yang berasal dari limbah pembukaan ladang, berupa kayu sisa potongan cabang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, dengan ukuran diameter 5-10 cm dengan panjang 10-20 cm.
  • Selain itu, potongan ‘dolog’ berukuran besar juga dapat digunakan, tetapi perlu dipotong dan dibelah terlebih dahulu sesuai ukuran yang dikehendaki serta sesuai dengan kapasitas tungku drum. Selain bahan tersebut, dapat digunakan juga bahan baku berupa tempurung kelapa, sekam padi, ranting daun, dan lain-lain.
  • Selanjutnya adalah proses pembakaran. Proses ini menggunakan tungku drum yang diberi ganjalan bata dengan tinggi kurang lebih 5-10 cm, pada 3 lokasi titik. Lalu, di bawah tungku diberi potongan kayu bakar atau serutan kayu kering yang telah diberi sedikit minyak tanah.
  • Setelah api dinyalakan, sebaiknya tunggu sampai nyala bara api merembet ke dalam tungku melalui lubang udara sehingga bahan baku yang terdapat di dalam tungku dapat terbakar dengan sempurna. Proses selanjutnya adalah pendinginan arang. Proses ini memerlukan waktu kurang lebih 7-9 jam, apabila kayu relatif basah.
  • Apabila asap yang keluar dari drum sudah terlihat menipis putih atau bening kebiru-biruan, lubang udara di bawah tungku ditutup serapat mungkin dengan diberi pasir atau tanah.
  • Untuk memulai proses pendinginan, di bagian atas penutup tungku diberi tanah atau pasir serta cerobong asap ditutup dengan kain basah atau rumput yang rapat, kemudian dilapisi tanah, sehingga tidak ada udara yang masuk ataupun keluar.

Untuk produksi arang di dalam negeri sendiri sudah sampai ke . Eksportir arang di Banjarbaru, Kalimantan, misalnya. Ribuan ton arang dari Kalimantan Selatan sudah diekspor oleh eksportir lokal ke Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Selama ini, memang produksi petani arang di Kalsel banyak diserap oleh negeri Timur Tengah.

Setiap bulan, rata-rata ekspor arang dapat mendapat satu hingga dua kontainer, di mana masing-masing kontainer berjumlah 20 ton arang. Meskipun demikian, bukan berarti kegiatan ekspor tersebut tidak ada kendala. Biaya pengiriman yang tinggi masih menjadi salah satu kendalanya. Hal itu dikarenakan masih jarang kontainer ekspor yang tersedia di Pelabuhan Trisakti, sehingga harus rework ke Surabaya dahulu, kontainer lokal ke ekspor.

Arang kayu (sumber: womantalk.com)

Arang kayu (sumber: womantalk.com)

Ada banyak jenis arang yang ada di . Biasanya arang dijual per kg dan per karung (karungan). Saat ini, arang berkisar antara Rp3 ribuan hingga Rp10.000 per kilogram. Daftar arang kayu di dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Daftar Harga Berbagai Jenis Arang Kayu di Pasaran

Jenis Arang KayuHarga (Rp)
Arang Kayu Ulin3.500/kg
Arang Kayu Jati3.500/kg
Arang Akasia3.900/kg
Arang Akasia Merah3.000 - 7.500/kg
Arang Kayu Alaban4.500/kg
Arang Kayu Asem4.000 - 8.500/kg
Arang Batok Kelapa dan Kayu9.500/kg
Arang Mangrove7.500 – 10.000/kg

Jika dibandingkan tahun lalu, terpantau harga arang kayu asem mengalami penurunan harga yang awalnya dibanderol mulai Rp6.500 per kg saat ini dapat dibeli mulai Rp4 ribu per kg. Arang batok kelapa juga mengalami hal yang sama. Jika sebelumnya Anda harus membayar Rp10 ribu per kg-nya, kini dapat dibeli dengan harga Rp9.500 per kg.

Selain itu, kami juga menghimpun informasi terkait jenis arang kayu lainnya di pasaran. Anda dapat membeli arang kayu jenis akasia merah dengan harga mulai Rp3 ribu – Rp7.500 per kg. Arang Mangrove juga banyak dijual dengan harga mulai Rp7.500 – Rp10 ribu per kg.

[Update: Ditta]

Baca juga  Info Terkini Harga Glasswool per M2 dan per Roll (Beragam Ukuran)
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Harga Berbagai Jenis Arang Kayu di Pasaran"