Info Harga Bebek Hidup per Ekor (Dewasa & Anakan)

Bebek termasuk jenis unggas yang lezat dikonsumsi dan menguntungkan untuk diternakkan. Jenis bebek yang dapat diternakkan ada bermacam-macam, mulai dari bebek pedaging hingga petelur. Harga bebek hidup per ekor berkisar mulai dari ribuan rupiah.

Bebek Hidup Dewasa (sumber: thehipchick.com)
Bebek Hidup Dewasa (sumber: thehipchick.com)

Apa Itu Bebek?

Itik merupakan hewan ternak yang diperkirakan sudah dipelihara sejak ratusan tahun lalu. Jauh sebelum berbagai jenis unggas lainnya diusahakan sebagai hewan ternak. Itik yang banyak diternakkan di Indonesia adalah itik spesies Anas domesticus. Spesies ini berasal dari jenis itik liar, yaitu Anas sp. Di masyarakat Indonesia, itik lebih dikenal dengan nama bebek.[1]

Bacaan Lainnya

Bebek adalah sebutan yang umumnya diberikan untuk unggas air, baik liar ataupun domestik dari famili Anatidae, termasuk angsa. Kata bebek sendiri dalam bahasa Inggris berarti duck yang berasal dari bahasa Inggris kuno, yaitu duce (penyelam). Duce merupakan turunan dari kata kerja ducan (merunduk, membungkuk rendah seolah-olah memperoleh sesuatu di bawah, atau menyelam). Tidak mengherankan jika istilah bebek berasal dari kata kerja tersebut, karena sering kita melihat bebek merundukkan kepalanya ke dalam air atau kubangan untuk memperoleh makanan.[2]

Jenis-jenis Bebek

Berdasarkan karakteristik dan tujuan beternak, itik dibedakan menjadi dua golongan, yaitu jenis itik petelur dan jenis itik pedaging. Itik petelur merupakan itik yang diternakkan dengan tujuan utama menghasilkan telur (telur tetas dan telur konsumsi). Sementara itu, itik pedaging merupakan itik yang diternakkan dengan tujuan utama menghasilkan daging (itik potong).

Selain jenis itik petelur dan pedaging, ada beberapa jenis itik yang berpotensi diternakkan sebagai itik pedaging sekaligus sebagai itik petelur. Hal ini disebabkan produktivitas bertelurnya cukup tinggi dan pertumbuhan bobotnya cukup ideal sebagai itik pedaging.

Saat ini sudah begitu banyak jenis itik petelur maupun pedaging dengan produktivitas cukup tinggi. Calon peternak tinggal memilih jenis itik yang akan diternakkan, tergantung pada tujuan atau hasil yang diharapkan. Bahkan, itik jantan petelur yang sebelumnya dianggap kurang berharga, saat ini “naik ” sebagai salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan itik pedaging.[3]

Pada saat ini di Indonesia, ternak bebek telah terpusat di beberapa daerah, misalnya Sumatra (Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan), Jawa (Cirebon, Jawa Barat, Brebes, Tegal, dan Mojosari), Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Jenis-jenis bebek yang diternakkan juga beragam, mulai dari bebek lokal hingga bebek hasil penyilangan. Bebek jenis lokal yang banyak dijadikan sebagai bebek petelur ialah bebek mojosari yang berasal dari daerah Jawa Timur. Ukuran telur bebek ini lebih besar jika dibandingkan dengan bebek petelur lainnya. Bebek lokal lainnya ialah bebek alabio yang banyak diternakkan di daerah Kalimantan Selatan. Bebek ini diternakkan sebagai bebek petelur dan pedaging.

Ilustrasi Bebek Potong (sumber: parapuan.co)
Ilustrasi Bebek Potong (sumber: parapuan.co)

Selanjutnya, ada bebek tegal dan bebek magelang. Bebek tegal memiliki tingkat produksi yang cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebek alabio, yaitu kisaran 15-250 telur per tahun untuk per ekornya. Tingkat adaptasi terhadap kondisi lingkungan juga cukup baik sehingga banyak peternak yang tertarik membudidayakan bebek jenis ini.

Bebek magelang memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi lagi, yaitu satu ekor bebek menghasilkan sekitar 200-230 butir per tahun. Ciri khas utama dari bebek magelang ini ialah terdapat warna putih melingkar seperti kalung pada bagian lehernya sehingga tidak mengherankan jika bebek ini disebut juga bebek kalung magelang.[4]

Bebek hasil persilangan juga tidak kalah bersaing dengan bebek lokal. Bebek hasil persilangan di antaranya bebek PMp dan “Itik Ratu/Raja”. Bebek PMp merupakan bebek pedaging hasil perkawinan silang antara bebek peking dan bebek mojosari. Bebek yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak di Ciawi ini dimanfaatkan untuk menghasilkan daging yang dapat menggantikan bebek petelur afkir.

“Itik Ratu” dan “Itik Raja” merupakan hasil kawin silang antara bebek mojosari dan bebek alabio sehingga memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat, tingkat produksi telur lebih tinggi (pada bebek betina), dan penghasil daging yang baik (pada bebek jantan).[5]

Harga Bebek Hidup per Ekor

Jenis Bebek HidupHarga per Ekor (Rp)
Bebek hibrida anakan DOD7.500 – 15.000
Anak bebek petelur8.500
Anak bebek peking16.000
Bebek peking 2 kg85.000
Bebek manila100.000
Bebek hibrida100.000
Bebek petelur unggul jantan dewasa110.000
Bebek petelur betina dewasa indukan130.000

Informasi harga bebek hidup per ekor di atas dirangkum dari berbagai sumber dan bisa berubah sewaktu-waktu.

[1] Wakhid, A. 2013. Super Lengkap Beternak Itik. Jakarta: AgroMedia Pustaka, hlm 30.

[2] Permanawati, I. 2013. Panduan Praktik Beternak dan Berbisnis Bebek Langsung Untung. Yogyakarta: Media Pressindo, hlm 7.

[3] Wakhid, A. Op, cit.

[4] Permanawati, I. Op, cit., hlm 9.

[5] Ibid., hlm 10.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *