Update Info Harga & Biaya Bangun Rumah Minimalis Tipe 21

Setiap orang tentu memiliki cita-cita untuk memiliki sendiri, terutama bagi mereka pasangan yang baru saja menikah. Namun sayang rumah dari waktu ke waktu memang terus mengalami kenaikan. Bagi Anda yang berbudget pas-pasan bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah subsidi sederhana atau membangun rumah 21. Dibandingkan rumah 36, rumah minimalis 21 lebih masuk akal dan terjangkau untuk dimiliki oleh Anda yang memiliki keluarga kecil.

Bangun Rumah Minimalis Tipe 21 - celestialrodeo.blogspot.co.id

Bangun Rumah Minimalis Tipe 21 - celestialrodeo.blogspot.co.id

Di kawasan Jawa Timur, harga rumah tipe 21 dijual cukup bervariasi. Sebagai contoh, di daerah Cemoro Kandang Malang terdapat rumah tipe 21 dengan harga Rp 85 jutaan, kemudian di Gresik rumah type 21 dibanderol seharga Rp 110 juta, dan di Sidoarjo rumah tipe 21/60 harganya dipatok Rp 175 jutaan. Rumah-rumah tersebut memang cukup terjangkau karena dibangun di kawasan cluster .

Bagi Anda yang enggan memiliki rumah di kawasan cluster, Anda bisa mempertimbangkan untuk membangun sendiri rumah tipe 21 impian Anda dengan menyiapkan dana secukupnya. Tipsnya, sebaiknya pilihlah kavling tanah yang cukup luas agar kelak Anda bisa lebih mudah jika ingin melakukan pengembangan atau renovasi rumah dengan penambahan kamar, taman, atau ruang-ruang lain yang Anda kehendaki.

Untuk membangun rumah minimalis tipe 21, ada beberapa komponen yang perlu Anda perhitungkan secara cermat, di antaranya sebagai berikut:

Upah Jasa Tukang

Jasa tukang sangat dibutuhkan untuk membangun rumah Anda menjadi hunian yang sesuai dengan cita-cita selama ini. Dalam dunia konstruksi, setidaknya terdapat 3 yang dianut, yakni harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Ketiga ini tentunya memiliki perhitungan ongkos atau biaya yang berbeda-beda.

Untuk jasa kuli atau tukang dengan sistem harian biasanya mematok biaya kerja harian antara Rp 100 ribuan hingga Rp 150 ribuan per hari. Sedangkan untuk sistem borongan jasa biayanya berkisar Rp 600 ribuan hingga Rp 800 ribuan per meter persegi (m2). Berbeda lagi dengan tukang borongan penuh, biaya yang dibutuhkan lebih tinggi, sekitar Rp 3 jutaan sampai Rp 5 jutaan per meter persegi. Pada sistem borongan jasa, Anda hanya membayar jasa sang tukang saja, sedangkan untuk bahan atau material , Anda sendiri yang menyediakannya.

Rumah Minimalis Tipe 21 - gambardesainrumah.info

Rumah Minimalis Tipe 21 - gambardesainrumah.info

Sementara itu, pada sistem tukang borongan penuh sudah termasuk dengan biaya jasa serta bahan bangunan. Jika meninjau dari segi waktu, biasanya tukang dengan sistem borongan bekerja relatif lebih cepat dibandingkan tukang dengan sistem harian, apalagi Anda yang ogah repot juga tak perlu memusingkan pemilihan bahan bangunan, sebab semuanya akan diatur oleh pihak tukang borongan.

Sayangnya beberapa orang beranggapan jika tukang borongan memiliki hasil kerja yang kurang memuaskan karena mereka bekerja memenuhi target waktu yang ditetapkan dan terkadang kurang mempedulikan hasil bangunan. Anda bisa memilih sendiri sistem tukang yang seperti apa yang paling sesuai dengan dan kebutuhan Anda.

Luas Tanah dan Bangunan

Misalnya saja Anda berencana membangun rumah tipe 21/60. Maka Anda memerlukan tanah seluas 60 meter persegi, kemudian harga tanah di yang Anda tuju misalnya saja Rp 800.000 per meter persegi. Jadi biaya yang Anda butuhkan untuk membeli tanah adalah Rp 800.000 x 60 meter persegi = Rp 48 juta.

Kemudian biaya yang perlu dihitung adalah perkiraan untuk membangun bangunan. Komponen satu ini meliputi kisaran biaya untuk membeli material seperti pasir, batu bata, semen, cat, dan sebagainya. Kebutuhan untuk membangun rumah ini bisa Anda komunikasi dengan kepala pekerja, mengenai material apa saja yang dibutuhkan bila memakai sistem harian atau borongan jasa.

Misalnya saja Anda memilih sistem tukang borongan penuh dengan biaya Rp 5 juta per meter persegi, maka perhitungannya adalah 21 meter persegi x Rp 5.000.000 = Rp 105 juta. Jadi, total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh) = Rp 48 juta + Rp 105 juta = Rp 153 juta. Angka Rp 153 juta adalah kisaran biaya yang akan Anda habiskan untuk membangun rumah minimalis tipe 21 dengan luas tanah 60 meter persegi (1 lantai).

Berbeda lagi apabila Anda ingin membangun rumah minimalis tipe 21 yang memiliki 2 lantai atau tingkat. Total biaya yang dibutuhkan untuk bangun rumah bertingkat biasanya bisa mencapai 2 kali lipat dari pembangunan rumah 1 lantai. Wajar saja, sebab Anda akan membutuhkan material yang lebih banyak, misalnya seperti batu bata, biaya pembangunan sambungan listrik, saniter, plafon, lantai, pondasi, struktur beton, pembuatan dinding, pengecatan, hingga finishing.

Sebelum memutuskan untuk membangun rumah 2 lantai, ada baiknya Anda mempertimbangkan kebutuhan. Bagi Anda yang memiliki keluarga kecil dengan 2 orang anak, maka rumah minimalis 1 lantai saja sebenarnya sudah cukup.

Baca juga  Update Harga dan Biaya Membangun Rumah Minimalis Tipe 45

Biaya Lain-Lain

Dalam masa pembangunan, jika ada perubahan yang hendak Anda lakukan seperti membangun taman, menambah ornamen, atau semacamnya, maka setidaknya Anda perlu menyiapkan biaya untuk berjaga-jaga sekitar 10% dari keseluruhan total anggaran. Biaya lain-lain ini mencakup biaya tak terduga seperti pembangunan taman, pengisian properti atau perkakas untuk ruang tamu, dapur, kamar, dan sebagainya.

Dengan perhitungan dari 3 komponen biaya di atas, maka total perkiraan biaya yang perlu Anda siapkan untuk membangun rumah minimalis tipe 21/60 adalah sekitar Rp 153 juta. Komponen biaya lain-lain dapat Anda hilangkan jika Anda menggunakan sistem tukang borongan penuh.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Info Harga & Biaya Bangun Rumah Minimalis Tipe 21"