
Ciri Ayam Pelung
Menurut keterangan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Republik Indonesia, ayam pelung merupakan salah satu rumpun ayam lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Jawa Barat. Jenis ini sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2918/KPTS/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011. Masih menurut referensi yang sama, ayam pelung mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh ayam dari bangsa lainnya. Ayam ini tidak cuma tersebar di Jawa Barat dan Pulau Jawa, tetapi juga telah menarik penggemar ayam di luar Pulau Jawa. Bahkan, Pangeran Akishino, putra mahkota Jepang, sempat berkunjung langsung ke Cianjur untuk mengambil ayam pelung, telur tetas, dan mengambil contoh darahnya.[3] Secara fisik, ayam pelung memiliki postur tubuh tinggi, jauh lebih besar daripada ayam kampung, dengan penampilan yang tenang dan anggun. Leher, paha, dan kaki tungkai ayam pelung relatif panjang dibandingkan dengan ayam kampung. Sementara, kepala unggas ini berbentuk oval, dengan jantan memiliki jengger tunggal (single comb), bergerigi, bagian atas berukuran besar dan berwarna merah, sedangkan cuping telinga merah dihiasi warna putih di bagian tengah. Sementara itu, sebagian besar ayam pelung betina dewasa memiliki warna bulu yang hitam (sekitar 61 persen), dan sisanya berwarna cokelat kehitaman (20 persen) dan kuning gambir (19 persen). Paruh ayam pelung betina ini cenderung berwarna hitam (80 persen) dengan kombinasi putih (20 persen), sedangkan paruh pelung jantan 100 persen berwarna hitam.Tips Memelihara Ayam Pelung
Untuk mendapatkan ayam pelung yang bisa menghasilkan suara kokok yang panjang, serak, dan tidak terputus-putus, salah satunya adalah memperhatikan pemberian pakan. Banyak jenis pakan yang dapat diberikan, mulai dari makanan alami maupun makanan pabrikan (voer). Yang perlu dicatat, dalam pemberian pakan tersebut, terkandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam pelung. Salah satu bahan yang dapat dijadikan pakan untuk ayam pelung adalah kacang hijau. Pasalnya, kacang hijau memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang cukup besar dan dapat membantu pertumbuhan serta dapat memperkuat tulang ayam pelung. Kacang hijau sangat aman dikonsumsi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Alternatif lainnya adalah beras merah, karena punya kandungan nutrisi yang tinggi dan dipercaya tidak merusak pita suara ayam pelung. Sebagian peternak juga memberikan gabah pada ayam pelung peliharaan mereka, yang diyakini dapat membuat tubuh unggas lebih ringan. Kelebihan lainnya pakan gabah adalah diklaim punya kandungan vitamin lebih komplek, kaya kalsium, serta punya harga yang relatif terjangkau. Jagung juga bisa dijadikan salah satu bahan pakan untuk ayam pelung lantaran memiliki kandungan kalsium yang tinggi untuk membantu pertumbuhan tulang unggas. Pakan pendukung yang dapat diberikan agar peliharaan cepat besar dan bersuara merdu antara lain dedak, bekatul, voer, serta sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, kecambah, hingga daun pepaya.
Harga Ayam Pelung
| Ukuran Ayam Pelung | Kisaran Harga | Keterangan |
| Telur Ayam Pelung | Rp20.000 – Rp35.000 per butir | - |
| DOC Ayam Pelung | Rp45.000 per ekor | Berat 40 gr |
| Anakan Ayam Pelung 1,5 Bulan | Rp75.000 per ekor | Berat 400 gr |
| Anakan Ayam Pelung 2 Bulan | Rp100.000 per ekor | Berat 400 gr |
| Ayam Pelung Betina Dewasa | Rp350.000 – Rp600.000 per ekor | - |
| Ayam Pelung 3 Bulan | Rp240.000 per ekor | Berat 1,2 kg, jengger tunggal |
| Ayam Pelung 5 Bulan | Rp350.000 per ekor | Berat 2 kg, jengger tunggal |
| Ayam Pelung 7 Bulan | Rp910.000 per ekor | Berat 2 kg – 2,5 kg, jengger tunggal tegak, warna bulu merah, kuning, hitam, jalak, dll |
| Ayam Pelung Siap Kontes | Rp1.750.000 per ekor | Berat 3 kg ke atas, jengger tunggal tegak, warna bulu merah, kuning, hitam, jalak, dll |
Kategori: Hobi
Tag: anakan, ayam, betina, budidaya, jantan, karakter, peternakan, ternak, unggas