Update Contoh Perhitungan Biaya Produksi Pada Pabrik

Dalam kegiatan produksi, dikenal adanya produksi. Menurut Mulyadi (2009), produksi juga sering disebut sebagai pabrikasi (product cost). produksi perlu dihitung, dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengumpulan produksi yang dikeluarkan. Besarnya produksi dipengaruhi oleh elemen-elemen yang terkandung di dalam produksi, meliputi baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Ilustrasi: pabrik pemintalan benang

Ilustrasi: pabrik pemintalan benang

Biaya produksi penting juga peranannya dalam penentuan harga pokok produksi. Untuk penghitungan biaya pokok produksi, biaya produksi perlu diklasifikasikan dengan benar dan jelas. Penggolongan biaya yang digunakan bisa berdasarkan beberapa pertimbangan, salah satunya fungsi pokoknya dalam .

Salah satu biaya yang termasuk dalam unsur biaya produksi adalah biaya bahan baku langsung. Biaya ini tergantung dari jenis yang dilakukan. Misalnya untuk perusahaan pembuatan berbagai jenis makanan, yang termasuk dalam biaya bahan baku langsung adalah bahan baku untuk pembuatan permen, cake, roti, cookies, coklat, dan lainnya. Bahan baku adalah bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi barang jadi, yang secara fisik dapat diidentifikasikan pada barang jadi.

Kemudian, untuk biaya tenaga kerja langsung, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang secara fisik langsung terlibat dengan pembuatan produk. Biaya yang timbul karena pembuatan produk, merupakan tenaga kerja utama yang melekat pada sebuah produk. Besarnya biaya tenaga kerja utama dapat dihitung berdasarkan jam kerja, hari kerja, dan satuan produk.

Biaya tenaga kerja langsung bisa terdiri dari gaji pabrik, upah lembur pabrik, biaya kesejahteraan pabrik, upah mandor pabrik, dan juga gaji manajer pabrik.

Biaya selanjutnya adalah biaya overhead pabrik. Biaya ini merupakan biaya yang muncul dalam produksi selain biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Beberapa jenis biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik antara lain biaya pemakaian supplies pabrik, biaya pemakaian minyak pelumas, biaya penyusutan bagian produksi, biaya pemeliharaan atau bagian produksi, biaya listrik bagian produksi, biaya asuransi bagian produksi, biaya pengawasan, dan sebagainya.

Pada contoh perusahaan yang bergerak pada bidang produksi berbagai jenis makanan, biaya overhead pabrik bisa dibebankan pada produk yang memiliki biaya overhead variabel, dikarenakan biaya overhead variabel dialokasikan berdasarkan satuan unit produksi.

Sebelum menghitung biaya produksi pabrik, Anda perlu mengumpulkan data-data terlebih dahulu. Dalam perhitungan biaya bahan baku misalnya, perlu diketahui biaya masing-masing yang dikeluarkan selama proses pembuatan produk atau suatu barang, yang mungkin terdiri dari biaya bahan, , dan biaya lain-lain.

Berikut ini akan disajikan contoh perhitungan yang digunakan oleh PT Tropica Cocoprima. Contoh perhitungan biaya produksi tidak hanya dapat ditemukan di pabrik besar, tetapi juga untuk usaha-usaha sederhana, seperti berjualan makanan ringan, risoles, ringan, dan lainnya.

Contoh Perhitungan Biaya Bahan Baku

Ilustrasi: aktivitas produksi di pabrik

Ilustrasi: aktivitas produksi di pabrik

Keterangan (Rp)
Biaya bahan baku langsung
Pemakaian kelapa biji2.695.069.656
Biaya pembelian kelapa142.978.437
Subtotal2.838.058.093
Bahan penolong
Biaya bahan penolong21.095.771
Jumlah biaya bahan baku2.859.143.864*

*Jumlah biaya bahan baku didapatkan dari subtotal dikurangi dengan biaya bahan penolong = Rp 2.838.058.093 - Rp 21.095.771 = Rp 2.859.143.864

Contoh Perhitungan Biaya Tenaga Kerja

KeteranganJumlah (Rp)
Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja pengangkutan kelapa20.193.000
Tenaga kerja pengolahan kopra/paring/arang74.642.219
Tenaga kerja pembungkusan36.712.360
Sub total131.529.579
Upah langsung
Upah harian115.344.104
Upah borongan107.030.030
Sub total222.374.134
Jumlah biaya tenaga kerja353.903.713*

*Jumlah biaya tenaga kerja didapatkan dari penjumlahan sub total tenaga kerja langsung ditambah dengan sub total upah langsung, yaitu Rp 131.529.579 + Rp 222.374.134 = Rp 353.903.713

Contoh Perhitungan Biaya Overhead Pabrik

Ilustrasi: menghitung biaya overhead pabrik (sumber: hubpost.com)

Ilustrasi: menghitung biaya overhead pabrik (sumber: hubpost.com)

KeteranganJumlah (Rp)
Biaya listrik48.857.978
Biaya bahan bakar kendaraan/mesin44.388.952
Kendaraan27.942.277
Gaji Karyawan144.277.511
Pemakaian suku cadang54.571.312
Angkutan kelapa55.926.653
Pelumas kendaraan/mesin76.727.112
Jalan kendaraan8.623.314
Bongkar muat kelapa6.529.595
Perlengkapan pabrik7.406.690
Kebersihan10.124.421
Perjalanan dinas/pelatihan2.353.765
Oksigen640.958
Pemeliharaan aktiva tetap21.113.517
Kesehatan8.273.351
Penyusutan mesin6.617.786
Penyusutan kendaraan1.806.524
Penyusutan sarana251.000
Penyusutan peralatan pabrik/laboratorium629.956
Penyusutan bangunan365.955
Total529.902.835

Sehingga, apabila ditotal, maka akan didapatkan besar biaya produksi dengan menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Nominalnya yaitu Rp 2.859.143.864 + Rp 353.903.713 + Rp 529.902.835 = Rp 3.742.950.412

Setelah mengetahui penggolongan biaya produksi beserta nominal atau jumlahnya, Anda bisa mengetahui besarnya harga pokok produksi. Harga pokok produksi sendiri bisa diketahui setidaknya dengan dua metode, pertama yaitu metode full costing, yang merupakan metode penentuan cost produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap.

Sedangkan, metode kedua adalah variable costing, yang merupakan metode penentuan cost produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam kos produksi.

[Update: Dian]

Baca juga  Info Harga Mangkok Ayam Jago 1 Lusin di Pasaran
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Contoh Perhitungan Biaya Produksi Pada Pabrik"