Info Lengkap Estimasi Biaya Tes Kesuburan di Indonesia

Sejumlah pasangan yang baru menikah pasti sudah tak sabar untuk segera mendapatkan momongan. Banyak faktor yang membuat wanita sulit hamil, salah satunya masalah ketidaksuburan. Untuk memastikannya, tak sedikit pasangan yang melakukan kesuburan untuk mengetahui adanya gangguan yang mungkin terjadi antara keduanya. Meski, kesuburan tersebut membutuhkan yang tidak sedikit.

Ilutrasi: Pasangan Suami Istri (sumber: parenting.firstcry.com)

Ilustrasi: Pasangan (sumber: parenting.firstcry.com)

 

Bicara soal kesuburan, masih banyak wanita yang tidak dapat mengetahui langsung masa suburnya. Tak ada tanda-tanda kesuburan lain, seperti bercak darah atau rasa nyeri yang lebih tepat dan dapat diandalkan selain lendir yang keluar pada vagina. Sensasi dan munculnya lendir yang memperlihatkan datangnya masa subur dapat disertai rasa padat, lembek, atau bengkak pada jaringan di sekitar mulut vagina. Namun, kekeliruan yang kerap terjadi yakni sebagian wanita mengira bahwa dorongan seksual itulah yang menyebabkan munculnya lendir.

Nah, puncak kesuburan dapat diamati dari hari terakhir munculnya lendir subur, yaitu hari terakhir ketika lendir tampak seperti benang dan mulut, atau timbul rasa licin meskipun lendir tidak tampak adalah hari tersubur dalam siklus itu. Anda akan tahu bahwa itu merupakan hari terakhir ketika sudah melewatinya. Hari terakhir ini disebut puncak kesuburan karena pada hari tersebut hubungan intim suami istri kemungkinan besar akan membuahkan kehamilan. Perlu dicatat bahwa hari puncak tidak selalu ketika lendir keluar paling banyak.

Kunci untuk mengetahui puncak kesuburan adalah menyadari bahwa itu adalah hari terakhir munculnya lendir subur yaitu hari terakhir ketika lendir pada permukaan vagina terlihat seperti benang atau terasa licin. Rasa licin mungkin akan bertahan sehari atau dua hari lebih lama daripada munculnya lendir seperti benang, yang menandakan bahwa Anda masih sangat subur. Hal tersebut pertanda penting karena beberapa perempuan bahkan tidak akan melihat lendir.

Ilustrasi: Mengkonsumsi Makanan Untuk Meningkatkan Kesuburan (sumber: httpyougetmouth.com)

Ilustrasi: Mengkonsumsi Makanan Untuk Meningkatkan Kesuburan (sumber: httpyougetmouth.com)

 

Penelitian menunjukkan bahwa ovulasi biasanya terjadi pada hari terlihatnya tanda puncak kesuburan atau sehari sesudahnya. Uji coba WHO menunjukkan bahwa lebih dari 90% perempuan dapat mengetahui masa subur dan hari puncak kesuburannya pada bulan pertama pengamatan pola lendir. Kemudian datangnya masa menstruasi sekitar dua minggu setelah hari yang Anda duga merupakan puncak kesuburan membuktikan ketepatan pengamatan Anda, sehingga akan semakin yakin dalam siklus selanjutnya.[1]

Kurangnya pemahaman dalam mengamati kondisi tubuh terkait masa subur, membuat pasangan lebih memilih untuk menjalani tes kesuburan pada klinik maupun rumah sakit terdekat. Bagi Anda yang berencana untuk tes kesuburan, berikut tarif yang mungkin dikenakan di sejumlah rumah sakit dan dapat dijadikan sebagai referensi.

Tarif Tes Kesuburan di Berbagai Rumah Sakit dan Klinik

Daftar Rumah Sakit dan Klinik

Biaya (Rp)

Laboratorium Klinik Kimia Farma Darmo Surabaya

400.000

Klinik Teratai – Gading Pluit

1.500.000

GS Lab Daan Mogot Jakarta

1.900.000

Mitra Bekasi

2.104.000

Siloam Hospital Bogor

3.000.000

Siloam Hospital Manado

3.290.000

Biaya di atas kami rangkum dari berbagai sumber di internet. Tarif tersebut tentu dapat berubah-ubah tergantung lokasi tes kesuburan dan prosedur yang dilakukan.

Ilustrasi: Pasangan Melakukan Tes Kesuburan (sumber: httponfertility.com)

Ilustrasi: Pasangan Melakukan Tes Kesuburan (sumber: httponfertility.com)

 

Kapan Sebaiknya Periksa Tes Kesuburan Bagi Pasangan?

Anda dapat menjalankan tes kesuburan setidaknya setelah satu tahun usia pernikahan. Cek ke spesialis kesuburan juga perlu dilakukan saat usia sudah di atas 35 tahun. Bagi pria, usia 35 hingga 40 tahun biasanya lebih sulit untuk bisa berhasil dalam program hamil. Sementara bagi wanita, usia puncak kesuburannya adalah 35 tahun. Sebab, saat memulai program hamil di atas usia tersebut, persediaan sel telur mungkin sudah menurun.

Adanya masalah organ reproduksi seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) serta endometriosis mengharuskan Anda segera memeriksakan diri. Masalah tiroid juga memiliki hubungan langsung dengan hormon agar tidak memiliki efek samping apapun selama melakukan aktivitas medis yang berkaitan dengan program kehamilan (promil) dan hormon. Beberapa masalah medis lain yang perlu diwaspadai dan dikonsultasikan adalah diabetes, penyakit ginjal, penyakit , hipertensi dan .

[1]Billings, Evelyn. Metode Ovulasi Billings(Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2006), hlm. 25

 

Baca juga  Info Lengkap Obat Kolesterol Lipitor dan Harga di Apotek
loading...
author

Leave a reply "Info Lengkap Estimasi Biaya Tes Kesuburan di Indonesia"