Update Biaya Service Ganti eMMC Smartphone yang Rusak

Embedded Multi- Controller, atau biasa disingkat eMMC, merupakan sebuah penyimpanan berkecepatan tinggi dan sebagai modul controller, dengan penyimpanan dan controller tersebut berada di dalam chip. Perangkat ini bisa dikatakan sebagai yang lebih canggih dibandingkan IC flash yang hanya bersifat sebagai penyimpanan saja.

eMMC Smartphone - Borneoflasher Indonesia

eMMC Smartphone - Borneoflasher Indonesia

eMMC dikembangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dunia mobile, seperti smartphone, kamera , tablet, navigasi, hingga pemutar media dengan tingkat tinggi. Perangkat ini sendiri kini banyak digunakan pada produk-produk buatan Samsung, Hynix, dan juga Toshiba. Seiring dengan perkembangan teknologi Android yang pesat, eMMC kini juga mulai marak digunakan pada produk-produk ponsel cerdas berbasis Android.

Di dalam suatu eMMC, terdapat suatu partisi yang disebut dengan eMMC block NAND storage, sebagai tempat penyimpanan. Dalam setiap eMMC, ada 4 buah partisi dasar, yaitu partisi boot 1, partisi boot 2, partisi rpmb, dan partisi user area. Partisi boot 1 dan boot 2 digunakan untuk tempat penyimpanan file boot oleh pabrikan smartphone ketika merancang produknya, dengan besaran di kelipatan 128 Kb.

Kemudian, partisi rpmb atau replay protected memory block berfungsi menyimpan security oleh pabrikan smartphone penggunanya. Sementara, partisi user area adalah tempat penyimpanan yang ukuran part-nya paling besar, karena di tempat ini pengguna meletakkan operasi sistem dan lain yang dibutuhkan smartphone untuk bisa bekerja.

Layaknya perangkat hardware maupun software lainnya, eMMC ini juga bisa rusak. Kerusakan eMMC dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti:

  • Wipe atau Factory Reset Android gagal atau sukses tetapi ponsel tetap tidak dapat diformat.
  • Smartphone gagal ketika dilakukan flash ulang.
  • Muncul pesan Brom Error ketika melakukan flashing dengan SP Flashtool, khususnya Android dengan chipset MTK.
  • eMMC juga diindikasikan rusak ketika Anda selalu gagal melakukan upgrade pada smartphone.
  • Smartphone sering mengalami hang meski telah menggunakan sistem operasi official.
  • Muncul pesan “Sayangnya aplikasi telah terhenti”.

Jika eMMC sudah mengalami kerusakan, cara yang paling umum yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan proses flashing ROM dengan menggunakan Box Flasher. Ada beberapa Box Flasher yang biasa digunakan oleh para teknisi profesional untuk memperbaiki eMMC ini, di antaranya:

  • Riff Box, aplikasi yang langsung melakukan flash direct ke eMMC dengan cara menghapus kemudian melakukan partisi ulang di NAND Flash IC eMMC.
  • UFIBOX, merupakan aplikasi ciptaan anak negeri yang bisa didapatkan dalam berbagai forum media online.
  • Easy JTAG, merupakan tool yang sangat powerful dalam mengatasi eMMC yang rusak. Pasalnya, tool ini memang dikhususkan untuk kebutuhan repair eMMC dan sebagai media komunikasi terhadap board yang terhubung dengan JTAG.

Jika Anda tidak bisa melakukan service sendiri, Anda bisa memanfaatkan jasa perbaikan eMMC yang mematok biaya service mulai Rp50 ribuan sampai Rp300 ribuan, tergantung jenis kerusakan dan tipe ponsel. Namun, apabila masih tidak dapat diperbaiki, maka sebaiknya Anda mengganti eMMC di smartphone Anda.

Jika dengan menggunakan tool-tool tersebut eMMC masih belum dapat diperbaiki, mungkin Anda sebaiknya mengganti eMMC di smartphone Anda. Namun, seiring dengan makin canggihnya smartphone, biaya penggantian eMMC ini juga semakin mahal. Untuk smartphone Samsung Galaxy Note 2 misalnya, biaya ganti eMMC berkisar Rp400 ribu hingga Rp600 ribuan, sudah termasuk jasa servis. Sementara, biaya ganti eMMC smartphone merek ASUS berada di kisaran Rp530 ribuan.

(Panca)

loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Update Biaya Service Ganti eMMC Smartphone yang Rusak"