Syarat dan Biaya Agen Kerja Luar Negeri

Bekerja di menjadi impian banyak orang di Indonesia karena rata-rata menawarkan gaji yang besar. Namun, untuk bisa bekerja di negara orang ternyata tidak gampang. Selain harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan, calon pekerja juga dikenai sejumlah biaya, terlebih apabila melalui agen khusus pencari kerja.

Ilustrasi: aktivitas pekerja pabrik (sumber: bisnis.com)
Ilustrasi: aktivitas pekerja pabrik (sumber: bisnis.com)

Tidak bisa dimungkiri, setiap orang rata-rata membutuhkan pekerjaan. Pasalnya, pekerjaan tidak hanya sebagai media untuk memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik pribadi maupun keluarga, tetapi juga sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri sehingga seseorang merasa hidupnya menjadi lebih bermakna bagi dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya.[1]

Bacaan Lainnya

Sebenarnya, di Indonesia sangat banyak jenis pekerjaan yang dapat digeluti. Namun, kondisi perekonomian yang kurang menarik di negaranya sendiri dan penghasilan yang cukup besar dan yang tampak lebih menarik di negara tujuan telah menjadi pemicu terjadinya mobilitas kerja secara internasional.[2] Selain itu, pendapatan yang meningkat di negara berkembang memungkinkan penduduk di negara tersebut untuk pergi melintas batas negara, informasi yang mendunia, dan kemudahan transportasi juga berperan meningkatkan mobilitas kerja secara internasional.

Baca juga  Syarat dan Update Biaya Membuat SIUP, NIB, IUMK

Pada tahun 2022 misalnya, gaji untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik berdasarkan keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan adalah sebesar NTD 20.000 atau setara Rp9,9 jutaan per bulan. Gaji atau bayaran di negara lainnya, seperti Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, atau Brunei Darussalam tidak jauh berbeda, bahkan ada yang lebih tinggi.

Akhirnya, muncul apa yang lantas disebut Kerja Indonesia atau bisa disingkat TKI. Penempatan TKI di merupakan suatu upaya untuk mewujudkan hak dan kesempatan yang sama bagi tenaga kerja untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, yang pelaksanaannya tetap memperhatikan harkat, martabat, hak asasi manusia, dan perlindungan hukum serta pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan nasional.[3]

Namun, untuk bisa menjadi TKI, ternyata tidak gampang, Calon pelamar wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Saat ini, syarat untuk menjadi TKI ke masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Berikut persyaratan yang wajib dipenuhi jika ingin menjadi TKI

Syarat Menjadi TKI

  • Berusia minimal 18 tahun.
  • Memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Terdaftar dan memiliki kepesertaan Jaminan Sosial.

Memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan, yakni KTP, ijazah pendidikan terakhir, Akte Kelahiran, surat keterangan status perkawinan (bagi yang telah menikah melampirkan fotokopi buku nikah), surat keterangan izin suami atau istri (termasuk izin orang tua atau wali) yang diketahui oleh kepala desa atau lurah, sertifikat kompetensi kerja, surat keterangan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi, paspor yang diterbitkan Kantor Imigrasi setempat, visa kerja, perjanjian penempatan TKI, perjanjian kerja, dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Baca juga  Update Kisaran Harga Print Warna di Snapy (1 Muka & 2 Muka)

Jika syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi, calon TKI dapat mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing kota atau kabupaten tempat mereka tinggal atau Bursa Kerja Luar Negeri, Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta, atau Kelompok Berlatih Calon TKI Berbasis Masyarakat. Menurut keterangan pihak Dinas Ketenagakerjaan, calon TKI tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis.

Meski demikian, calon TKI juga harus menyediakan sejumlah biaya untuk keperluan pelatihan, cek kesehatan, biaya tiket pesawat dan lainnya. Untuk jalur informal atau bekerja untuk perorangan di luar negeri, biayanya biasanya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya ketika hendak bekerja di perusahaan berbentuk CV, PT, atau pabrik. Berikut kisaran biaya menjadi TKI di Korea Selatan.

Ilustrasi: TKI di luar negeri (sumber: waspada.co.id)
Ilustrasi: TKI di luar negeri (sumber: waspada.co.id)

Biaya TKI Korea Selatan

Komponen Biaya
Biaya Ujian USD 24
Cek Kesehatan Rp800.000
Visa Rp864.000
BPJS Ketenagakerjaan Rp532.000
Prelim (jika di Jakarta) Rp320.000
Tiket Pesawat dan Handling Rp5.850.000

Umumnya, proses berangkat ke untuk bekerja memang membutuhkan waktu lumayan lama. Karena itu, tidak heran jika kemudian banyak calon pekerja yang tertarik menggunakan jasa agen penyalur TKI karena menjanjikan proses yang lebih cepat. Namun, jika menggunakan jasa agen penyalur ini, biaya yang perlu Anda keluarkan sangat besar. Lalu, berapa kira-kira biaya agen kerja luar negeri?

Baca juga  Update Biaya Training ESQ Way 165 Leadership Center

Biaya Agen Kerja

Negara Tujuan Kisaran Biaya
Malaysia Rp10.000.000 – Rp11.000.000
Brunei Darussalam Rp15.000.000 – Rp25.000.000
Inggris DP Rp16.000.000
Jerman €1500

Informasi biaya agen kerja di atas kami rangkum dari berbagai sumber. Perlu Anda catat bahwa biaya yang mencapai angka hingga puluhan juta rupiah tersebut umumnya ditarik oleh agen-agen ilegal. Karena itu, Anda diharuskan berhati-hati jika berniat bekerja di luar negeri dan jangan mudah tergiur dengan godaan agen tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab.

[1] Husni, Lalu. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, hlm. 98.

[2] Ananda, Aris. 1996. Liberalisasi dan Impor Tenaga Kerja Suatu Pemikiran Awal. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM.

[3] Oelangan, Meita Djohan. 2014. Implementasi Perjanjian Kerja dalam Penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri. Pranata Hukum, Vol. 9(1).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *