Info Terbaru Biaya 3 M (Mendapatkan, Menagih dan Memelihara) Dalam Penghitungan Pajak Penghasilan

Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan ( 3 M).

Biaya seperti di atas yang termasuk di dalamnya antara lain biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:

  • Biaya pembelian
  • Biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang.

Pengeluaran-pengeluaran sehubungan dengan pekerjaan yang boleh dikurangi dari penghasilan bruto harus dilakukan dalam bentuk uang. Pengeluaran yang dilakukan dalam bentuk natura atau kenikmatan, misalnya fasilitas menempati dengan cuma-cuma, tidak boleh dibebankan sebagai biaya.

tetap, biaya, uang, jasa, jenis, 3, M, pajak, penghasilan, penghitungan, usaha, langsung, tidak, langsung, komponen, bidang, perpajakan, denda, sanksi, administrasi, peraturan, daftar, harga, jumlah

Ilustrasi perhitungan pajak penghasilan

Bagi pihak yang menerima atau menikmati bukan merupakan penghasilan. Namun, pengeluaran dalam bentuk natura atau kenikmatan tertentu sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat 1 huruf 3 Undang-Undang No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan mengatakan boleh dibebankan sebagai biaya dan bagi pihak yang menerima atau menikmati bukan merupakan penghasilan, antara lain:

  • Biaya sewa
  • Biaya bunga
  • Royalti
  • Biaya perjalanan
  • Biaya pengolahan limbah
  • Premi asuransi
  • Biaya promosi
  • Biaya administrasi
  • Pajak kecuali pajak penghasilan.

Untuk dapat dibebankan sebagai biaya, pengeluaran-pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan usaha untuk mendapatkan, menagih dan mendapatkan (3M) penghasilan yang merupakan objek pajak.

Dengan demikian, pengeluaran-pengeluaran untuk mendapatkan, menagih dan memelihara (3M) penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak boleh dibebankan sebagai biaya.

Contoh Penghitungan Biaya 3 M

Dana Pensiun A, terdiri dari penghasilan bruto antara lain:

Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak = Rp100.000.000 (a)
Penghasilan bruto lainnya = Rp300.000.000 (b)
penghasilan bruto = Rp400.000.000 (a+b)

Apabila seluruh biaya adalah sebesar Rp 200.000.000, biaya yang boleh dikurangkan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara (3M) penghasilan adalah sebesar ¾ x Rp200.000.000 = Rp150.000.000

Demikian juga, bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham tidak dibebankan sebagai biaya, sepanjang dividen tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah perolehan saham.

Kantor Pajak - (Sumber: bisnis.liputan6.com)

Pajak - (Sumber: bisnis.liputan6.com)

Pengeluaran-pengeluaran yang tidak ada hubungannya dengan upaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan, misalnya pengeluaran-pengeluaran untuk keperluan pribadi pemegang saham, pembayaran bunga atas pinjaman yang digunakan untuk keperluan pribadi peminjam serta pembayaran premi asuransi untuk kepentingan pribadi, tidak boleh dibebankan sebagai biaya.

Selain biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan usaha yang dapat digolongkan menjadi biaya 3M dalam pajak, ada beberapa kategori yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, di antaranya:

  • Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
  • Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.
  • Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan. Tetapi, kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki tapi tidak digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki tapi tidak digunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan, tidak boleh dikurangi dari penghasilan bruto.
  • Kerugian selisih kurs mata uang asing.
  • Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia.
  • Biaya beasiswa, magang dan pelatihan.
  • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba komersial, Wajib Pajak harus menyerahkan piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak, telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara.
  • Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Pemerintah.
  • Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
  • Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
  • Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
  • Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pada dasarnya, Penghasilan Tidak Kena Pajak dalam negeri dalam bentuk Badan Usaha Tetap, penghitungannya adalah berdasarkan nominal penghasilan bruto dikurangkan dengan biaya yang baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan kegiatan usaha, atau yang lebih dikenal dengan sebutan biaya 3 M.

Kantor Pelayanan Pajak - (Sumber: pengampunanpajak.com)

Kantor Pajak - (Sumber: pengampunanpajak.com)

Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan dalam bentuk Badan Usaha Tetap, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
  • Pembagian tersebut tidak boleh dikurangkan dari penghasilan badan yang membagikannya karena pembagian laba tersebut merupakan bagian dari penghasilan badan tersebut yang akan dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan.
  • Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu atau anggota, contohnya perbaikan rumah pribadi, biaya perjalanan, biaya premi asuransi yang dibayar oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi para pemegang saham atau keluarganya.
  • Pembentukan atau pemupukan dana cadangan
  • Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi beasiswa yang dibayar oleh Wajib Pajak pribadi.
  • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura atau kenikmatan kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
  • Jumlah yang melebihi kewajaran kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.
  • Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 3 huruf a dan b Undang-Undang PPh.
  • Pajak Penghasilan
  • Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya.
  • Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
  • Sanksi administrasi berupa bunga, denda dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Dalam penghitungan Pajak Penghasilan, memang ada beberapa biaya yang tidak boleh dikurangkan. Biasanya jenis biaya ini disebut dengan 3M (mendapatkan, menagih dan memelihara).

[Dian]

Baca juga  Update Harga Perawatan di Farina Beauty Clinic Karawang
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Info Terbaru Biaya 3 M (Mendapatkan, Menagih dan Memelihara) Dalam Penghitungan Pajak Penghasilan"