Update Tarif Pajak Honda BeAT

Jika memiliki sepeda motor, entah itu Honda BeAT atau merk lainnya, Anda diwajibkan membayar pajak tahunan berdasarkan ketentuan yang telah diatur oleh undang-undang. Besaran tarif pajak kendaraan bermotor sendiri bervariasi, tergantung kapan sepeda motor tersebut diproduksi dan berapa banyak sepeda motor yang Anda miliki. Hal ini mengingat bahwa selain pajak penghasilan, pajak kendaraan bermotor termasuk salah satu pajak progresif.

Honda BeAT (sumber: bisnis)
Honda BeAT (sumber: bisnis)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan pajak yang dikenakan pada pemilik kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan darat. Sementara, untuk besaran tarif sendiri ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor nilai dan bobot potensi pencemaran dan kerusakan jalan yang secara relatif ditimbulkan dari penggunaan kendaraan tersebut.

Bacaan Lainnya

Membayar PKB bukan hanya demi kelancaran pembangunan, karena pajak merupakan pendapatan pemerintah. Lebih dari itu, PKB memberikan keuntungan bagi si wajib pajak. Keuntungan ini sangat terasa jika Anda hendak mengajukan pinjaman ke bank. Rekaman kewajiban pajak Anda menjadi pendukung apakah pinjaman Anda disetujui atau tidak.

Cara paling mudah melihat besaran PKB sepeda motor adalah dengan melihat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang bersangkutan. Di dokumen tersebut, sudah tertera besaran pajak yang wajib dibayarkan oleh si pemilik. Jika Anda memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor, maka besaran pajak dari masing-masing kendaraan berbeda, karena seperti dikatakan di atas, pajak kendaraan bermotor termasuk pajak progresif.

Baca juga  Info Terbaru Kisaran Biaya Vasektomi

Besaran Pajak Kendaraan Bermotor

Urutan Kepemilikan Sepeda Motor Persentase Tarif Pajak
Motor Pertama 2 persen
Motor Kedua 2,5 persen
Motor Ketiga 3 persen
Motor Keempat 3,5 persen
Motor Kelima 4 persen
Motor Keenam 4,5 persen
Motor Ketujuh 5 persen
Motor Kedelapan 5,5 persen
Motor Kesembilan 6 persen
Motor Kesepuluh 6,5 persen

Perlu dicatat bahwa tarif pajak kendaraan bermotor di atas berlaku untuk daerah DKI dan masih berlaku hingga detik ini. Di wilayah lain, besaran pajak bisa saja berbeda. Di Jabar, Jatim, dan Banten misalnya, tarif pajak masing-masing ditetapkan sebesar 1,75% sejak 2013 lalu, sedangkan di Jawa Tengah hingga kini masih ditetapkan sebesar 1,5%.

Ilustrasi: Dokumen Kelengkapan Kendaraan Bermotor (credit: idnjurnal)
Ilustrasi: Dokumen Kelengkapan Kendaraan Bermotor (credit: idnjurnal)

Menghitung Pajak Motor

Lalu, bagaimana cara menghitung pajak sepeda motor? Caranya cukup mudah asalkan Anda terlebih dahulu mengetahui dasar pengenaan pajak tersebut. Seperti disampaikan di atas, ada dua komponen yang menjadi dasar pengenaan pajak sepeda motor, antara lain:

  • Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), nilai jual ini bukanlah harga jual umum suatu kendaraan, melainkan nilai yang telah ditetapkan oleh Dispenda yang didapatkan dari Agen Pemegang Merek (APM).
  • Bobot maupun efek negatif yang bisa merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang diakibatkan kendaraan tersebut dan dinyatakan di dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

Misalnya, Anda memiliki lima motor dengan tipe dan tahun yang sama. Jika PKB diketahui Rp450.000 dan SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) dikenakan Rp50.000, maka untuk mengetahui pajak tiap motor, Anda harus menghitung NJK terlebih dulu, yaitu (PKB x 2/3 x 100) = Rp450.000 x 2/3 x 100 = Rp30.000.000. Jadi, pajak tiap-tiap sepeda motor Anda adalah:

  • Pajak untuk motor pertama adalah 2% x Rp30.000.000 = Rp600.000.
  • Pajak motor kedua: 2,5% x Rp30.000.000 = Rp750.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor ketiga: 3% x Rp30.000.000 = Rp900.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor keempat dst: 3,5% x Rp30.000.000 = Rp1.050.000 (terjadi kenaikan).
Baca juga  Info Terkini Harga As Kruk Tiger Original (Baru dan Second)

Meski bukan perkara yang mendesak, Anda memang sebaiknya membayar pajak motor tepat waktu. Pasalnya, jika terlambat, selain tunggakan akan menumpuk, Anda pun diwajibkan membayar denda pajak motor. Cara membayar pajak tahunan sendiri cukup mudah karena Anda tinggal menuju pos SAMSAT terdekat (bisa keliling atau di mal), lalu menyerahkan STNK motor asli, menunjukkan KTP asli atas nama pemilik sepeda motor, dan membayar pajak yang dibebankan.

Lalu, bagaimana jika sepeda motor yang Anda miliki kebetulan adalah skuter matik BeAT keluaran Honda? Pertama-tama, kita harus mengetahui harga sepeda motor BeAT yang Anda beli. Menurut situs resmi PT Astra Honda Motor, harga Honda BeAT saat ini berkisar Rp16,815 juta untuk yang paling murah (BeAT CBS) hingga Rp17,615 untuk model paling mahal (BeAT Deluxe). Harga motor ini mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang dijual mulai Rp16,45 juta hingga Rp17,25 jutaan.

Tarif Pajak Tahunan Honda BeAT

Tipe Honda BeAT Tarif Pajak
BeAT CBS 2% x Rp16.815.000 = Rp336.300
BeAT CBS ISS 2% x Rp17.515.000 = Rp350.300
BeAT Street 2% x Rp17.515.000 = Rp350.300
BeAT Deluxe 2% x Rp17.615.000 = Rp352.300

Keterangan:

  • Masing-masing biaya di atas kemudian ditambah dengan biaya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib dan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) yang dikelola oleh Jasa Raharja dengan tarif Rp35.000 untuk kendaraan roda dua dengan mesin 50cc hingga 250cc (sebelumnya Rp32.000).
Baca juga  Harga Shockbreaker Tabung YSS Original untuk Matic
Honda BeAT (sumber: c-magazine.com)
Honda BeAT (sumber: c-magazine.com)

Lalu, bagaimana jika Honda BeAT yang Anda miliki merupakan produk lawas? Pajak kendaraan bermotor yang diterapkan tentunya berdasarkan dengan nilai jual kendaraan saat sepeda motor tersebut dirilis. Berikut kami sajikan kisaran besaran tarif pajak kendaraan bermotor Honda BeAT yang dirilis tahun 2014 hingga 2019.

Tarif Pajak Honda BeAT Lawas

Tahun Kisaran Tarif Pajak Honda BeAT
2014 Rp154.500
2015 Rp163.000
2016 Rp193.500
2017 Rp207.000
2018 Rp231.750
2019 BeAT Sporty CW : Rp321.360
BeAT Sporty CBS : Rp324.880
BeAT Sporty CBS ISS : Rp335.360
BeAT Street : Rp335.860
2021 BeAT CBS : Rp329.000
BeAT CBS ISS : Rp343.000
BeAT Street : Rp343.000
BeAT Deluxe : Rp345.000

Daftar besaran tarif pajak tahunan Honda BeAT di atas kami rangkum dari berbagai sumber (belum termasuk biaya SWDKLLJ). Besaran tarif pajak Honda BeAT bisa berbeda-beda, tergantung varian Honda BeAT yang bersangkutan. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa langsung mengecek besaran tarif pajak di STNK Honda BeAT yang bersangkutan.

Jika Anda terpaksa telat membayar pajak kendaraan bermotor, Anda akan dikenakan denda dengan besaran bervariasi. Perhitungan denda PKB adalah 25 persen per tahun. Jika Anda terlambat tiga bulan, besarannya PKB x 25% x 3/12, dan terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12, dengan denda SWDKLLJ sebesar Rp35.000 untuk kendaraan roda dua berkapasitas 50cc hingga 250cc. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.