Update Syarat dan Biaya Perpanjangan HGB (Hak Guna Bangunan) Apartemen

Saat ini, tinggal di apartemen memang menjadi salah satu alternatif jika seseorang memutuskan berdomisili di kota besar atau pusat kota. Meski begitu, masih banyak beberapa pihak yang bingung mengenai kepemilikan apartemen, seperti apakah apartemen tidak bisa dimiliki seumur hidup atau apakah sistemnya seperti beli rumah, yaitu sekali beli dan tidak ada biaya-biaya lagi.

Apartemen tipe studio (sumber: media.rooang.com)

Apartemen tipe studio (sumber: media.rooang.com)

Perlu diketahui, pemilik apartemen memiliki hak milik atas satuan rumah susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemen saja, sedangkan hak atas lainnya umumnya dimiliki bersama. Jadi, ada tiga kepemilikan yang ada pada apartemen, yaitu milik pribadi (unit apartemen), milik bersama (lift, parkir, kolam renang, dan bersama lainnya), serta tanah milik bersama.

Sementara itu, status tanah pada apartemen umumnya adalah hak guna bangunan (HGB), hak pakai, dan hak pengelolaan tanah. HGB merupakan status yang paling banyak, yaitu tanah milik yang dialihkan menjadi HGB untuk pembangunan rumah vertikal. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara maupun tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan hukum.

Berdasarkan UU No. 5 tahun 1960 tentang Dasar Pokok-Pokok Agraria, jangka waktu maksimal HGB adalah 30 tahun dan bisa diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 20 tahun. Tetapi, masa berlakunya bisa berbeda-beda, tergantung keputusan yang diberikan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) ke pengembang ketika menyampaikan izin pembangunan apartemen. Pemilik bisa menanyakan langsung ke pengembang untuk jangka waktunya.

Baca juga  Info Terbaru Biaya Pengurusan dan Pembuatan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

HGB ini secara otomatis menjadi tanggung jawab pemilik apartemen begitu unit apartemen tersebut dibeli. Meski demikian, pemilik unit apartemen tidak perlu menanggung seluruh biaya perpanjangan HGB, karena perhitungannya diatur secara proporsional. Misalnya, luas unit apartemen adalah 40 meter persegi berdiri di atas tanah apartemen seluas 5 hektare (50.000 meter persegi), maka HGB yang menjadi tanggungannya hanya 0,08 persen.

Setelah masa perpanjangan habis, pemilik HGB dapat mengajukan perpanjangan kembali seperti yang telah diatur dalam PP No. 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan. Akan tetapi, perpanjangan atau pengajuan pembaruan HGB dapat dilakukan minimal 2 tahun sebelum jatuh tempo HGB habis. Hak Guna Bangunan dapat terjadi karena beberapa alasan berikut:

  • Hak Guna Bangunan atas tanah negara ini terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah hak pengelolaan terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan usul dari pemegang hak pengelolaan.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah milik terjadi dengan pemberian oleh pemegang hak milik dengan akta perjanjian yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Sertifikat HGB bisa saja mati atau berakhir karena Anda tidak memperpanjang lagi sertifikatnya. Jika sertifikat HGB berakhir, maka status tanah akan kembali menjadi tanah negara bila HGB tersebut atas tanah negara. Sementara, untuk tanah hak milik, maka nantinya akan kembali jadi tanah hak milik. Pengurusan perpanjangan HGB sendiri pada dasarnya tidak terlalu rumit. Berikut lengkapnya.

Baca juga  Update Tarif/Ongkos Kirim Pos Kilat Khusus ke Seluruh Indonesia

Perpanjangan Sertifikat HGB Apartemen

Hak Guna Bangunan Apartemen - www.lamudi.co.id

Hak Guna Bangunan Apartemen - www.lamudi.co.id

  • Mengisi formulir permohonan di loket pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  • Menyertakan surat kuasa apabila dikuasakan ke orang lain.
  • Menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) pemohon.
  • Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Sertifikat asli.
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket dan bukti Pembayaran Uang Pemasukan.

Biaya Perpanjangan HGB Apartemen

Menurut Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2002, biaya perpanjangan HGB dihitung dengan rumus jangka waktu perpanjangan HGB (20 tahun) yang diberikan dibagi 30 tahun dikalikan 1 persen. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikalikan dengan pengurangan Nilai Perolehan Tanah (NPT) dengan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NTPTTKUP) lalu dikalikan 50 persen. Besaran NPT dan NPTTKUP sendiri bisa dilihat pada SPT PBB tanah yang akan diperpanjang HGB-nya.

Ilustrasi: sertifikat Hak Guna Bangunan/HGB (sumber: detik.com)

Ilustrasi: sertifikat Hak Guna Bangunan/HGB (sumber: detik.com)

Misal, apartemen sebanyak 3.500 unit dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai acuan NPT yang berlaku saat ini Rp15 juta/meter persegi, maka dapat diasumsikan bahwa total NPT untuk apartemen dengan luas area 5 hektare (50.000 meter persegi) adalah sebesar Rp750 miliar. Hitungannya 20 tahun dibagi 30 tahun dikalikan 1 persen, maka diperoleh angka 0,0067.

Baca juga  Update Biaya Spooring dan Balancing Ban Mobil

Dengan asumsi tersebut, maka dapat dihitung biaya perpanjangan HGB adalah 0,0067 dikalikan Rp750 miliar dikalikan dengan 50 persen. Hasilnya, besaran biaya yang harus ditanggung untuk memperpanjang HGB apartemen tersebut adalah Rp2,5 miliar. Angka ini kemudian dibagi berdasarkan jumlah unit yang ada dalam satu area sesuai simulasi, yaitu 3.500 unit, sehingga hasilnya diperoleh sekitar Rp714.000 per unit.

Ketika diketahui apakah HGB apartemen Anda perlu diperpanjang atau tidak, biasanya tim Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rimah Susun (PPPSRS) akan mendatangi penghuni saat jatuh tempo pemakaian. Mereka akan memberikan sebuah surat pernyataan yang berisi besaran biaya yang diperuntukkan memperpanjang HGB.

Di samping itu, kemungkinan juga , misalnya biaya pengukuran tanah, karena harus memastikan tidak ada perubahan luas dan batas-batas wilayah apartemen. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2010, biaya pengukuran tanah ditentukan dengan rumus tertentu. Misal, luas tanah 5 hektare, dihitung dengan rumus luas tanah dibagi 500 dikalikan Harga Satuan Biaya Pengukuran (HSBKu), kemudian ditambahkan dengan Rp100.000.

Perlu Anda ketahui bahwa besarnya biaya mengurus perpanjangan sertifikat HGB sangat bervariasi, tergantung dari lokasi, luas tanah, nilai tanah, dan tanah. Sementara itu, lama waktu pembuatan HGB biasanya membutuhkan sekitar 30 hari untuk luas tanah tak lebih dari 2.000 meter persegi, 49 hari untuk luas tanah lebih dari 2.000 meter persegi hingga 150.000 meter persegi, dan 89 hari untuk luas tanah yang lebih dari 150.000 meter persegi.

loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Update Syarat dan Biaya Perpanjangan HGB (Hak Guna Bangunan) Apartemen"