Info Terbaru Biaya, Syarat, & Cara Mengurus Perpanjangan Sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan)

Hak Guna (HGB) adalah jenis yang menyebutkan bahwa pemegang memiliki hak untuk memiliki dan mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan kepunyaan pemilik bangunan. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara dan tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan hukum. Meski mengantongi HGB, pemilik ternyata perlu melakukan perpanjangan sebab HGB memiliki batas waktu kepemilikan.

Biaya Mengurus Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.cermati.com

Mengurus Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.cermati.com

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, jangka waktu maksimal HGB berakhir adalah 30 tahun dan dapat diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 20 tahun. Masa berlaku HGB bisa berbeda-beda, tergantung dari keputusan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) ke pengembang. Setelah masa perpanjangan habis, pemilik HGB dapat mengajukan perpanjangan kembali seperti yang telah diatur dalam PP No. 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan. Akan tetapi, perpanjangan atau pengajuan pembaruan HGB dapat dilakukan minimal 2 tahun sebelum jatuh tempo HGB habis.

Hak Guna Bangunan dapat terjadi karena beberapa alasan berikut:

  • Hak Guna Bangunan atas tanah negara ini terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah hak pengelolaan terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan usul dari pemegang hak pengelolaan.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah milik terjadi dengan pemberian oleh pemegang hak milik dengan akta perjanjian yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Meskipun sifatnya hanya sementara, rupanya properti dengan sertifikat HGB memiliki beberapa keuntungan, misalnya saja tidak membutuhkan dana besar dan membuka peluang yang lebih besar. Selain itu, properti seperti rumah, apartemen, atau ruko dapat dijadikan pilihan oleh Anda yang berencana mempunyai properti namun tak ingin menempatinya dalam jangka waktu yang lama. Terlebih karena properti yang mengantongi sertifikat HGB juga dapat dimiliki oleh non Negara Indonesia (WNI).

Sertifikat HGB bisa saja mati atau berakhir karena Anda tidak memperpanjang lagi sertifikatnya. Jika sertifikat HGB berakhir, maka status tanah akan kembali menjadi tanah negara bila HGB tersebut atas tanah negara. Sedangkan untuk tanah hak milik, maka nantinya akan kembali jadi tanah hak milik. Pengurusan perpanjangan HGB sendiri pada dasarnya tidak terlalu rumit. Berikut informasi lengkapnya.

Perpanjang Sertifikat HGB:

  1. Mengisi permohonan di loket pelayanan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  2. Menyertakan surat kuasa apabila dikuasakan ke orang lain.
  3. Menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) pemohon.
  4. Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  5. Sertifikat asli.
  6. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket dan bukti Pembayaran Uang Pemasukan.

Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB):

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2002, biaya perpanjangan HGB dapat dihitung dengan rumus jangka waktu perpanjangan HGB (20 tahun) yang diberikan dibagi 30 tahun, kemudian dikalikan 1%. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikalikan lagi dengan hasil pengurangan Nilai Perolehan Tanah (NPT) dengan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NPTTKUP), lalu dikalikan dengan 50%. Besaran nominal NPT dan NPTTKUP dapat Anda lihat pada SPT PBB tanah yang hendak Anda perpanjang sertifikat HGB-nya.

Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.lamudi.co.id

Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.lamudi.co.id

Sebagai contoh, apabila apartemen sebanyak 3.500 unit dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai acuan NPT yang berlaku saat itu adalah Rp 15 juta per meter persegi (m2), maka total NPT untuk apartemen dengan luas area 5 hektare (5.000 meter persegi) adalah sebesar Rp 750 miliar. Hasil ini didapat dari 20 tahun dibagi 30 tahun, lalu dikalikan 1%, maka akan diperoleh angka 0,0067.

Baca juga  Update Biaya Pasang, Bongkar, Perawatan, dan Perbaikan (Service) AC

Dengan perhitungan tersebut, biaya perpanjangan HGB untuk apartemen adalah 0,0067 dikalikan dengan Rp 750 miliar, lalu dikalikan 50%. Besarnya biaya yang harus ditanggung untuk memperpanjang sertifikat HGB apartemen adalah Rp 2,5 miliar, kemudian dibagi dengan total 3.500 unit apartemen, maka untuk pemilik 1 unit apartemen setidaknya akan mengeluarkan biaya Rp 714.000 untuk perpanjangan HGB.

Cara Memperpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB):

  1. Datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional di wilayah terdaftarnya sertifikat HGB. Anda bisa langsung menuju loket pelayanan dan mengisi formulir pengajuan. Jangan lupa isi data yang lengkap terkait identitas diri, luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon, pernyataan tanah tidak dalam status sengketa, dan pernyataan tanah dikuasai secara fisik.
  2. Menuju loket pembayaran. Usai mengisi formulir dan melengkapi berbagai berkas persyaratan, Anda dapat menuju loket pembayaran untuk membayar biaya pemeriksaan tanah dan Hak Guna Bangunan.
  3. Kemudian pihak BPN akan melakukan pemeriksaan tanah, Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kantah, Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kanwil, Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu BPN RI, dan Pendaftaran Hak dan Penerbitan Sertifikat.
  4. Setelah seluruh prosedur tersebut selesai, Anda dapat mengambil sertifikat HGB di loket pelayanan Kantor Pertanahan.

Perlu Anda ketahui bahwa besarnya biaya mengurus perpanjangan sertifikat HGB sangat bervariasi, tergantung dari lokasi, luas tanah, nilai tanah, dan jenis tanah. Sementara itu, lama waktu HGB biasanya membutuhkan sekitar 30 hari untuk luas tanah tak lebih dari 2.000 meter persegi, 49 hari untuk luas tanah lebih dari 2.000 meter persegi hingga 150.000 meter persegi, dan 89 hari untuk luas tanah yang lebih dari 150.000 meter persegi.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Terbaru Biaya, Syarat, & Cara Mengurus Perpanjangan Sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan)"